"Ada apa, Zora? Kenapa tubuhmu bergetar?" Gaishan berusaha membalikkan tubuh Izora agar menghadap ke arahnya, tetapi tidak bisa. Jadi, ia melangkah dan berdiri tepat di depan wanita itu. "Astaga! Kenapa kau pucat sekali? Apa kau sakit?" tanya Gaishan terkejut sekaligus khawatir. Tangannya diulurkan hendak menyentuh dahi Izora, tetapi lekas ditepis. Hanya kurang dari lima belas menit ditinggal dan kondisi Izora sudah seperti itu. Sebenernya apa yang terjadi? Apa sebenarnya Izora sakit, tetapi memaksakan diri karena terlalu merindukan kakeknya? "Jangan, jangan lakukan itu, Gaishan!" seru Izora lirih. Ia menggeleng dengan manik mata berkaca-kaca dan langkah mundur. "Aku tidak melakukan apa pun." Gaishan mengangkat kedua tangannya bingung. "Tidak, jangan mendekat!" Izora mengulurkan tan

