Babak baru pun segera di mulai. Kegiatan yang penuh dengan kedisiplinan tinggi dilalui hari demi hari dan bulan demi bulan. Selama tiga bulan, ilmu-ilmu ketatanegaraan dan pertahanan menjadi makanan mereka sehari-hari. Areez Mattea ditunjuk menjadi Komandan Taruna karena kecerdasan yang ia miliki sudah terlihat berbeda dari teman-temannya. Dia salah satu taruna yang haus akan rasa penasaran dan keingin tahuan nya.
Persahabatan sesama taruna menjadi penyemangat tersendiri bagi mereka yang sudah menganggap seluruh taruna baru sebagai keluarga. Sikap Areez yang selalu menghormati dan menghargai teman-temannya menjadikan ia mudah bergaul dan mempunyai banyak teman, baik dari sesama taruna ataupun perhatian dari para pelatih.
Setiap hari dikala teman-temannya sudah larut dalam lelap, Areez sengaja bangun untuk belajar. Sementara kegiatan siang hari diisi dengan latihan fisik yang memakan tenaga lebih dan harus dilakukan setiap hari. Tak terasa efek dari latihan fisik yang keras telah membentuk badan dan mental para taruna menjadi lebih kuat.
Tiba saat ujian akademis akhir akan diselenggarakan selama tiga hari kedepan. Hasil ujian ini adalah penentu bagi peminatan para taruna nanti. Minggu-minggu saat ujian adalah minggu senyap dimana taruna akan lebih fokus untuk belajar di dalam perpustakaan. Satu minggu kemudian, tibalah hasil pengumuman ujian tertulis akan dipajang. Hasil ujian akan dipajang dimana para taruna sudah berkumpul di depan papan tulis besar yang terletak ditengah lapangan. Suara hiruk pikuk terdengar riuh saat mereka mengetahui hasil ujian masing-masing.
"Gis, kok nama ku nggak ada? Apa aku nggak lulus ya?" Areez masih sibuk mencari namanya.
"Hah? Serius kamu? Nggak mungkin lah coba cari lagi." Argis ikut membantu mencarinya. Sementara Argis berada di ranking sepuluh besar.
"Woy nyari apaan kalian?" tanya Siera sambil tersenyum.
"Ini nih nama Areez nggak ada. Masa iya dia nggak lulus, orang dia paling pintar dikelas ckckck," ujar Argis
"Udah ketemu Reez?" tanya Siera masih dengan senyum keheranan melihat raut muka komandan taruna yang panik.
"Belum nih." Areez masih sembari tetap mencari tulisan namanya.
"Itu lho namamu paling atas. Ranking satu." Siera sambil mengarahkan kepala Areez untuk menengadah.
"Hah? Aku ranking satu?" Areez melotot tak percaya.
"Gila kau ranking satu kawan." ucap Argis sambil kegirangan
"Woooy ini nih yang ranking satu hah? Gila kamu ya. Belajar juga nggak tau-tau ranking satu aja." Deera mendekat sembari memukul kepala Areez. Sementara Areez hanya tersenyum sembari menutupi kepala dengan kedua tangannya
"Udah Deer ayo angkat si komandan gila ini hahaha." ajak Siera.
"Ayoook ...."
Mereka pun mengangkat Areez keliling lapangan. Semua larut dalam luapan kebahagiaan atas hasil kelulusan mereka. Setelah euforia kelulusan ujian umum selesai, masing-masing taruna diminta untuk menulis di formulir peminatan mereka masing-masing pada selembar kertas dan menyerahkan kepada pembimbing taruna.
Dua hari setelah kelulusan ujian umum, mereka kembali berkumpul menunggu pengumuman penempatan sesuai peminatan yang telah mereka tulis. Rasa deg-degan tersirat dari wajah Areez dan teman-temannya. Kolonel Jova berdiri dihadapan para taruna untuk segera membacakan keputusan hasil peminatan.
"Selamat pagi ksatria." sapa Kolonel Jova
"Semangat pagi." ucap semua taruna
"Pagi ini saya akan membacakan pembagian untuk penempatan peminatan adik-adik semua. Semoga adik-adik bisa berkembang lebih baik lagi nantinya di masing-masing legiun. Dimanapun kalian berada, apakah nanti masuk ke Legiun Barat, Utara, Timur, Selatan atau Legiun Eminent sekalipun tujuan kalian pun tetaplah satu yaitu menjaga dan mempertahankan kedaulatan kerajaan Archadia."
Kolonel Jova sembari memperhatikan mimik wajah para anak didiknya itu. Sementara rasa deg-degan semakin menyelimuti setiap hati taruna yang akan menunggu hasil keputusan tak terkecuali Areez dan Argis.
"Baiklah, saya akan segera membacakan pembagiannya. Prajurit taruna Deera di Legiun Barat." ucap kolonel Jova dan Deera segera memisahkan diri untuk berdiri di barisan Legiun Barat sesuai dengan pilihannya.
"Taruna Argis di Legiun Timur, taruna Siera Legiun Utara." ucap kolonel Jova dan otomatis para taruna yang sudah mendapatkan hasil segera memisahkan diri ke dalam barisan legiun masing-masing.
Nama demi nama telah disebutkan, hingga hanya nama Areez yang belum disebutkan menimbulkan kecemasan tersendiri bagi sang komandan taruna itu.
"Oke apakah masih ada yang belum saya sebutkan namanya?" tanya Kolonel Jova sembari tersenyum.
"Maaf Kolonel. Nama saya belum Kolonel sebut sedari tadi untuk pembagian legiun." ucap Areez sembari mengangkat tangannya.
"Haha oh iya kau benar Areez, kamu ingin masuk ke legiun mana memangnya?" tanya kolonel Jova
"Kemarin saya menulis untuk masuk di Legiun Utara kolonel." ucap Areez dengan tenang. Sementara taruna lain menunggu dengan penasaran kemana Areez sang komandan akan ditempatkan.
"Kamu memang pemanah hebat, tetapi Legiun Utara sudah terlalu penuh dengan pemanah yang jauh lebih hebat dari kamu Areez." ucap kolonel jova menggoda sembari melihat ekspresi Areez selanjutnya.
"Saya siap menerima dimanapun saya ditempatkan Kolonel." ucap Areez tegas.
"Yakin kamu siap ditempatkan dimanapun?" tanya Kolonel Jova memastikan.
"Siap yakin Kolonel." ucap Areez dengan yakin.
"Silahkan kamu masuk ke barisan Legiun Eminent."
Sejenak Areez terbengong mendengar keputusan pembina didik nya itu. Memasuki Legiun Eminent berarti dia harus menguasai ilmu Kavaleri, Artileri Infanteri, Archerion dan Baracuda serta tactical khusus. Walaupun rasa tak percayanya masih belum hilang, segera Areez beranjak dan berbaris di Legiun Eminent yang hanya dia seorang berdiri disitu. Sementara teman-temannya tersenyum bahagia melihat sahabatnya masuk kedalam legiun pilihan, pasukan elite kerajaan.
"Baiklah, setelah ini masing-masing taruna akan dijemput untuk diantar ke pusat pendidikan peminatan masing-masing. Sekian terimakasih." ucap kolonel Jova sembari meninggalkan tempat.
Semua taruna menghambur mengucapkan selamat kepada Areez karena dari lima puluh taruna hanya dia yang berhasil masuk ke Legiun Eminent. Sangat jarang bagi Legiun Eminent mendapatkan taruna. Disamping proses rekruitment yang sulit, standar kelulusan untuk masuk ke legiun ini sangatlah tinggi dan ketat. Tidak hanya kuat fisik yang dibutuhkan, tetapi kecerdasan dan kematangan emosi sangat diperlukan di legiun elite ini.
"Hei sobat selamat ya." Argis memeluk Areez dengan erat.
"Hai terimakasih kawan." Areez mendadak merasakan kehilangan harus terpisah legiun dari Argis setelah sekian tahun mereka hidup bersama.
"Semoga kita sukses di legiun masing-masing." Argis sambil tersenyum.
"Semoga, terimakasih selama ini telah mendukungku," ucap Areez
"Hei aku yang seharusnya berterima kasih. Tanpa kamu mungkin aku masih gagal masuk akademi ini." Argis sambil tertawa
"Semoga ini buka pesan perpisahan ya kawan, aku yakin kita akan menjadi bagian dari kejayaan negeri ini." Areez sembari tersenyum haru.
"Aku sangat senang kalau kau bisa mengunjungiku kelak di Legiun Timur,"
"Kita kan satu Clan sekarang, kita bisa saling mengunjungi," Areez menatap mata sahabatnya dengan heran.
"Kamu tahulah, Legiun Eminent tidak mudah untuk dimasuki. Itulah kenapa aku minta kamu yang harus mengunjungiku hahaha." Argis terkekeh.
"Aku usahakan kawan." ucap Areez dengan senyum.
"Sukses untuk kita." Argis sambil menjabat tangan Areez
"Yah sukses untuk kita," ucap Areez
Akhirnya mereka berpisah untuk menuju Akademi Peminatan Legiun masing-masing. Langkah baru akan segera dimulai. Bagi Areez, masuk ke dalam Legiun Eminent sama sekali tidak ada di pikirannya. Seorang Kapten taruna telah menunggu untuk menjemputnya menuju bangsal taruna Eminent.
"Pasukan Naga ... aku siap."
Areez berucap dalam hati tatkala ia mulai melangkahkan kaki untuk menuju bangsal taruna eminent. Perjuangan yang sebenarnya, baru akan ia mulai di titik ini.