“Relung, bangunin Mas Antara, gih. Ibu masih nyiapin sarapan⸻” “Pagi semua,” sapa Antara yang seketika memotong pembicaraan Dewi, ibunya. Tidak hanya Dewi, Gio dan Relung si bungsu yang baru menghadiri ruang makan pun juga terperangah menyaksikan keberadaan Antara pagi itu yang sudah rapi bersiap untuk berangkat kuliah. Karena biasanya, Antara adalah orang yang bangun paling terakhir dan memiliki prinsip pantang bangun sebelum pintu kamarnya digedor atau didobrak paksa, bahkan disiram air sedingin es ke sekujur tubuhnya. “Bu, anak kita yang satu ini lagi sakit panas, ya?” tanya Gio. Dewi memberi gedikan bahu pada suaminya, sambil menyajikan santapan pagi mereka. Nasi goreng seafood. “Anak kamu juga, lho, Mas. Dia aneh begitu pasti nurunin sifat kamulah.” “Bagus kalau gitu,” sahut Gio

