SANG NAGA DITEMPA

1448 Words
Sebuah komplek pendidikan khusus di dalam Akademi Ksatrian adalah tempat bagi taruna untuk belajar sesuai dengan pembagian legiun peminatan. Mereka akan diberi pangkat sesuai lama jenjang pendidikan dan prestasi masing-masing taruna sampai masa training khusus selesai. Komplek Ksatrian Eminent dengan pintu gerbang berlambang Naga emas menyambut mereka berdua. Di area dalam terdiri dari beberapa bangunan besar dan taman-taman yang indah. Fasilitas super mewah disediakan bagi taruna Eminent, karena pada akhirnya hasil dari taruna ini akan menjadi prajurit elite kerajaan.       Memasuki wilayah terdekat dari halaman terdapat sebuah ruangan luas terbuka sebagai tempat berkumpul taruna dalam menyelenggarakan berbagai acara. Berjalan ke area halaman dua terdiri dari bangunan ruang pembelajaran khusus. Ada ruang kelas ilmu pengetahuan umum, ruang kelas ilmu perang, ruang kelas taktikal, ruang kelas teknologi perang, ruang kelas survival, ruang kelas mitigasi, ruang kelas anti teror, ruang kelas ilmu pertahanan, ruang kelas ilmu bahasa, ruang kelas sandi, ruang kelas intelegen, ruang kelas legiun dan ruang kelas ilmu kamuflase.        Sementara di halaman ketiga terdiri dari beberapa lapangan dan tempat latihan fisik yang terdiri dari lapangan menembak, lapangan memanah, lapangan berkuda, lapangan tombak pedang dan kolam renang. Sementara halaman keempat berisi bangunan yang terdiri dari perpustakaan, tempat olah meditasi, ruang rekreasi dan latihan fisik sedang maupun berat. Sementara halaman kelima terdiri dari tempat tinggal para taruna Eminent. Kapten taruna pendamping membawa Areez menuju bangsal taruna Eminent muda dan mengantarnya menuju kamar bernomor tujuh belas. "Hallo Areez, perkenalkan saya Kapten taruna Eminent Jodie Azzan. Selamat bergabung di Legiun Eminent, prajurit kebanggaan Archadia. Ini kamarmu, semua fasilitas dan keperluanmu sudah didalam. Pakaian seragam juga sudah ada didalam. Kalau butuh bantuan atau yang lain nya, kamu boleh menghubungi saya. Kamar saya di nomer 22." jelas Kapten taruna Jodie. "Siap Kapten. Terimakasih sudah repot-repot mengantar saya kesini," Ucap Areez "Jadwal pembelajarannmu sudah ada di meja. Pastikan selalu datang tepat waktu dan nanti saat kau sudah selesai membersihkan diri, segera bergabung untuk makan siang bersama taruna yang lain," jelas kapten Jodie. "Siap Kapten." Areez sembari memberikan hormat. "Kalau begitu saya permisi dahulu." Kapten Jodie menepuk punggung Areez dan meninggalkan nya.        Sementara Areez segera memasuki kamarnya dan bergegas untuk berganti pakaian. Sebuah tanda balok dua berwarna emas tersemat di baju. Itu menandakan bahwa dia adalah seorang Letnan Satu taruna. Areez menghela nafas dalam dan segera dia membersihkan diri untuk bergabung dengan taruna yang lain di aula makan. &&&& Tiga Bulan Kemudian       Pendidikan khusus selama tiga bulan telah Areez lalui di akademi taruna Eminent. Selama masa pendidikan, Areez mampu mempertahankan nilai terbaiknya mengalahkan senior-senior yang telah terlebih dahulu mengenyam pendidikan disitu. Dalam praktik pun, Areez selalu mendapat nilai tertinggi. Tak heran selama tiga bulan pendidikan dia telah berubah pangkat menjadi Kapten taruna.        Beberapa taruna sangat mendukung dengan pemikiran-pemikiran dan terobosan teknologi yang Areez cetuskan. Baik dalam teknologi perang maupun ilmu strategi perang. Beberapa lencana penghargaan atas prestasinya telah tersemat di baju. Namun ada beberapa taruna senior yang mulai tidak menyukai dengan pemikiran dan hasil prestasi Areez. Sore itu Areez sedang bertukar pikiran dengan pembimbing yang sekaligus Areez anggap sebagai kakak sendiri di ruang rekreasi. Segelas jahe hangat menemani diskusi mereka sore itu. "Reez kalau menurut kakak, pemikiranmu tentang strategi Aggashe itu luar biasa. Kalau untuk Eminent mungkin itu mudah dilakukan, karena dalam peperangan pasukan kita bukan yang pertama harus kontak fisik dengan lawan. Tapi lebih diandalkan dengan ini." Jodie sembari menunjuk kepalanya. "Yah aku pikir juga seperti itu kak. Itu berdasarkan pengalamanku survival dulu dalam mencapai kerajaan ini. Dan itu adalah strategi jitu yang telah aku praktikan." Ucap Areez dengan mantap. "Kamu itu hanyalah hawaki sok tau Areez." Kapten taruna Aiden Arnau menyela pembicaraan mereka. "Maksud kamu?" Areez memandang Aiden dengan tatapan tajam. "Yah bualanmu itu hanyalah omong kosong, mencari perhatian para pembimbing saja kau." ucap Aiden dengan pedas. "Hei hentikan omongan seperti itu. Perpeloncohan seperti itu sudah tidak berlaku disini sekarang." Jodie mulai ikut terpancing emosi. "Diam kau Jodie, tahu apa kau." ucap Aiden dengan raut muka mengejek. "Saya kira selama ini calon prajurit Eminent semuanya cerdas. Tetapi sore ini saya salah menilai itu dengan sikap anda yang seperti ini." Areez memandang Aiden dengan tenang. "Maksudmu apa hah hawaki muda?" Aiden mulai terpancing emosi. "Saya lebih suka menunjukan kemampuan diri dengan tindakan nyata untuk berlomba dalam meraih prestasi. Bukan hanya omongan seperti yang anda andalkan Kapten taruna Aiden." ucap Areez tenang. "Kurang ajar kau!" Aiden bersiap melayangkan pukulan ke arah Areez yang masih menatap nya dengan tenang. Kepalan tangan itu segera dicegah oleh genggaman seorang senior Mayor taruna. "Kau ingin berhadapan denganku di sidang kedisiplinan Kapten taruna Aiden Arnau?" ucap Mayor taruna Arsy Oziel yang masih menahan tangan Aiden dan segera melepaskan. Seketika Areez dan Jodie segera bangun dari duduknya dan memberi hormat. "Maaf mayor." ucap Aiden sambil menunduk. "Kembali kamu, saya tidak ingin melihat calon prajurit Eminent arogan seperti kamu," ucap Mayor Taruna Arsy. Aiden pun segera meninggalkan Jodie dan Arsy dengan perasaan geram. "Terimakasih Mayor taruna Arsy Oziel." Areez memberikan hormat. "Arsy, panggil saja aku Arsy. Sepertinya obrolan kalian sedang menarik, bolehkah aku bergabung?" tanya Arsy dengan tersenyum. "Dengan senang hati Mayor, silahkan." ucap Jodie sambil mempersilahkan mayor Arsy duduk. "Aku ingin mendengar pemikiranmu tentang Aggashe tadi Areez." pinta Mayor Arsy. "Baiklah Mayor, dengan senang hati akan saya jelaskan." Areez mulai menjelaskan satu persatu strategi perang Aggashe secara detail. Terlihat Mayor Arsy mengangguk-angguk tanda mengerti dan Kapten Jodie hanya tersenyum melihat Areez menjelaskan dengan antusias. Setelah Areez selesai menjelaskan secara gamblang, dia kembali duduk ditempatnya. "Areez, aku baru pernah mendengar taktik peperangan seperti itu dari seorang taruna muda. Dan hanya kamu aku rasa selama ini yang bisa memberikan terobosan strategi perang yang luar biasa seperti itu. Benar tidak Jod?" Arsy keheranan sekaligus bangga. "Itulah kenapa sedari awal hawaki ini saya lihat, dia berbeda dari yang lain Mayor." Jodie dengan bangga memandang ke arah Areez. "Aku harap saat ujian strategi perang, kamu bisa mempresentasikan strategi ini dihadapan Dewan Penguji Areez, tentunya kalau kau ingin menjadi lulusan terbaik." saran Mayor Arsy sembari tersenyum. "Apakah di negara kalian terdahulu benar-benar belum mengenal strategi perang seperti ini?" tanya Areez heran "Yah aku baru mendengarnya sekarang ini," ucap Arsy "Aku juga Areez," ucap Jodie "Baiklah, terimakasih atas dukungannya Kapten Jodie, Mayor Arsy." Areez tersenyum. "Ngomong-ngomong, saya baru melihat Mayor setelah beberapa hari tidak nampak di Bangsal Ksatrian?" tanya Jodie. "Yah kau benar Jod, aku baru menginjakan kaki disini lagi setelah sibuk membantu persiapan penobatan Putri Mahkota Archadia yang akan dilaksanakan tiga hari lagi," jelas Mayor taruna Arsy. "Putri Adeena kah yang akan menjadi Putri Mahkota Mayor?" tanya Kapten Jodie. "Yah Putri Adeena, jangan tanyakan tentang Putri Kyra. Beliau lebih memilih konsen di pertahanan daripada mengurus kerajaan keseluruhan hahaha." Mayor Arsy sembari terkekeh. "Putri Kyra? Apakah yang mulia Ratu Zaina mempunyai dua putri Mayor?" tanya Areez sedikit kaget. "Apakah selama ini kau tidak mengetahui Areez? Atau kau hanya pura-pura tidak tahu? Kemana saja kau selama ini?" tanya Mayor Arsy dengan heran. "Saya hanya tahu Yang Mulia Ratu Zaina mempunyai Putri Adeena. Mohon maklumi saya Mayor, saya dulu tinggal dipinggiran, jadi saya kurang mengetahui kondisi sekitar Istana. Lagipula selama masa pendidikan, saya tidak pernah keluar gerbang Akademi Ksatrian itu." ucap Areez sembari menunjuk pintu gerbang yang dijaga dua patung Naga. "Haduh Areez, kamu pintar dan cerdas, tapi kamu memang perlu melihat sekeliling Istana agar pengetahuan lapangan kamu bertambah. Putri Kyra itu adik Putri Adeena. Dia seperti hawaki, tapi dia tidak mau mengakui kalau dirinya hawaki haha." jelas Kapten Jodie sembari tertawa. "Putri Kyra lebih berminat di pertahanan negara Areez, dia sering ikut latihan gabungan. Beda sekali dengan Putri Adeena yang lembut dan anggun, serta lebih menguasai manajemen dan tata kelola kerajaan. Tidak salah Ratu Zaina memilih Putri Adeena sebagai Putri Mahkota. Dan jangan heran jikalau besok kamu sudah resmi bergabung di legiun, kamu akan sering melihat Putri Kyra ikut latihan gabungan dengan kita-kita haha." jelas Mayor taruna Arsy. "Wow hebat yah, yang satu kuat di hard skill dan satunya kuat di soft skill. Betapa luar biasanya kerajaan ini dimasa yang akan datang," ucap Areez "Nah besok kau libur kan? Ikutlah denganku untuk pesiar dan persiapan pengamanan. Akan ada banyak tamu undangan datang untuk menghadiri penobatan putri pasti membutuhkan tenaga pengamanan berlebih." ajak Mayor taruna Arsy. "Siap Mayor, saya akan sangat senang sekali." ucap Areez bersemangat "Saya boleh ikut juga Mayor?" tanya Kapten Jodie tak kalah semangat. "Boleh lah, besok aku bikinkan surat tugas untuk kalian berdua sampai hari penobatan tiba." Mayor taruna Arsy tersenyum. "Siap! Terimakasih Mayor." ucap Areez dan Jodie bersamaan. "Baiklah, aku akan kembali ke bangsal. Terimakasih untuk obrolan yang sangat berkualitas ini. Jangan lupa kalian beristirahatlah." ucap mayor Arsy sembari menepuk punggung Areez "Siap mayor! Selamat beristirahat." ucap Areez dan Jodie bersamaan. Malam itu mereka melanjutkan obrolan tentang kerajaan Archadia beserta masalah-masalahnya, hingga tak terasa waktu mendekati larut malam.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD