Ex Husband 5

1015 Words
"Hallo, Aunty Wulan!" Seru Galaxy begitu dirinya mengangkat panggilan video dari Wulan. "Hallo, gantengannya Aunty. Gimana sekolahnya? Apa Gala sudah punya banyak teman, hm?" Tanya Wulan penuh perhatian. "Sudah dong Aunty, teman Gala ada banyak sekali. Nanti, kalau Aunty kesini Gala kenalin sama teman-teman Gala ya?" Ucapnya dengan begitu polos. Meskipun Gala mewarisi sikap sang Ayah, namun dia tetap memiliki jiwa sosialisasi yang dibangun oleh sang Ibunda, Sekar. Juga peran Anrez yang membuat Gala bisa berbaur dan humble kepada teman sebayanya. "Wah, Aunty gak sabar pengen kenal sama teman-temannya Gala!" Seru Wulan. "Kapan Aunty ke Jakarta, ketemu sama aku, Mama, juga Ayah?" Tanyanya pada Wulan. Terlihat Wulan seperti tengah berpikir dari layar ponsel. "Nanti Aunty kesana, ketemu sama Gala, Mama, juga Ayah. Sekarang sudah malam, Gala tidur. Besok kan harus sekolah!" Ucap Wulan penuh kelembutan. Sekar yang memegangi ponsel sedari tadi hanya tersenyum melihat interaksi antara putranya dan sahabatnya ini. Gala memasang wajah imut dan menggemaskannya, membuat Wulan benar-benar gemas dan ingin sekali mencubit manja kedua pipi bocah kecil itu. "Ya sudah, Gala tidur duluan ya, Aunty!" Pamitnya kepada Wulan. "Dadah Aunty Wulan!" Sambungnya seraya melambaikan tangan pada Wulan. Setelah itu barulah Gala berpamitan kepada sang Mama, Sekar. "Gala tidur duluan ya, Ma. Mama jangan malam-malam tidurnya!" Pesan anak laki-laki itu kepada sang Mama. "Aunty, jangan ajak Mama ngobrol lama-lama ya?" Kini bocah itu berpesan kepada Wulan. Wulan tersenyum dari layar ponsel dengan tangan yang disimpan di depan kening seperti tanda hormat. "Siap bos kecil!" Jawab Wulan. "Mama nggak akan lama kok ngobrolnya" kata Sekar kepada Galaxy. Sekar mencium kening Gala, "good night jagoan Mama!" Ucap Sekar. Gala pun berjalan menuju kamarnya, meninggalkan Sekar yang masih melakukan panggilan dengan Wulan. Setelah Sekar memastika jika Gala sudah berada di dalam kamarnya, dan pintu kamar Gala pun tertutup, barulah Sekar memulai obrolannya dengan Wulan. Karena dia ingin menceritakan perihal dirinya yang bertemu dengan sang mantan suami yang sialnya menjadi CEO di kantor tempatnya bekerja. "Lan, gue ketemu sama Devan!" Ucap Sekar yang tentu saja membuat Wulan terkejut mendengarnya. "Are you okay?" Tanya Wulan pertama kali ketika mendengar bahwa sahabatnya ini bertemu dengan mantan suaminya. Nampak wajah Sekar yang berubah menjadi lebih sendu, dan tersirat sedikit rasa kecemasan dalam wajahnya. "Ja!" Panggil Wulan membuat Wulan terus menatap iris mata Senja dari layar ponsel. Sekar hanya terdiam, membuat Wulan merasakan kecemasan dalam hatinya, melihat sahabatnya seperti itu membuatnya tidak tenang. Karena Wulan tahu bagaimana perjuangan Sekar dahulu, ketika dia berjuang untuk mengobati luka hatinya, dan juga berjuang melahirkan Gala seorang diri tanpa adanya sosok sang suami yang mendapingi, disaat Sekar harus berjuang melahirkan Gala dengan nyawa taruhannya. Dan juga setelahnya Sekar harus berjuang untuk membesarkan Gala, tanpa sosok sang suami disampingnya. Dan satu hal lagi, Gala yang tumbuh besar tanpa adanya sosok sang Ayah kandung disisinya, tanpa kasih sayang dari sosok sang Ayah. Meskipun ada sosok Anrez diantara Sekar dan Gala, tetapi tetap saja Gala membutuhkan sosok Ayah kandung disampingnya yang selalu ada setiap saat, dan selalu menemani Gala. "Kapan lo ketemu dia?" Tanya Wulan pada Sekar. "Kemarin di kantor" "What! Di Kantor, bagaimana bisa?" Kaget Wulan begitu mendengar jika pertemuan kembali antara Sekar dan Devan di kantor tempat Sekar bekerja. "Dia client di kantor lo atau jangan-jangan dia?" Ucapan Wulan pun terhenti seraya menatap penuh pada Sekar. Sekar menatap balik Wulan dengan kepala yang dia anggukan tipis. "Sesuai dugaan lo" sahut Sekar santai. "Demi apa lo?" Kaget Wulan dengan kedua mata yang dia bulatkan, menandakan bahwa dia benar-benar merasa terkejut dan tidak percaya dengan semua ini. "Gue gak pernah tahu nama perusahaan Dia dahulu, gue gak pernah tahu tentang dia, apa pun itu, gue nggak pernah tahu Lan. Dan ternyata perusahaan yang menjadi tempat gue bekerja selama ini, itu adalah perusahaan keluarga Devan!" Ucap Sekar yang tidak mengerti dengan skenario dari pertemuannya kembali dengan mantan suaminya. "Kar, gue tahu ini pasti berat banget buat lo. Setelah sekian lama lo berjuang untuk lupain masa lalu lo, berjuang untuk tidak kembali mengingat kenangan pahit itu, dan sekarang tanpa lo sangka-sangka, dan lo duga. Lo kembali dipertemukan sama Devan, itu pasti berat banget buat lo, dan terurama buat Galaxy, jika dia tahu kalau Ayah kandungnya saat ini sudah sangat dekat keberadaannya dengan kalian berdua" ucap Wulan panjang lebar. "Tapi, gue tahu dibalik semua itu ada sosok Sekar yang kuat dan tidak mudah tertindas seperti dulu lagi, demi masa depan lo juga Galaxy!" Sambung Wulan. Apa yang dikatakan oleh Wulan itu benar, dan tentu saja membuat Sekar merasa memiliki kekuatan kembali setelah dia menceritakan apa yang tengah dia rasakan kepada sahabatnya ini. Satu-satunya orang yang dekat dan selalu ada untuk Sekar adalah Wulan, dan tentu saja Anrez. Hanya saja jika kepada Wulan, Sekar bisa menceritakan apa pun itu tanpa adanya kecuali, tetapi kepada Anrez, Sekar tidak bisa seterbuka seperti kepada Wulan. Mungkin, karena Anrez adalah seorang pria, yang membuat Sekar merasa ada ketidak nyamanan. Jadi, tidak semua hal bisa Sekar ceritakan kepada Anrez. "Bagaimana jika suatu saat nanti Gala bertemu dengan Devan, Lan?" Tanya khawatir Sekar, sungguh itulah yang Sekar khawatirkan saat ini. Bagaimana jika Devan bertemu dengan Galaxy dan melihat wajah Galaxy yang begitu mirip dengan Devan. "Apa yang lo khawatirin, toh pria itu tidak mengetahui jika Galaxy itu anaknya kan" sahut Wulan. "Lan, ayolah please. Semua orang akan tahu jika melihat wajah mereka yang begitu mirip, tanpa diberikan pengumuman pun mereka akan tahu sendiri jika Galaxy dan Devan memiliki hubungan darah" Wulan terlihat nampak berpikir, mencerna setiap ucapan yang Sekar ucapkan. "Apa yang lo khawatirin kalau Devan tahu jika Galaxy adalah anaknya?" "Gue hanya takut Devan akan menjauhkan gue dari Galaxy, gue gak bisa jika harus berada jauh dari Galaxy. Galaxy adalah hidup gue, Lan. Gue gak akan pernah rela jika ada yang menjauhkan gue dari Galaxy" jawab Sekar dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca. Wulan menarik nafasnya, lalu menghembuskannya kembali. Dia merasakan perasaan Sekar yang sangat begitu khawatir dan takut jika ada yang memisahkan dirinya dengan Galaxy, putra semata wayangnya. "Gue gak akan pernah biarin Devan tahu kalau Galaxy itu adalah anak kandungnya, darah dagingnya. Gue gak mau Galaxy merasakan sakit seperti apa yang gue rasakan dulu, karena Devan!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD