Bab 6

302 Words
Sementara para siswa heboh dengan tindakan Zakaria, dari kejauhan, seorang siswa laki-laki dengan baju seragam sekolah dan sepasang sarung tangan berlambangkan huruf F dibagian telapaknya melihat Zakaria dengan sorotan tajam. Orang itu bertepuk tangan sekali saja ketika melihat tindakan Zakaria menolak Anisa. Dia tampak seperti seorang penonton sepakbola yang senang saat timnya masuk gol, namun itu hanya disiratkan dalam ekspresi wajah saja, bukan gerakan. Sebuah senyuman. "Kau sangat hebat, kau sangat hebat. Aku melihat cahaya di matamu, aku tahu apa yang kau sebenarnya cari," kata siswa itu. Senyuman yang dia lukis di wajahnya dapat dikatakan mengerikan, apalagi setelah dia berbicara. Orang yang memakai sarung tangan itu melihat ke arah Kelas XI IPA 5. Dia menatap tajam, sepertinya mengetahui sesuatu. Tiba-tiba, ada yang menepuk bahu kanannya. "Assalamu'alaikum kak," ucap seseorang yang menepuk bahu. "Wa'alaikumussalam De," jawab yang ditepuk bahunya. "Jadi, bagaimana hasil pengawasan, Kak?" Pertanyaan itu dilontarkan oleh yang menepuk. "Seperti biasa, aku sangat sedih dengan realita ini. Aku berharap ISC dan kelompok-kelompok keagamaan kita yang lainnya bisa memperbaiki akhlak lebih banyak remaja di sekolah ini," jawab siswa senior itu, "namun aku senang, untuk apa yang terjadi hari ini," lanjutnya sambil tersenyum. "Dan untuk masalah catatan yang diperlukan untuk sidang berikutnya, apakah sudah dipersiapkan dengan baik?" Senior itu menyorot tajam ke arah sang junior, seakan menuntut jawaban jujur dari mulut lawan bicaranya. "Semua sudah tercatat," balas sang junior seraya memperbaiki kacamatanya. "Baiklah, kau bisa pergi duluan," ucap senior itu dan sang junior mengangguk, lalu pergi menghilang dari pandangan seniornya. Senior itu mengeluarkan sebuah catatan kecil. Dia mulai menuliskan sesuatu ke catatan itu. Setelah dia tampak puas dengan apa yang ditulisnya, dia menyimpan catatan itu dan beranjak pergi dari posisinya saat itu. Semilir angin sejuk berlalu, melewatkan rasa tenang kepada yang merasakannya. Dan saat itu pula, jejak senior itu menghilang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD