Hans termenung, dadanya berdebar kencang, kata-kata itu terus berputar di kepalanya hingga suara-suara di sekitarnya seakan meredam. "Mas," panggil Hana seraya menyentuh tangan suaminya. Hans tersentak dan langsung mengalihkan pandangannya ke orang di hadapannya. "Kamu nggak apa-apa?" tanya Hana dengan raut wajah khawatir. "I-iya ... Aku nggak apa-apa kok," jawab Hans gelagapan lalu menelan ludahnya. Dahi Hana mengernyit seolah curiga. "Jadi dia bilang apa, Mas?" "Hmm ... Bukan apa-apa." Hans dengan cepat menyimpan kembali ponselnya. "Hanya kata-kata nggak bermutu," sambung Hans seraya mengalihkan pandangannya seraya membasahi bibirnya. Hana menangkap ada yang berbeda dari gerak-gerik suaminya setelah membaca pesan tersebut, raut wajahnya berubah, bahunya menegang bahkan ia tidak bis

