27 : KILAS MASA LALU

817 Words

FLASHBACK : Pekatnya awan menambah kesan seram tatkala malam semakin dingin, tetesan air hujan sudah membasahi tanah dari beberapa waktu lalu. Angin sepoi menerjang tubuh menggigil yang sedari tadi berdiri seolah menantang hujan agar terus mengguyur tubuhnya yang semakin mengeriput karena guyuran air, air matanya bahkan tak dapat terlihat karena sudah bercampur dengan lebatnya hujan. Ia berdiri, tetap berdiri di halaman rumah yang terlihat luas. Sangat luas untuk ukuran halaman, karena memang seperti itu lah keadaan di pedesaan saat itu. Seseorang datang lalu menariknya untuk berteduh dibawah atap rumah, segera ia mendongak lalu menatap nyalang. "Kenapa? Kenapa kamu berniat meninggalkan ku?" Teriaknya menggebu, bahkan sesekali ia sesenggukan. "Maaf, aku tidak bisa menjalani

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD