Kerjasama

1855 Words

“Benar?” tanya Ibu Rindiani, memastikan apa yang didengarnya tidak meleset. Ia berbaring setengah miring di ranjang, bantal disusun rapi menopang punggungnya, selimut tipis menutup hingga d**a. “Kamu akan menikah dengan Marsha?” Kalandra duduk di sisi ranjang, punggungnya tegak, kedua tangannya bertaut di paha. Ia mengangguk pelan. “Iya, Bu. Marsha mau. Saya menikahinya.” Nada suaranya tenang, seolah melaporkan sesuatu yang sudah diputuskan di meja rapat. “Puji Tuhan,” ucap Ibu Rindiani cepat, matanya berbinar. “Akhirnya kamu bicara juga soal masa depan. Kalau Ibu yang dorong, susah sekali. Padahal apa salahnya kalian memutuskan ini sejak lama. Toh Marsha juga sering datang ke apartemen kamu ‘kan?” “Bu… memang harusnya begitu.” Ibu Rindiani berdecak. “Oke, sekarang bilang ke Ibu mau pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD