Ayah dan putrinya

1367 Words

Hari ketiga setelah kencan manis mereka, Ayunda menunggu. Pola yang selama ini terjalin begitu kuat. Tiap tiga hari sekali, Khairan akan mengunjungi rumah orang tuanya, tak peduli hari apa. Jadi Ayunda pun mempersiapkan diri. Belajar dari yang sudah berlalu, ia kali ini harus tampil lebih baik, tanpa keringat atau bau badan, dengan wajah lebih segar, dan siap meninggalkan kesan manis untuk dibawa pulang suaminya. Ayunda bahkan sudah siap jika salah satu temannya atau Ustazah akan memberitahu kabar dari Zahra. Namun, sayang, hingga sore menjelang, penantian Ayunda sia-sia. Magrib dan murajaah berpasangan sudah terlewati. Raut masam terpancar sepanjang sisa hari Ayunda. "Ustazah Zahra memintamu pulang," sapa seorang teman kepadanya. Ayunda mengerjap dari buku pelajarannya. Tak lama kem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD