16 Osman

2700 Words
16 - Osman Di suatu tempat, Abigail dengan Sonya baru saja beranjak dari tempat makan. Hari ini mereka akan bersiap untuk pergi ke suatu tempat, tempat yang sudah di pastikan akan keberadaan stone yang sudah di tentukan. Osman memilih untuk tidak ikut. Karena dia memiliki tugas sendiri. Frey dan Grimu juga memiliki tugas mereka. "Aku akan menemui Osman dulu. Kamu sebaiknya bersiap, kita akan bertemu di luar penginapan." Tanpa menjawab, Sonya hanya berlalu tanpa bersuara, meninggalkan Abigail di sana. "Benar-benar." Dia mendengkus pelan. Lalu berlalu dan menemui Osman yang saat ini ada di suatu tempat. "Kenapa harus jauh. Merepotkan saja." Saat ini, Osman memang masih berada di tempat penempa. Memang setelah menyiapkan sarapan tadi, dia bergegas untuk pergi ke tempat penempa untuk membuat kapak dengan bahan-bahan yang sudah di tentukan. Sayangnya, saat Osman pergi Abigail belum sempat menyampaikan pesan dan tugas untuk pria itu. Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, dia sampai di lokasi. Setelan Abigail melihat bengkel itu, lalu menghela napas pelan sebelum beranjak masuk. Suara denting senjata dan juga palu di pukul menjadi ciri khas tempat ini. Udara panas di musim panas yang membuat hampir seluruh pekerja di sana melepas pakaiannya. Belum lagi pembakaran yang mengepul, menambah kadar panas yang menyengat. Abigail mengedarkan pandangannya. Lalu melihat sosok Osman yang tengah asik menempa di sisi gedung. "Hoy Osman! Jaga pengapiannya!" "Osh!" Melihat itu Abigail hanya tersenyum, teringat masa ketika dia masih sering hulu hilir ke pandai besi untuk membuat senjata yang bisa mendukung kekuatannya, dan sekarang, dia melihat sosok Osman yang begitu semangat untuk menempa senjanya sendiri di sana. Suara teriakan dan bising memenuhi ruangan dan itu membuat tempat ini menjadi sangat ramai. Abigail berjalan mendekat, lalu berdiri di belakang tubuh Osman yang masih sibuk. "Mana suara palu mu! Pukul yang kencang!" "Ya!!!" Dimana semakin bersemangat, dia memukul pakunya dengan tenaga membuat otot yang dipenuhi keringat itu bercucuran dan terlihat mengkilap saat terkena cahaya dari api tungku. "Hey." "Ya?!" Osman belum sadar saat Abigail memanggil namanya, dia menjawab tanpa menoleh dan masih mengayunkan palunya di sana. "Paman beruang!" Barulah saat Abigail memanggil namanya, dia berhenti memukul dan langsung menoleh di sana. Wajahnya terkejut saat melihat keberadaan Abigail berdiri di belakangnya, sedangakn Abigail hanya tersenyum di sana. "Sibuk?" "Tuan.... Sejak kapan?" "Belum lama." Osman membersihkan tangannya dengan celemek yang dia pakai, lalu setelahnya dia mendekati Abigail. "Maaf, aku tidak mengetahui tuan datang." "Tidak masalah." Abigail mengedarkan pandangannya sebelum melihat ke arah Osman. "Tempat yang ramai." "Begitulah.... Tempat ini memang cukup terkenal dengan kualitasnya, walau terlihat biasa saja." "Aku bisa melihat itu." Abigail mengangguk pelan. Lalu setelahnya dia menoleh ke arah Osman. "Selesaikan pekerjaan mu, aku akan pergi untuk beberapa saat dengan Sonya." "Pergi?" Mengangguk pelan Abigail menjawab. "Tidak akan lama, aku hanya akan memeriksa suatu tempat." "Lalu bagaimana dengan ku?" "Paman bisa tunggu di sini. Dan selesaikan pekerjaan mu." "Baiklah tuan." Abigail mengangguk lalu menepuk pundak Osman sebelum pergi. Dia akan melihat lokasi stone yang pernah dia dengar dulu, jika benar lokasi itu masih ada. Maka dia akan mendapatkan stone dengan mudah. Karena dari informasi yang dia dengar, lokasi stone ini tidak akan sulit dan tidak ada halangan apapun. Jadi Abigail berpikir untuk memeriksanya kali ini. Tapi sebelum itu dia akan berkeliling dan menyiapkan keperluan yang akan dia bawa nanti Untuk itu, ketika dia kembali ke penginapan, dia melihat Sonya di sana. Bergerak mendekat, dia langsung menyapa Sonya. "Sudah lama?" Sonya menggeleng pelan sebagai jawaban. "Baiklah, ayo pergi." Abigail berlalu begitu saja, diikuti oleh Sonya di belakangnya. Mereka berjalan menuju pasar, Seperti yang Abigail pikirkan sebelumnya, dia akan mencari keperluan yang diperluas sebelum pergi. Selama perjalanan dia melihat beberapa toko yang berjejer rapi terlihat menarik perhatian matanya. Itu terlihat sungguh luar biasa. Karena mengingat ketika dia masih menjadi raja dulu, tempat ini tidak terlihat seperti ini. Justru sebaliknya. Entah semua itu karena perbuatan wanita sialan itu, atau memang dia yang tidak pernah becus untuk menjadi raja. "Tempat yang bagus...." Aku menoleh cepat dan melihat Sonya yang terlihat sedang memandangi tempat ini dengan seksama, sama seperti ku dia juga terlihat baru melihat tempat seperti ini. "Benarkah?" Tetapi memang benar bahwa toko dengan suasana yang baik harus memiliki kekuatan untuk menarik orang masuk. Karena jika mereka tidak memiliki pesona akan hal itu. Maka tentu pamor mereka akan kalah dengan toko lain. "Kita bisa mendapatkan izin untuk anestesi di samping belanja kita jadi mungkin kita bisa membeli beberapa bahan untuk perbekalan." "Itu ide yang bagus." Aku datang ke tempat ini selain untuk membuat beberapa barang, aku juga ingin melihat sejauh mana peluang untuk bisa masuk, kerena aku ingin membuat sesuatu untuk di jual kembali. Aku akan sedikit melihat-lihat potensi apa yang bagus untuk di ambil. Dan sepertinya ketika melihat semua dagangan di tempat ini, menjual obat dan ramuan adalah peluang yang bagus, melihat bagaimana orang-orang di tempat ini tidak ada satupun yang menyediakan ramuan, rasanya itu akan bagus. Terlebih untuk bisa berjualan di tempat ini tidak terlalu sulit, bahkan untuk mendapatkan persetujuan obat baru tergantung pada penilaian pejabat yang bertanggung jawab. Itu akan berubah sesuai dengan kesan yang kita buat. Jadi, aku bisa melalui jalur uang agar aku bisa mendapatkan tempat untuk mengumpulkan banyak uang dari para pemburu. === Baiklah setelah memilih bahan-bahan yang diperlukan perlukan, aku akhirnya pergi ke tempat tujuan, tempat yang ku pikir memiliki stone tersembunyi. Aku menoleh sejenak untuk melihat Sonya yang terlihat mematung di sana. "Ada apa?" Aku bertanya. Dia menggeleng pelan sebagai jawaban, mengangguk pelan aku mengabaikan apa yang ada di pikirannya, setelah itu barulah aku berjalan ke depan. Diikuti Sonya di belakang ku. Frost Mound tetap dingin dan menakutkan seperti biasanya. Aku pernah datang ke tempat ini dulu, ketika aku masih bersama dengan wanita sialan itu, tapi ketika aku datang dulu, stone di tempat ini sudah tiada yang membuat perjuangan kami sia-sia. Aku mengedarkan pandangan, melihat lokasi yang masih tetap sama. Tiang perunggu menonjol dari tanah, gambar iblis terukir di permukaannya. Kepala manusia, beastmen, succubi, dan sebagainya ditusuk di ujungnya. Succubi secara alami terlihat cukup menggoda, dan kebanyakan dari mereka adalah wanita. Hanya saja dilihat dari posisi apapun, Sonya lebih baik dari pada succubi di sana. Seketika aku melirik ke arah Sonya, melihat dua gumpalan padat di dadanya, terlihat sangat menggoda dengan ukuran yang sangat proposional, bahkan bisa dibilang sangat besar. Ah ... Sialan! Kenapa aku memikirkan hal itu. Namun mau dilihat seperti apapun, aku selalu tergoda dan hampir hilang kendali ketika melihat itu. Dia benar-benar luar biasa dengan pesona yang dia miliki. Aku memasuki Frost Mound dan berhenti di depan Sentinel Leader Fark. Salah satu untuk mendapatkan stone adalah dengan mengambil sebuah misi dari sosok yang tidak menyakinkan, tapi hanya inilah satu-satunya cara untuk itu. Saat aku berbicara dengannya, prajurit kerangka yang ceroboh itu mengayunkan lengannya dan tertawa. “Bocah kecil, pertumbuhanmu benar-benar mengesankan. Melihat mu di sini saat ini sudah membuktikan seberapa kuat dirimu, aku telah memutuskan untuk mempercayakan misi rahasia kepadamu! ” Aku menundukkan kepalaku sedikit dan menjawab, “Berikan padaku!” “Selama beberapa hari terakhir, seorang Undead Lord telah berlama-lama di sekitar Frost Mound Necropolis. Sebelum dia meninggal, Tuan Mayat Hidup ini adalah seorang bangsawan manusia dan seorang ksatria. Saat dia menginvasi wilayah kita, aku ingin kamu membunuhnya, bocah kecil. Tentu saja, Undead Lord ini sangat kuat, jadi swordmaster terkuat di kamp kami, Suren, akan menemanimu. Namun, Kamu harus memberinya 40 Jari Tengkorak Runcing terlebih dahulu. Jika tidak, dia tidak akan setuju untuk membantumu membunuh Tuan Mayat Hidup, Cyan Rain! ” Ding ~! Pemberitahuan Sistem: Kamu telah menerima misi [Undead Lord Cyan Rain]! (Peringkat Quest: E) Deskripsi: Pergilah ke bagian dalam Frost Mound Necropolis dan bunuh 200 Spiky Skeletons. Kumpulkan 40 Spiky Skeleton Fingers dan berikan kepada Undead Swordmaster Suren. Aku bisa menebak jika ini akan menjadi sebuah misi yang lumayan sulit. Tapi melihat potensi untuk mendapatkan stone sangat besar. Aku makin bersemangat, melihat hadiah yang diberikan, itu berarti misi ini belum pernah diselesaikan oleh siapapun, jadi aku berpikir akan menyelesaikannya dengan cepat. Aku dan Sonya memilih untuk pergi ke toko peralatan, seperti yang dikatakan, setiap misi tentu memiliki tingkat kesulitannya masing-masing, jadi aku memutuskan untuk memperbaiki equipmentku. Sedangkan Sonya berpikir untuk membeli beberapa alat sihir untuk kekuatannya. Setelah semuanya disiapkan, aku dan Sonya berangkat untuk melakukan pencarianku! Ketika sampai di lokasi, Sonya meminta untuk berpisah. Karena dia ingin fokus dengan pelatihannya dan kekuatan. Serta untuk meningkatkan level padanya. Aku memilih untuk menelusuri jalan setapak yang membawaku ke sebuah hutan yang cukup lebat, aku masih sangat ingat lokasi stone, tapi sepertinya ada perubahan di tempat ini, karena terlihat sangat berbeda ketika aku datang dulu. Saat aku berjalan dengan susah payah di sepanjang jalan kecil di hutan, aku bisa melihat Sonya bergerak menjauh dari kejauhan. Dia naik level dengan sangat, sangat efisien, membunuh kerangka setiap dua atau tiga serangan sihir yang diperkuat, di tambah kekuatan stone dan material yang memadai, membuat dia bisa meningkatkan kalkulasi kekuatannya dengan pesat. Aku tidak mengganggunya. Aku terus berjalan lebih dalam ke kuburan selama hampir sepuluh menit sampai tanah menjadi lebih gelap, dan bau busuk semakin menyengat. Sekelompok batu nisan muncul di depanku. Ada sosok-sosok mengerikan di mana-mana, dan aku memusatkan perhatian ku pada seorang prajurit kerangka yang belum pernah ku lihat sebelumnya. Paku tajam menonjol dari seluruh tubuhnya, dan itu diwarnai dengan cahaya hijau yang dingin. Aku ingin tahu apa yang luar biasa dari kerangka ini? Apa yang aku pikirkan! lebih baik bertindak, dan kurangi pemikiran! Aku bergegas ke arah musuh dan mengumpulkan sihir di tanganku, setelahnya aku langsung menghantam bahu Spiky Skeleton dengan keras. Krak!! Tanganku langsung tenggelam tepat ke tubuhnya. Membuat retakan terlihat di sana. Aku yakin, serangan ku menghasilkan kerusakan yang cukup besar, menghilangkan sebagian besar daya tahan tubuhnya. Namun, aku juga merasakan sakit saat serangan ku terhubung. Dan sialnya aku mendapatkan dampak dari serangan ku sendiri! Combat Log: Kamu menggunakan “Slayer s***h”, memberikan 170 kerusakan pada Spiky Skeleton. Skeleton Spiky menggunakan “Damage Reflect”, memberikan 8 damage! Sial! Apakah dia memiliki refleksi serangan yang dapat membalikan setiap serangan dengan jumlah yang lebih kecil? Itu benar-benar sulit! Untungnya, 5% masih dalam batas wajar. Jika itu setinggi katakanlah, 20%, maka aku bisa tidak berdaya hanya dengan mengalahkannya saja. Sial! Andai saja aku bisa mendapatkan stone kegelapan sebelum berhadapan dengannya, mungkin aku bisa menjadikannya sebagai boneka ku. Sekarang lawan ku berlevel lebih tinggi, kekuatan serangan pukulan ku mulai tertinggal. Butuh waktu hampir setengah menit untuk membunuh Tengkorak Runcing, dan itu lebih lambat dari yang aku inginkan. Meski begitu, pengalaman dari monster Level 21 bukanlah apa-apa untuk dicemooh. Aku bisa melihat kekuatan ku mulai bertambah setelah membunuh tengkorak ini. Pada tingkat ini, aku mungkin akan mencapai Level lebih tinggi setelah pencarian ini selesai. Aku akan selangkah lebih dekat ke tujuan ku selama ini. Setelah membunuh 3 Tengkorak Runcing lainnya, aku akhirnya mendapatkan Jari Tengkorak Runcing pertama Aku. Tidak ada yang istimewa tentang itu, hanya tulang yang kebetulan merupakan item pencarian. Aku menjelajahi hutan dan terus mencari musuh yang terisolasi untuk dibunuh. Kekuatan serangan Spiky Skeletons sangat tinggi, dan aku menerima damage yang cukup besar bahkan dengan 37 Defense. Umumnya, Aku harus minum 1 ramuan kesehatan untuk setiap 3 pembunuhan, yang berarti aku menghabiskan uang ku dengan kecepatan yang mencengangkan. Untungnya, Aku memiliki banyak perak yang tersisa, dan item yang jatuh ternyata lebih baik dari yang aku bayangkan! Dengan ini, aku bisa fokus menyelesaikan misi, dan setelah itu aku tinggal mencari item drop yang dibutuhkan untuk membuka pintu rahasia, pintu yang hanya bisa di buka ketika tengah malam tiba. Ketika aku berjalan aku bertemu dengan satu tengkorak yang menghadang. Aku tidak ingin berlama-lama, dengan setengah kekuatan aku menghabisinya dan membuatnya tak tersisa di sana. Pop! Sebuah batu yang aku cari-cari selama ini muncul setelah Tengkorak Runcing mati dengan kematian yang mulia oleh tangan Aku, seketika mata ku melebar. Itu karena batu langka itu adalah kunci yang aku butuhkan! Jika orang lain yang mendapatkan batu ini. Mereka akan menjualnya dengan cepat. Tapi tidak dengan ku. Aku akan menggunakannya di hari esok. Ketika tengah malam tiba, aku akan masuk dan mengambil stone yang ada. Itu akan sangat berguna. Aku memasukkan Batu langka ke dalam tasku dan kembali membunuh beberapa tengkorak hidup lainnya. Sepuluh menit kemudian, keberuntungan ku muncul lagi dan memberi ku 67 Batu Berkualitas! Yang menjadi pemasukan untukku, tentu saja karena baru ajaib ini bahkan lebih mahal ketika di jual dari pada yang sebelumnya! Aku terus berburu selama dua jam lagi, tetapi Aku tidak pernah mendapatkan Batu Ajaib Besar lagi setelah itu. Aku memang mendapatkan 4 Batu Ajaib Kecil, meskipun mereka tidak bisa lagi dianggap berharga di level ku. Tetap saja, setiap tembaga dihitung, dan tidak ada alasan untuk tidak menyimpannya. Itu akan berguna, apalagi di musim panas seperti sekarang. Kota adalah musuh yang sangat sulit untuk ditaklukkan, apalagi dengan cuaca yang ada, jadi dengan cukup uang yang aku miliki, setidaknya aku bisa memberikan rasa nyaman dengan fasilitas yang ada untuk tubuhku sendiri. … … Hari sudah larut malam, dan aku masih membunuh massa sambil memeriksa kondisi Sonya yang sudah sejak tadi berburu tanpa kehadiranku, aku tidak ingin dia kesulitan atau bahkan mengalami hambatan dalam berburu. Tapi ketika aku menemukannya, aku melihat dia baik-baik saja, bahkan level kekuatannya meningkatkan dengan pesat. Aku tidak berpikir dia akan berkembang secepat itu. "Apa semua baik-baik aja?" Dengan napas terengah dia menoleh menatapku. Lalu setelah itu dia mengangguk dan mengangkat tangannya di sana. Skrarrkkktt BOOOMM!!! Untuk sesaat, Aku benar-benar tidak bisa berkata-kata. Siapa yang mengira bahwa air di Floating Ice City sedalam ini? Juga, Aku sangat terkejut menemukan empat orang dari Klan d******i datang dan ikut serta dalam pemburuan, tempat ini tak lagi sepi. Ada banyak orang yang datang dan itu benar-benar merepotkan. Siapa mereka? Sejauh ini, sepertinya mereka memiliki peluang tertinggi untuk menguasai Kota Es Terapung … Tapi tentu saja, pemburu sejati tidak akan muncul sampai mereka siap. Aku berlari untuk menghindari keberadaan mereka. Menghampiri Sonya setelahnya barulah tanpa banyak bicara aku segera menarik kerah baju Sonya dan menyeretnya dari sana. Aku tidak memiliki waktu lagi untuk mengatasi mereka. Kondisiku saat ini belum siap. Berhadapan dengan para petinggi elit hanya akan membuang semua hasil buruanku. "Apa uang kau lakukan!" Aku terus berlari bahkan saat Sonya protes aku tidak berhenti. "Diamlah jika kamu ingin selamat!" Aku berlari dengan kemampuan sihirku, lalu ketika aku sadar aku langsung memerintahkan Sonya untuk melakukan sesuatu. "Sembunyikan energi sihirmu, tekan seperti apapun yang kamu bisa!" "Kenapa?!" "Diamlah dan lakukan!" Pada tahap ini. Jika kita membiarkan empat pilar mengetahui energi sihir sekuat stone, tentu mereka tidak akan tinggal diam, mereka akan melakukan pemburuan dan mengejar kami dan mendapatkan kekuatan kami. Dan itu akan sangat berbahaya untuk sekarang. Sonya menuruti ku, lalu menyembunyikan energi sihirnya di sana. Setelah itu barulah dia diam dan membiarkan aku menyeretnya. Aku bisa menyembunyikan energi sihir besarku dan menggunakan sedikit kekuatan untuk aktifitas pergerakan, jadi tidak ada yang bisa dilakukan untuk sekarang. Tak berselang lama kamu sampai di luar hutan, aku bisa bernapas lega setelahnya, dan saat itu aku langsung menurunkan Sonya dengan wajah galak dan tatapan marah, dia berdiri dari sana. Melipat kedua tangannya di depan d**a. Lalu setelahnya menatapku. "Sudah?" Seketika wajahku memerah ketika melihat penampilannya, apa yang aku saksikan sekarang benar-benar sulit untuk diucapkan. Melihat kondisi pakaiannya yang hampir setengah terbuka membuatku tersipu. "Kau benar-benar merusak pakaian ku!" Aku mengalihkan pandanganku saat dia membereskan pakaiannya, dan sengaja membuka semuanya tanpa memperdulikan ku yang ada di depannya. Sial! Apa dia tidak berpikir apa yang ada di hadapannya sekarang. Walau aku masih kecil. Aku tetap saja pria yang terjebak di dalam tubuh kecil ini. Setelah beberapa saat berlalu, dan setelah melewati kondisi awkard ini aku dan Sonya berlalu. Memutuskan untuk kembali dan mengambil hadiah buruan kami. … … Di kawasan bisnis tengah kota yang ramai, di dalam ruang konferensi di lantai atas gedung perkantoran. Delapan elit sedang duduk di dua sisi meja dan berbicara tentang bisnis. Wanita muda di ujung meja yang paling jauh mengenakan seragam berwarna kopi dan lencana dengan nama “Fluxy” di atasnya. “Malam? Sekarang giliranmu. Apa pendapat Kamu tentang ini? ” seorang pria paruh baya mendesak. Namun, perhatian Fluxy benar-benar terserap oleh langit di luar jendela. Mata indahnya diwarnai dengan kesedihan. “Eve, bagaimana menurutmu tentang penurunan kinerja bulan ini?” Bulu mata panjang Fluxy perlahan mengerjap dan mengambil berkas yang ada di hadapannya, memikirkan apa yang akan dilakukan dan terjadi setelahnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD