Ratna sudah tidak dapat membendung luapan air matanya. Ia memeluk Jio dan membenamkan ciuman di pundak kecil itu. Ucapan polos Jio berhasil meruntuhkan benteng kokoh yang ia bangun dengan susah payah. Ratna juga tak ingin anak-anaknya kembali ke lingkungan keras, di mana mereka selalu menerima hinaan dari orang-orang. Adrian membawa Jia ke dalam mobil dan membaringkannya di kursi belakang. Sebuah boneka bantal ia gunakan untuk menyangga kepalanya, dan membuka jasnya untuk membalut tubuh Jia agar terbebas dari rasa dingin. "Leon, tolong bawa Jio ke mobil. Aku perlu bicara berdua dengan Ratna." "Baik, Tuan." Leon menghampiri Jio dan membujuknya untuk naik ke mobil. Meskipun anak laki-laki itu merasa ragu dan beberapa kali menoleh ke belakang untuk melihat sang mama. "Aku mau ikut Mam

