Keheningan pecah begitu Ayunda tiba. Gadis itu dengan semangat dan binar bahagia di matanya kembali menjatuhkan diri di sisi Khairan. Sempat Ayunda dipenuhi kekesalan karena perintah Zahra, namun bagaimanapun juga, tantangan sang ibu berhasil ia taklukkan. Ibunya menyuruh Ayunda kembali ke asrama, padahal gadis itu tahu Khairan akan makan malam bersama mereka. Jalan paling menguntungkan bagi Ayunda adalah menyelesaikan murojaah berpasangan secepatnya dan menikmati sisa waktu keberadaan Khairan hari ini. “Kau benar-benar mempermalukan dirimu sendiri, Ayunda,” tegur Zahra kesal. Niatnya sengaja memisahkan sang putri dari godaan, tapi malah gadis itu susah payah menuruti nafsunya saja. “Zahra...” lerai Zulhan, menggeleng kepada istrinya. “Biarkan dia makan.” Ayunda pun gegas menimba nas

