Ungkapan Pertama

1306 Words
Farzan heran, ketika didekati, Nayra selalu menghindar. Dia seperti menjauh. Bukan hanya menjauhinya, tapi menjauhi semua pria yang mencoba mendekatinya. "Nayra Reyhannisa Faza. Aku mencintaimu. Maukah kamu menjadi pacarku?" Farzan memperhatikan seseorang yang sedang menyatakan Cintanya pada Nayra dikampus. Banyak mata yang melihatnya. "Kak malik. Apaan sih." Ucap Nayra. Pria yang bernama malik itu membungkuk dan mengerahkan buket bunga mawar merah. "Jawab pertanyaanku, Nay. Kamu mau kan, jadi Pacarku.?" Ucap Malik. Sebenarnya Farzan sangat kesal karena Malik mencoba mendekati Nayra. "Maaf kak. Aku gak bisa. Aku gak pacaran dan gak akan pernah pacaran. Sekali lagi aku minta maaf. Aku gak bisa jadi pacar kakak." Nayra segera pergi meninggalkan Malik yang terpaku Sendiri. Sedangkan Farzan, dia tersenyum. Tersenyum karena Nayra telah menolak pria yang baru saja menembaknya. "Sudah berapa banyak Pria yang kamu tolak?" Suara Farzan mengagetkan Nayra. Sejak kapan, Farzan berada dibelakangnya? "Kak Farzan, kok bisa ada disini?" Tanya Nayra. Farzan menunjuk spanduk besar yang berdiri didekat halaman Kampusnya. Spanduk itu bertuliskan seminar yang wajib diikuti oleh semua Mahasiswa Kampus. "Apa ada hubungannya sama kakak?" Tanya Nayra. "Aku yang ngisi acaranya." Nayra mengerti. Dia pergi dan terus melangkah. Farzan masih setia mengikutinya dibelakang. "Kamu belum jawab pertanyaanku." Nayra menghela nafas. "Semua cowok yang nembak aku selalu aku tolak,kak. Aku udah lupa, berapa kali aku menolak pria " jawab Nayra. "Apa kamu juga akan menolakku jika aku yang melakukannya tadi?" Tanya Farzan. Nayra berhenti. Dia berbalik dan menatap Farzan sekilas. "Aku sudah bilang. Aku akan selalu menolak seseorang yang hanya ingin mengajakku pacaran saja. Walaupun itu kakak. Aku akan tetap menolaknya. Prinsipku aku pegang teguh. Aku gak mau pacaran." Ucap Nayra tegas. Nayra segera masuk keruangannya. Sementara itu, Farzan hanya tersenyum melihat sikap Nayra yang terlihat gugup. "Aku yakin, kamu juga merasakannya Nay." Batin Farzan. •• Nayra lega. Setidaknya, Farzan sudah tidak mengejarnya lagi. Setiap kali dia didekat Farzan, keringat dinginnya mulai menetes. Dia gugup dan juga malu. "Apa yang dimaksud kak Farzan, tadi? Kenapa dia bilang kalau seandainya dia yang tadi menembakku? Apa maksudnya?" Nayra jadi salah tingkah. Brak... Zayra memukulkan tangannya dimeja Nayra. Nayra kaget dan langsung meninggalkam lamunannya. "Zayra, ngagetin aku." Kata Nayra. "Biarin, ah. Habisnya kamu ninggalin aku. Aku kan pengen nebeng kamu?" Kata Zayra. "Gak ah. Pokoknya kamu jangan nebeng aku lagi." Suruh Nayra "Kenapa? Mama marahin kamu lagi ya?" Tanya Zayra. Nayra diam. Tidak tahu harus berkata apa lagi. "Oh, iya Zay. Kamu tahu gak? Kak Farzan yang ngisi seminar nanti siang." Mendengar Nama Farzan, Zayra langsung lupa dengan pertanyaannya. "Oh, iya? Bakalan seru nih." Akhirnya mereka membahas tentang seminar yang akan diadakan nanti siang. Seminar mengenai Direktur yang sukses diusia Muda. •• Seminar dimulai. Banyak sekali yang duduk dihamparan terpal dihalaman kampus yang begitu luas itu. Farzan duduk didepan bersama dua orang. Salah seorang pemuda memulai kata-katanya. "Seperti yang kita ketahui, saudara Farzan Reyhan Shakeil ini adalah seorang Direktur muda. Diusianya yang baru 27 tahun ini, dia sudah berhasil memiliki 10 perusahaan besar." Kata moderator. Farzan mengambil mikrofon. "Maaf, saya hanya punya sembilan perusahaan." Katanya "Bukannya disebuah majalah tertulis sepuluh perusahaan, pak." Tanya sang moderator "Yang satu lagi adalah perusahaan ayah saya. Sebenarnya, tanpa satu perusahaan itu, saya tidak akan pernah memiliki kesembilan perusahaan lainnya. Sejatinya, perusahaan itu bukan milik saya. Tapi milik orang tua saya." Semua bertepuk tangan atas jawaban Farzan. "Bagaimana anda memulai semuanya?" Farzan tersenyum. Sambil melirik kearah seseorang yang duduk dipojok. "Saya memulainya dari satu perusahaan. Mengelolanya. Dan tanpa saya sadari, tiba-tiba sudah menjadi sembilan saja." Ucap Farzan. Semja tertawa mendengar celotehannya. "Perusahan pertama ayah saya, semula hampir bangkrut. Lalu saya memulainya dari awal. Saya tak pernah menyerah, terus berusaha dan jadilah seperti sekarang ini." Salah seorang dari mahasiswa mengangkat tangan hendak bertanya. "Bagaimana cara anda agar bisa sukses?" Tanya mahasiswa itu. "Yang Pertama adalah Kemauan. Yang kedua adalah tekad. Yang ketiga adalah Usaha dan yang terakhir adalah Tawakkal. Untuk mencapai kesuksesan , yang Pertama dibutuhkan adalah Kemauan. Kemauan dalam artian keinginan untuk sukses. Jika tidak ada kemauan maka tidak akan Pernah ada kesuksesan. Yang kedua adalah tekad. Jika sudah ada kemauan, maka akan ada tekad yang selalu mengikutinya. Jangan takut untuk maju. Tekad kuat yang akan mengantar menuju kesuksesan. Setelah itu, barulah berusaha. Berusaha melakukan dan menemukan cara untuk Sukses. Yang terakhir, adalah tawakkal. Ada yang tahu artinya tawakkal.?" Tanya Farzan. Nayra mengangkat tangan. "Silahkan saudari Nayra." Ucap Farzan. "Tawakkal adalah menyerahkan semuanya pada Allah. Tentu saja itu semua setelah ada Usaha " kata Nayra. Semua bertepuk tangan. "Ya, benar sekali. Setelah itu, kita hanha akan menunggu hasil. Karena Proses takkan pernah menghianati hasil." Kata Farzan. Zayra yang duduk dekat Nayra terkagum-kagum mendengar penjelasan Farzan. Selain tampan, lelaki itu adalah lelaki cerdas . Siapa yang tak suka padanya? Semua kaum hawa mendambakannya. •• "Nayra, tunggu ..!!" Farzan memanggil Nayra. Nayra berhenti sejenak. Menoleh dan memandang Farzan sekilas. "Aku mau ngomong sama kamu." Ucap Farzan. Terlihat sangat serius dan begitu tegang. "Ngomong aja kak." Suruh Nayra "Aku cinta sama kamu. Sejak tiga bulan yang lalu. " Ucap Farzan tercekat. Begitu sulit rasanya mengungkapkan kata itu. Nayra diam. Tak tahu harus berkata apa. Dia bingung dan begitu terkejut. "Kak Farzan. Aku kan sudah bilang. Aku gak mau pacaran. Aku gak bisa. Lagipula, kak Farzan terlalu sempurna untukku. Aku hanya gadis biasa." Jawab Nayra lalu pergi. Dia pergi dengan tangis. Rasanya tak percaya jika seorang Farzan mengatakan cinta untuknya. Farzan mengejar Nayra, mensejajarkan posisinya. "Dengarkan aku Nayra, aku tidak mencari seorang Pacar, aku mencari seorang Istri. Apa kamu mau jadi istriku?" Tanya Farzan. Nayra semakin menangis. Dia terharu sekaligus bingung. "Jawab pertanyaanku, Nay. Aku akan melamarmu. Aku janji, akan membawa kedua orang tuaku kerumahmu." Ucap Farzan. "Aku bingung kak. Ini terlalu cepat." Ucap Nayra. "Aku mau bertanya padamu. Apa kamu juga mencintaiku?" Farzan menatap Nayra. "Aku,.. sebenarnya aku. Aku juga suka sama kakak." Jawab Nayra kikuk. "Alhamdulillah. Berarti itu artinya kamu menerimaku. Akhir minggu ini, akan kubawa kedua orang tuaku untuk melamarmu." Kata Farzan. Nayra semakin Bingung. Haruskah dia menolak? Padahal Perasaannya juga menginginkan semua ini. Farzan mengeluarkan sebuah kotak cincin , dan membukanya. Terlihatlah sebuah Cincin dengan permata biru. Cincin yang begitu Indah. Tentu saja cincin berlian dan harganya pasti mahal.  "Tolong terima ini. Aku tidak mau kamu menganggap aku hanya berbohong dan memberi harapan palsu untukmu. Aku sungguh ingin menjadikanmu istriku." "Tapi, cincin ini terlalu mahal untukku, kak." Kata Nayra. "Terimalah, jika kamu tak mau memakainya, aku akan kecewa." Nayrapun mengambil cincin itu. Tapi dia belum memakainya. Hanya terus memegangnya saja. Farzan mengambil cincin itu dan memasangkannya dijari manis Nayra. "Kak Farzan. Kakak megang tangan aku." Kata Nayra. "Kamu kelamaan sih. Jadinya, aku gak sabar." Kata Farzan. Nayra diam melongo. Tanpa tahu harus berkata apa. •• Zayra sedang memandangi bulan dari atas balkon kamarnya. "Aku cinta kamu, Farzan Reyhan Shakeil." Kata Zayra. "Shakeil? Mama sepertinya tahu nama akhiran itu " ternyata mamanya tahu kalau Zayra tengah meneriakkan nama itu. Dia malu dan pipinya bersemu merah. "Mama, kapan mama ada disini?" Tanya Zayra. "Sejak kamu senyum-senyum gak jelas." Kata Bu Mirza. "Zayra jadi malu, ma." Kata Zayra. "Kamu kan anak kesayangan mama. Gak perlu malu. Mama kan harus tahu semua tentang kamu." Kata Bu Mirza. "Sebenarnya Zayra lagi suka sama seseorang. Dia tampan, terus berwibawa. Apa lagi dia itu tipe pria idaman ma." "Siapa namanya?" Tanya Bu Mirza. "Farzan Reyhan Shakeil." Bu Mirza langsung mengenali siapa dia. "Mama tahu, dia anak dari keluarga Shakeil. Dia seorang pengusaha sukses dan sudah mempunyai sepuluh perusahaan diusianya yang ke dua puluh tujuh tahun." Zayra takjub mendengar ucapan mamanya. "Mama, kenapa tahu?" Kata Zayra "Pak Shakeil itu dulu rekan bisnis papa kamu." Kata bu Mirza. "Tapi Zayra gak tahu, ma. Dia suka sama Zayra apa enggak." Kata Zayra "Tenang aja, dia pasti suka sama kamu. Sipa sih yang bisa nolak anak keluarga Mirza. Sudah cantik dan pintar pula." Mamanya membanggakan putrinya itu. Zayra memeluk mamanya. Berharap apa yang diucapkan mamanya itu benar dan nyata.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD