PEMBARETAN

762 Words
Suara musik marching band terdengar nyaring memenuhi lapangan utama Akademi Ksatrian Archadia pagi itu. Sebuah panggung besar telah berdiri di tengah lapangan yang diperuntukan untuk tamu undangan di upacara pembaretan. Para taruna yang akan dibaret telah berbaris rapi sesuai urutan Legiun. Areez dan Argis kembali bersua setelah enam bulan lamanya tidak bertemu dikarenakan mereka sudah berbeda Legiun. Untungnya barisan Legiun Areez dan Argis bersebelahan sehingga mereka bisa mencuri waktu luang untuk mengobrol sejenak.       Beberapa Perwira Tinggi telah hadir di panggung. Suara terompet terdengar tiga kali berbunyi, menandakan yang Mulia Ratu Zaina akan segera hadir di lapangan akademi. Terlihat Ratu Zaina memasuki area panggung beserta Putri Mahkota Adeena, Putri Kyra dan beberapa pengawal pribadi mengiringi nya. Komandan upacara memberikan komando untuk bersiap dan upacara pembaretan segera dimulai. Ratu Zaina memasuki mimbar, berdiri sebagai pembina upacara. "Kepada nama yang akan dipanggil dimohon maju kedepan sebagai perwakilan taruna dalam upacara pembaretan. Yang pertama Mayor taruna Areez Mattea dari Legiun Eminent dan Kapten taruna Siera Aldino dari Legiun Utara. Keduanya Dipersilahkan untuk maju kedepan," Ucap protokoler.       Areez dan Siera segera maju ke depan mimbar pembina. Jantungnya berdegub karena setelah acara ini selesai maka babak baru kehidupan yang sebenarnya akan dimulai. Areez berseragam warna merah maroon dan Siera berseragam warna kuning. Ratu Zaina mendekat ke arah mereka berdua dan segera mengganti tanda pangkat Melati tiga berwarna emas di bahu Areez dan melati satu berwarna emas di bahu Siera.       Tanda kecakapan dan kalung penghargaan disematkan oleh Ratu dan baret taruna yang masih terpakai diganti dengan baret legiun masing-masing. Setelah selesai pemasangan baret, Ratu Zaina menyerahkan sertifikat kelulusan dan tongkat komando ke mereka berdua. Setelah berjabat tangan Ratu kembali ke atas podium. "Dengan dilaksanakan pembaretan yang diwakilkan kepada Kolonel Eminent Areez dan Mayor Archeri Siera, maka pembaretan terhadap lima puluh taruna telah resmi dilaksanakan." ucap protokoler disertai bunyi suara tembakan meriam sebanyak lima kali. "Untuk selanjutnya, Yang Mulia Ratu Archadia dimohon untuk memberikan pesan kepada prajurit baru Kerajaan Archadia." Ratu Zaina tersenyum, menatap prajurit baru Archadia yang masih bersemangat dan terlihat tangguh. "Selamat pagi," ucap Ratu Zaina "Semangat pagi!" ucap seluruh prajurit baru "Hari ini kita patut berbangga dan berpuas diri karena Archadia mendapatkan parajurit muda yang tangguh dan siap mempertahankan kedaulatan Archadia dari apapun. Dan hari ini juga kita mendapatkan sebuah pelajaran berharga dimana jika kalian bersungguh-sungguh mengabdikan diri untuk negeri ini, maka negeri ini akan menghargai jasa kalian. Ada seorang hawaki yang terlalu spesial menurut saya pribadi. Dia berasal dari pinggiran dan biasa saja. Tapi kecintaannya terhadap kerajaan ini sungguh sangatlah besar. Saya kira kalian pernah mendengar hawaki yang menyelamatkan Putri Mahkota Adeena dari serangan kaum Odd? Dia mengalahkan lima belas kaum Odd yang terkenal bengis sendirian." Ratu Zaina mengamati wajah para prajurit baru. Sementara Areez memandang lurus kearah Ratu Zaina yang sangat bangga melihat dirinya hari ini. "Apakah kalian tahu siapa hawaki itu?" tanya Ratu Zaina lanjut. Para prajurit baru menggelangkan kepalanya, hanya Areez dan Argis yang terdiam mendengar pernyataan sang Ratu. "Dia adalah teman kalian sendiri. Dia yang baru saja berdiri didepan kalian, lulus sebagai prajurit taruna berprestasi dan berhasil masuk di satuan khusus. Kolonel Eminent Areez Mattea." ucap Ratu sambil tersenyum yang sontak membuat semua prajurit dan perwira tinggi melihat ke arah Areez. Sementara Putri Mahkota Adeena dan Putri Kyra hanya tersenyum geli melihat ekspresi para prajurit baru itu. "Disamping itu, hawaki muda ini menyelamatkan saya dari p*********n di hari penobatan Putri Mahkota. Dia hawaki biasa saja yang selalu mencoba menjadi luar biasa. Kita semua patut berbangga Archadia mempunyai prajurit seperti itu. Jenderal Ivonne kemarin melaporkan, bahwa Kolonel Areez menemukan taktik perang jitu yang belum ada selama ini. Taktik perang Aggashe yang semoga bisa diaplikasikan dalam seluruh satuan pertahanan negeri ini. Oleh karena itu kerajaan akan memberikan tanda jasa Astara Maretta, tanda jasa Astara Algerio dan tanda jasa Astara Evander sebagai penghargaan atas bentuk baktinya terhadap kerajaan sebagai prajurit yang cerdas, berani dan kuat." ucap Ratu Zaina yang disambut dengan gemuruh tepuk tangan yang memenuhi lapangan utama.       Areez masih terlihat syok dengan apa yang baru didengar. Mendapat tiga bintang penghargaan sekaligus sebagai prajurit baru adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi di Archadia. Areez melangkahkan kakinya kedepan mimbar dan Ratu Zaina segera memasangkan lencana dan kalung penghargaan kepadanya. Diakhiri dengan jabat tangan, Areez kembali kedalam barisan.       Upacara pembaretan telah selesai. Berakhirnya upacara pembaretan adalah titik dimana dimulainya tugas baru sebagai Ksatria Archadia. Ucapan selamat dan pujian mengalir deras kepada Areez. Entah kata apa yang harus dia ucapakan selain kata terimakasih atas dukungan semua teman-temannya. Mereka pun membubarkan diri untuk segera bergegas menuju Legiun masing-masing. Hari ini adalah hari pembaretan sekaligus hari pertama mereka memulai bekerja.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD