Lain kali

1232 Words

Siang itu, saat jam istirahat dimulai Ayunda menghabiskan waktu lebih lama di depan cermin kamarnya, di rumah utama. Meski pagi terbangun dengan mata bengkak dan kepala pening, semangatnya terangkat saat mengingat Khairan akan datang. Gadis itu mengganti gamis berwarna pastel yang lembut, memoles wajahnya dengan riasan tipis agar terlihat segar dan rapi. Ayunda bahkan menyemprotkan sedikit parfum beraroma lembut demi membuat pertemuan mereka berkesan. Akan tetapi, ucapan Khairan malah membuatnya tersentak, sangat berseberangan dari apa yang ia ketahui semalam. "Umma bilang kau sibuk, jadi tak bisa datang kemarin." Khairan diam, sekalipun ekspresi menyelidik Ayunda terus mengikuti gerak-geriknya. Khairan tidak pernah sibuk jika itu untuk pertemuannya dengan Ayunda. Sehari setelah kencan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD