Penguasa Lautan

1884 Words

Di sebuah pangkalan operasi militer terpadu yang tersembunyi di pinggiran Merauke, pagi bergerak tanpa suara. Tidak ada hiruk-pikuk kota, tidak ada klakson, hanya deru mesin yang sesekali melintas, langkah sepatu lars di atas beton, dan dengung kipas besar yang berputar lambat di langit-langit. Pukul sepuluh lewat sedikit. Marsha terlelap di sebuah ruang istirahat personel, ruangan sederhana dengan ranjang lipat militer, dinding abu-abu kehijauan, satu meja besi, dan jendela kecil berjeruji yang menghadap landasan belakang. Pendingin ruangan berdengung konstan. Selimut tipis menutup tubuhnya hingga d**a. Rambutnya terurai tak rapi di bantal, napasnya berat dan teratur, sisa obat tidur masih bekerja. Di luar ruangan itu, pangkalan hidup dengan ritmenya sendiri. Bendera merah putih berki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD