Takdir yang Mengikat

2048 Words

Marsha menghela napas ketika kembali mendapatkan pesan dari atasannya untuk kembali mencari liputan tentang alam yang rusak. Ia paham benar maksud itu, mengangkat kerusakan berarti mendorong kesadaran, menekan kebijakan agar bergerak lebih cepat. Hanya saja, tubuh dan kepalanya meminta jeda. Ada lelah yang tidak bisa disembuhkan dengan kopi atau catatan lapangan. Ada rindu yang ingin disandarkan pada pelukan, ingin dimanjakan tanpa agenda, ingin menangis tanpa harus menjelaskan apa pun. Tapi kepada siapa? Mamanya sedang sakit, Marsha menolak menambah beban di pundak yang sudah ringkih. Kalau dulu ada Mas Arvino yang selalu peluk pas aku capek. Sekarang…..? Ia menoleh ke dinding café. Di sana, foto Kalandra berdiri gagah, dipasang Ibu Rindiani untuk mengisi ruang yang kosong, kata beliau.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD