13

982 Words

Pagi-pagi sekali Dinda sudah bangun lalu membersihkan diri, gadis itu bilang pada Ara bahwa ia akan menemui orang yang kemarin di hubungi. Sampai sekarang bahkan anak itu belum pulang, sementara Ara dan Aris sedang duduk di ruang tamu guna memikirkan rencana kedepannya. Mereka tidak ingin anak-anak tak berdosa itu menjadi korban ambisi orangtuanya, Utomo terlihat berjalan normal keluar dari kamarnya. Akhir-akhir ini kesehatan orang tua itu semakin membaik, membuat Ara dan Aris bahagia karena kakeknya sudah pulih kembali. Ara menggigit kukunya dengan gemas, otaknya masih buntu karena belum mendapatkan ide yang bagus. “Tidak bisa tidur karena mendengar suara tadi malam?” Ara dan Aris menoleh mendapati Utomo duduk di single kursi, matanya tak lepas mengamati ke dua cucunya. “Kakek tahu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD