“Nak Dinda, darimana?” Tanya Utomo yang baru saja keluar dari gudang, di susul Ara yang membawa buku kuno di belakangnya.Dinda tersenyum ramah membalas sapaan Utomo. “Dari jalan-jalan kek, cari angin segar.” “Kamu betah disini kan?” Tanya Utomo lagi, tapi kali ini dengan nada yang terselubung. Sedangkan Ara mengulum senyumnya, ia melihat Dinda yang sempat kebingungan. “Sangat betah, pemandangan dan lingkungannya masih asri.” “Baiklah kalau begitu, Kakek istirahat ke kamar dulu.” Dinda mengangguk sopan, setelah kepergian Utomo dengan sigap ia mendekati kakak sepupunya. Ia masih menatap buku itu, tumben Ara tidak menyembunyikannya dari Utomo. “Ada yang ku lewatkan?” Ara mengangguk cepat. “Tentu saja, salah sendiri tidak berada di rumah.” Raut Dinda yang semula terlihat santai

