AKSA ITU ....

954 Words
Kalau untuk menyatukan Raya dan Aksa, mungkin takdir terlalu bagus. Aksa memberhentikan motornya tepat di depan hamparan halaman rumah Raya yang luas, gadis itu langsung meloncat turun, kedua tangannya terpaut pada kedua tali tasnya. "Ayok masuk!" Ajak Raya pada Aksa yang baru saja melepas helm-nya. Luka pada wajah Aksa membuat Raya sedikit meringis. Aksa turun dari motornya, ia melangkah masuk mengikuti gadis yang berpostur lebih pendek darinya tersebut. "Duduk noh!" Perintah Raya dengan kedua bola matanya yang mengarah pada sofa empuk di hadapannya, Aksa menaikkan sebelah alisnya kemudian lelaki tersebut berjalan gontai menuju sofa yang Raya tunjuk. "Gue mau ganti baju!" Aksa tak menyahuti, ia masih duduk santai di sofa. Kedua matanya melirik figuran beberapa foto yang sudah di dekor dengan indahnya pada dinding berwarna pastel tersebut. "Minum den," seorang perempuan memberiman segelas jus orange pada Aksa, Aksa mengangguk mengiyakan. "Pacar nyonya muda ya Den? Ohh ... berarti nyonya muda udah ganti lagi nih," goda wanita paruh baya yang hanya mengenakan daster berwarna merah gelap tersebut, ia langsung bangkit kemudian membungkuk pada Aksa. "Semoga langgeng den," kemudian ia pergi meninggalkan Aksa yang sudah terpelangak. Tak lama sesudahnya, seorang gadis berpakaian kaos pendek selengan dengan rok bewarna merah jambu di atas lutut itu berjalan menghampiri Aksa, di tangannya terdapat kotak obat P3K. Aksa hanya celingukan saja pura-pura tak peduli, rambut Raya ia geraikan, ia langsung mengambil posisi duduk di sebelah Aksa. Tanpa aba-aba gadis itu langsung membersihkan luka Aksa menggunakan alkohol, lalu barulah ia beri betadine di lapisi dengan kapas, terakhir ia tempelkan plester pada dahi Aksa yang terluka. "Gue heran ya kenapa lo bisa terlibat dalam kehidupan gue," omel Raya matanya masih sibuk memerhatikan wajah Aksa yang terluka, Aksa dengan wajah datarnya itu hanya diam saja. "Heran gue, gak logis ya kalau di pikir. Pertemuan kita hanya sebatas pembalut yang gak sengaja mendarat ke dalam piring nasi goreng." Aksa tetap diam,"Selesai!" Kata Raya akhirnya, ia langsung memasukan obat-obat  yang ia gunakan tadi ke tempatnya semula. "Nanti malan lo ikut gue," Aksa menatap wajah Raya serius, dahi Raya mengerut. "Ikut? Kemana?" Yang di tanya langsung melenguh, ia melemparkan tatapannya ke sembarang arah. "Lo BABU gue, lo gak lupa kan perjanjian kita? Nah, majikan lo ini bilang malam nanti lo mesti ikut gue," tekan Aksa dengan wajah serius. Raya memutar bola matanya malas,"Gak usah di tekan kata BABU-nya wahai majikan yang sok tampan dan berwajah kaku," cibir Raya. Aksa menarik sudut bibirnya sedikit,"Jam tujuh gue jemput," kemudian Aksa berdiri. Ia berjalan menuju pintu utama, meninggalkan Raya yang hanya menatap punggungnya. "Aksa!" Aksa membalikkan badannya, ia melirik Raya dengan kedua alisnya yang saling bertautan,"Kenapa?" Raya menunduk sebentar, ia menggigit bibir bawahnya ragu,"Hmmph ... hmmm ... makasih yah udah nolongin gue, jangan lupa istirahat," kedua bola mata Raya menatap Aksa berbinar, wajahnya sumringah dan ia tersenyum lebar. Aksa menyeringai setelah ia mendengarkan perkataan Rani. "Bacot!" Balas Aksa tak di duga, membuat emosi Raya tersulut, wajah yang tadinya berseri langsung berubah muram. "DASAR MUKA KAKU! MATI LO SANA!" pekik Raya, ia melepaskan sepatunya dan melemparkannya ke arah Aksa sang pemilik muka kaku nan menyebalkan, sialnya Aksa sudah keluar terlebih dahulu sehingga lemparan Raya meleset. Ihhh nyebelin pokoknya! Aksa memaparkan senyum kecilnya, ia bersandarkan pada mobil BMW-nya, Raya yang berada di dalam mobil hanya memasang wajah penuh tanya. Sesuai dengan apa yang Aksa katakan siang tadi, lelaki itu benar-benar menjemput Raya malam ini. "Lo tetap mau di dalam apa mau keluar?" Tanya Aksa saat ia membukakan pintu untuk Raya, Raya rasanya ingin menggigit dan mencabik wajah kaku Aksa sekarang juga. "Heh muka kaku! Gue gak mau turun! Salah lo kenapa gak bilang kalau ngajakkin gue ke acara reuni smp lo?! Gue cuma pake rok pendek selutut sama blezer pink lagi!" Omel Raya. Lelaki itu menatap Raya mengitimidasi, wajah tampannya mendekati wajah Raya sampai tak ada lagi jarak di antara mereka, bahkan Raya bisa mencium aroma mint dari Aksa."Keluar sekarang!" Raya tetap tak mau mengalah, memangnya Aksa siapa? Ia melipatkan kedua tangannya di atas d**a, Aksa membuang pandangannya sebentar. "Gak mau pokoknya gak mau! Lo aja rapi pake jas gitu, ganteng lagi! Noh gue kek upik abu lo beneran!" Cerocos Raya. Aksa tak ingin berlama-lama lagi, ia menggendong Raya tanpa aba-aba dari gadis itu, membuat mulut Raya terbuka lebar, Raya memberontak ia mendorong Aksa, namun percuma tenaga Aksa jauh lebih kuat darinya. Datangnya Aksa dan Raya yang masih berada di gendongan Aksa membuat semua para tamu perayaan reuni itu memerhatikan mereka berdua, Aksa langsung menurunkan Raya yang saat itu berkacak pinggang dan melotot tajam padanya. "Woi muka kaku lo bisa gak sih hmphhh----" Belum sempat Raya menyelesaikan kalimatnya Aksa langsung menarik gadis itu kepelukannya sampai kepala Raya terbenam pada d**a bidang Aksa. "Iya sayang, maaf aku gak izin gendongin kamu tadi." Waelah b*****t! Woi Aksa gue sesak ini! "Leuphhassshiin!" Bukannya melepaskan Aksa malah mempererat pelukkanya. "Diam!" Aksa tersenyum lebar pada gadis yang kini berada di depan Aksa, Aksa melepaskan pelukannya, ia langsung merapihkan rambut Raya. "Ehem," deheman gadis di hadapan Raya dan juga Aksa membuat keduanya membelalakkan mata mereka. "Oh, Tes kenalin dia Raya 'PACAR' gue." "Ehh enggak gue itu cuma ba--" "Bagian dari hidup gue yang terpenting," potong Aksa. "Mana pacar lo Tes? Ray nama dia Tessa. Cantik tapi masih cantikkan lo, dan gue saranin sama lo Ray jangan cuma wajah aja yang cantik  tapi hati lo juga, jangan kayak dia." Raya termangu mendengarkan ucapan dari Aksa,"Lo ngomong apa sih Sa?" Aksa menyeringai, wajah Tesa berubah pucat pasi,"Dia gak datang Sa, jangan bawa masa lalu Sa. Kita Reuni bukan untuk menebar kebencian satu sama lain, dan gue ucapin longlast  aja buat lo sama pacar lo." Aksa tertawa kecil,"Ga perlu, mending urusin hubungan lo sama pacar 'gelap' lo itu aja," lelaki itu menggandeng Raya untuk menjauhi wanita yang bernama Tesa tersebut.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD