Happy reading.
Dara sedang berbaring di tempat tidur, memikirkan Arjuna ralat memikirkan ciuman Arjuna, ketika tiba-tiba ia mendengar suara mobil yang tidak asing baginya. Tidak berselang lama, Arjuna masuk ke dalam kamar dan memberikan dua paper bag kepada Dara.
"Untuk malam ini, pakailah ini. Aku tunggu," ucap Arjuna.
Di atas tempat tidur, terdapat sebuah baju malam yang indah, dengan perhiasan yang elegan dan cantik. Dara merasa seperti sedang bermimpi, karena baju itu sangat indah dan mahal.
"Ini semua untukku? Astaga! Ini sangat mahal."
Dara merasa jantungnya berdetak lebih cepat, tidak hanya hari ini saja Arjuna memberikan baju atau perhiasan mewah. Dara ingat betul setiap bulan Arjuna selalu memberikan barang-barang mewah untuknya, namun selalu ia tolak dengan alasan tidak membutuhkan semua itu.
Dara mengambil baju itu, lalu memandangnya dengan mata yang lebar. Ia merasa bahwa Arjuna sangat romantis, dan ia merasa sangat disayangi.
Dara memutuskan untuk memakai gaun itu, dan ketika ia melihat dirinya di cermin, ia terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna merah ditambah perhiasan mewah yang sudah melingkar di lehernya.
"Cantik, sangat cantik untukmu Dara."
***
Dara dan Arjuna tiba di tempat pesta, dan mereka langsung menjadi pusat perhatian para tamu. Dara merasa sedikit gugup, tapi Arjuna memegang tangannya dengan lembut dan membimbingnya ke dalam.
Mereka disambut oleh para kolega Arjuna, yang semuanya memuji Dara atas kecantikannya. Dara merasa sedikit malu, tapi Arjuna hanya tersenyum dan memegang tangannya lebih erat.
Mereka berjalan ke dalam, dan Dara tidak bisa tidak merasa bahwa mereka adalah pasangan yang sempurna. Arjuna terlihat sangat tampan dalam tuxedo hitamnya, dan Dara merasa sangat cantik dalam gaun malamnya.
"Ternyata, istri Pak Arjuna sangat cantik. Pantas saja Pak Arjuna selalu membanggakan istrinya."
"Benar, jiwa jomblo kita meronta-ronta. Jadi mau punya istri lagi," kata seseorang.
"Cari wanita seperti istri Pak Arjuna, hidup akan terasa semakin bahagia."
Mereka bertemu dengan beberapa kolega Arjuna, dan Dara merasa sangat nyaman berbicara dengan mereka. Arjuna juga terlihat sangat santai, dan Dara bisa melihat betapa ia sangat disukai oleh orang-orang di sekitarnya.
Tiba-tiba, seorang fotografer meminta mereka untuk berfoto bersama. Dara merasa sedikit gugup, tapi Arjuna memegang tangannya dan menariknya ke dekatnya. Mereka berfoto bersama, dan Dara tidak bisa tidak merasa bahwa ini adalah malam yang sangat spesial.
"Lebih dekat lagi, dan tahan beberapa detik ya."
Wajah mereka begitu dekat, hanya beberapa sentu saja. Ini kedua kalinya bibir Arjuna berada tepat diatas bibir Dara, mereka begitu dekat hingga Arjuna tidak tahan untuk mencium bibir Dara.
"Mas, bisa jauhan dikit. Aku nggak nyaman," bisik Dara.
"Fotografer nya mengatakan aku lebih dekat lagi, dan bukankah lebih baik seperti ini."
"Tapi, nggak dicium juga bibir aku."
Setelah itu, mereka memutuskan untuk menari. Arjuna memegang Dara dengan lembut, dan mereka bergerak di atas lantai dansa. Dara merasa seperti sedang berada di awan, karena ia sangat nyaman dalam pelukan Arjuna.
Mereka menari selama beberapa lagu, dan Dara tidak bisa tidak merasa bahwa ini adalah malam yang paling indah dalam hidupnya. Ia merasa sangat bahagia, dan ia tahu bahwa ia sangat mencintai Arjuna.
"Itu Dara sama Arjuna, ternyata mereka begitu dekat malam ini."
"Sayang, bukankah wanita itu kekasihmu."
"Ehm, ternyata Dara ada di sini. Jadi, kamu menyingkir dulu ya. Aku ingin berbicara dengan Dara," kata Bobby.
"Tapi, malam ini kamu datang ke apartemen aku?"
"Ya, setelah ini aku akan datang."
Dara dan Arjuna masih menari di atas lantai dansa, ketika Dara tiba-tiba melihat seseorang yang membuatnya kaget.
"Itu Bobby, ternyata datang ke pesta ini."
Dara merasa jantungnya berdetak lebih cepat, karena ia tidak tahu apa yang akan terjadi. Ia mencoba untuk tetap tenang, tapi tidak bisa tidak merasa bahwa ia ingin bertemu dengan Bobby.
"Mas Juna, aku akan ke toilet sebentar," Dara berkata, suaranya yang lembut membuat Arjuna tidak curiga.
Arjuna mengangguk, dan Dara pergi ke arah Bobby. Mereka berdua pergi keluar gedung, dan ketika mereka sudah jauh dari kerumunan, Bobby memeluk Dara dengan erat.
"Sayang, kangen kamu."
"Aku juga, rasanya sudah lama sekali kita tidak bertemu."
"Kamu sekarang dekat dengan Arjuna?"
"Sayang, ini hanya syarat saja. Setelah enam bulan aku akan bercerai dan kita akan kembali bersama."
Dara merasa seperti sedang berada di masa lalu, karena ia masih memiliki perasaan yang kuat terhadap Bobby. Mereka berpelukan, dan Dara masih mencintai Bobby sampai detik ini.
Tapi, ketika mereka berpelukan, Dara merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Ia masih terikat dengan Arjuna, dan ia masib harus menunggu enam bulan lagi untuk terbebas dari Arjuna.
Bobby memandangnya dengan mata yang lembut, dan Dara merasa seperti sedang berada di dalam mimpi. "Aku masih mencintaimu, Dara," Bobby berkata, suaranya yang dalam membuat Dara merasa tidak nyaman.
"Aku juga, masih sangat mencintaimu. Enam bulan lagi kita akan bersama, menikah dan hidup bahagia yang selama ini kita cita-citakan."
Bobby memeluk kembali Dara lebih erat, mencium aroma tubuh wanita yang selama ini menjadi mesin ATM nya. Bobby memang kaya raya, akan tetapi uang untuknya masih dibatasi oleh kedua orang tuanya sebelum Bobby menikah.
"Apa kamu butuh uang? Aku masih ada simpanan untuk kamu beli sesuatu," kata Dara kepada Bobby.
"Ehm, sebenarnya aku butuh uang. Tapi, nanti saja. Kita akan membeli sesuatu ketika aku dan kamu bersama, dan waktu itu tidak lama lagi."
"Pria b******k seperti itu yang sangat dicintai Dara, sungguh miris rasanya."
Bobby baru saja ingin mencium bibir Dara seperti biasanya, namun ia merasakan ada satu tarikan kencang yang berasal dari belakang.
Dan, tidak hanya tarikan saja yang Bobby rasakan. Pukulan mendarat di pipi kanan dan kiri secara bertubi-tubi, semua dilakukan oleh Arjuna yang begitu murka melihat adegan antara Dara dan Bobby.
Bugh.
"Mas Juna, sudah cukup. Bobby bisa mati kamu pukul seperti itu?"
Arjuna berhenti memukul Bobby, ia tertawa kecil mendengar Dara begitu memikirkan Bobby yang notabene hanya sebagai kekasih gelap Dara selama ini.
"Kamu begitu mencintai pria b******k ini, Dara?"
"Ya, aku sangat mencintai Bobby. Begitupun dengan Bobby yang sangat mencintai ku, jadi tolong jangan buat kekasihku babak belur sama kamu."
"Apa sedikit saja kamu nggak cinta sama aku, Dara. Aku suamimu, aku juga butuh cinta darimu. Tapi, mengapa kamu sama sekali tidak mempunyai perasaan itu."
Arjuna menarik Dara dengan satu tarikan, lalu membawa pergi istrinya dari Bobby. Namun, baru beberapa detik mereka melangkah. Arjuna kembali menatap wajah Bobby yang sudah babak belur dan mengatakan sesuatu yang membuat Bobby kaget.
"Kamu memang kekasihnya, tapi aku akan tetap menjadi suami dari sampai kapan pun. Dan, ingat Bobby sebentar lagi semua tipu daya dari mu akan aku bongkar."