Kamu milikku, bukan orang lain

1016 Words
Happy reading. Arjuna membantu Dara berpakaian dan membawanya keluar dari hotel. Dara merasa sedikit malu, enyah mengapa Arjuna begitu telaten mengurusnya. "Kita pulang ke rumah, aku akan merawat mu sampai milikmu kembali sehat." Arjuna membawanya ke dalam mobil dan membantu Dara masuk. Dara merasa seperti sedang berada di dalam mimpi, karena Arjuna memperlakukannya seperti ini. Selama perjalanan, Dara memikirkan apa yang terjadi semalam. Malam panas dengan Arjuna begitu singkat, awal mula ia menolak apa yang dilakukan Arjuna. Namun, beberapa menit kemudian Dara terpesona dengan Arjuna. Apalagi ketika suaminya mempunyai tubuh yang sangat seksi bagi setiap wanita. "Aku masih memikirkan tubuh Mas Juna yang six pack, wajahnya begitu tampan ketika sedang b*******h. Dan, aku ingin mengulang kembali apa yang Mas Juna-" Arjuna memandangnya dengan mata yang lembut, dan Dara merasa sedikit lega. "Aku akan selalu ada untukmu, Dara," Arjuna berkata. "Kamu milikku, bukan orang lain." Dara tersenyum dan mengangguk, pesona Arjuna memang menghipnotis nya. Semalam ia bahkan melupakan Bobby begitu saja, dan Dara bisa tidur dengan nyenyak dalam pelukan Arjuna semalaman. Setelah beberapa jam perjalanan, mereka akhirnya tiba di rumah. Arjuna membantu Dara keluar dari mobil dan membawanya ke dalam rumah dengan hati-hati, Arjuna tahu bahwa sampai saat ini Dara masih kesakitan atas perbuatannya. Arjuna membawanya ke kamar dan meletakkannya di atas tempat tidur. Dara merasa sedikit malu, karena ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. "Aku akan memasak makan malam untukmu," Arjuna berkata, suaranya yang lembut membuat Dara merasa sedikit lega. Cup. Setelah mencium bibir Dara, Arjuna pergi ke dapur untuk memasak makan malam, sementara Dara tetap berbaring di atas tempat tidur. Dara merasa sedikit lelah, tapi ia juga merasa sedikit lega karena sudah pulang ke rumah. Dara memandangi sekeliling kamar, dan ia merasa seperti sedang berada di dalam mimpi. Semuanya masih sama seperti sebelumnya, tapi ada sesuatu yang berbeda. Dara tidak tahu apa itu, tapi ia merasa seperti ada sesuatu yang berubah. "Makanan siap." Tiba-tiba, Arjuna masuk ke kamar dengan membawa makanan. Dara merasa sedikit lapar, dan ia langsung duduk di atas tempat tidur ketika melihat makanan yang lezat. Arjuna tersenyum dan meletakkan makanan di atas meja. "Makanlah, Dara," katanya, suaranya yang lembut membuat Dara merasa sedikit lega. Dara makan dengan lahap, karena ia merasa sangat lapar. Arjuna duduk di sebelahnya dan memandangnya dengan mata yang lembut. "Pelan-pelan, nggak ada yang mengambil makanan milikmu." Setelah selesai makan, Arjuna membantunya membersihkan tempat tidur dan membawanya ke ruang tamu. Dara merasa sedikit lelah, tapi ia juga merasa sedikit bahagia karena sudah pulang ke rumah. Arjuna memandangnya dengan mata yang lembut, dan Dara merasa seperti sedang berada di dalam mimpi. "Aku akan selalu ada untukmu, Dara," Arjuna berkata, suaranya yang lembut membuat Dara merasa sedikit lega. Dara tersenyum dan mengangguk, karena ia tahu bahwa Arjuna akan selalu ada untuknya. Mereka duduk di ruang tamu, menikmati keheningan dan kebersamaan, sampai akhirnya mereka tertidur di atas sofa. Dara terbangun dari tidurnya dan merasa sedikit lelah. Ia memandangi sekeliling ruang tamu, dan ia melihat Arjuna yang sedang tidur di sebelahnya. Dara tersenyum dan memandangnya dengan mata yang lembut. Tiba-tiba, ponsel Dara berbunyi dan ia melihat bahwa ada pesan dari Bobby. Dara merasa sedikit kaget dan langsung membuka pesan itu. "Bobby? Apa yang dia inginkan?" Dara berpikir sendiri. Dara membaca pesan Bobby dan ia merasa sedikit terganggu. Bobby ingin bertemu kembali dan berbicara tentang masa lalu mereka. Dara merasa sedikit takut, karena ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika Arjuna mengetahui tentang ini. Dara memutuskan untuk tidak memberitahu Arjuna tentang pesan Bobby. Ia tidak ingin membuat Arjuna marah atau sakit hati. Dara memutuskan untuk bertemu dengan Bobby sendirian dan menyelesaikan masalah ini sekali dan untuk selunya. "Maaf, Mas Juna. Untuk kali ini saja, izinkan aku untuk bertemu dengan Bobby." Dara membalas pesan Bobby dan mereka membuat janji untuk bertemu di sebuah kafe di kota. Dara merasa sedikit takut, tapi ia juga merasa bahwa ini adalah kesempatan untuk menyelesaikan masalah ini dan menutup bab masa lalu. Dara memandangi Arjuna yang masih tidur, dan ia merasa sedikit bersalah. Tapi, ia juga tahu bahwa ini adalah yang terbaik untuk mereka berdua. Dara merasa sedikit kaget ketika Arjuna tiba-tiba terbangun dan memeluknya dengan erat. Ia tidak bisa tidak merasa sedikit takut, karena ia tidak tahu apa yang akan terjadi. Arjuna memandangnya dengan mata yang lembut, dan Dara merasa seperti sedang berada di dalam mimpi. "Aku tidak ingin kamu pergi," Arjuna berkata, suaranya yang lembut membuat Dara merasa sedikit lega. "Mas Juna, tolong lepaskan aku." "Tidak, aku tidak ingin kamu pergi," Arjuna berkata lagi, suaranya yang lembut membuat Dara merasa sedikit lega. Dara merasa seperti sedang berada di dalam badai, karena ia tidak tahu apa yang akan terjadi. Arjuna memandangnya dengan mata yang lembut, dan Dara merasa seperti sedang berada di dalam mimpi. Arjuna membawanya ke kamar, dan Dara merasa seperti sedang berada di dalam mimpi. Mereka melakukan apa yang mereka lakukan ketika bersama di dalam kamar hotel, Arjuna kembali menciumnya, meminta hak sebagai seorang suami kepada istri. Dan, ia tidak peduli jika Dara menolaknya. "Mas, ah." "Panggil aku Juna sayang, hanya namaku saja yang ada di bibirmu." "Juna, ah itu nikmat." Dara merasa seperti sedang berada di dalam awan, menikmati kembali moment intim dengan Arjuna. Mereka berdua melakukan hubungan intim dengan pikiran bahagia, dan Dara merasa seperti sedang berada di surga. Arjuna memandangnya dengan mata yang lembut, dan Dara merasa seperti sedang berada di dalam mimpi. "Aku mencintaimu, Dara," Arjuna berkata, suaranya yang lembut membuat Dara merasa sedikit lega. Dara merasa seperti sedang berada di dalam badai, karena ia tidak tahu apa yang akan terjadi. Tapi, ia juga merasa bahwa ini adalah yang terbaik untuk mereka berdua. Mereka berdua melakukan hubungan intim dengan penuh kasih sayang, dan Dara merasa seperti sedang berada di dalam surga bersama Arjuna. "Mas Juna, apa kamu mencintaiku?" "Ya, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu, sayang." "Tapi, enam bulan lagi kita bercerai. Apa kamu lupa?" Arjuna menatap wajah Dara dengan tatapan penuh, ucapan Dara sepenuhnya memang benar. Mereka akan bercerai enam bulan lagi, namun Dara tidak tahu apa yang akan Arjuna lakukan enam bulan lagi dalam hubungan pernikahan mereka. "Kamu milikku, Dara. Bukan milik orang lain, sampai kapan pun akan tetap milikku."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD