Suara ketukan pintu kamar membangunkan Marcel yang masih tertidur pulas. Dengan Rere di dalam pelukannya. Rasa malas untuk bangun apa lagi melepaskan sang istri dari pelukannya, langsung ia tepis. Saat mengingat hari ini Melisa akan menikah. Perlahan, Marcel melepaskan Rere dan menyelimuti istrinya itu kembali. Sebelum beranjak, ia menyempatkan diri untuk mencium bahu sang istri. Membuat Rere sedikit menggeliat sebelum kembali tidur. Setelah mengenakan kembali pakaiannya, Marcel segera beranjak untuk membuka pintu. "Ada apa, Sa?" ucapnya. Begitu pintu kamar tersebut terbuka, dan menampakkan Melisa di depan pintu. Melisa tersenyum menggoda saat bersitatap dengan Marcel. Dari air wajah kakaknya itu, masih dalam keadaan mengantuk berat. Wajar saja. Marcel dan Rere baru tidur pukul tig

