Grizelle bangun dari tempat tidurnya. Ia mulai bersiap-siap untuk mulai bekerja. Hari ini dia mendapat shift dari pagi sampai siang.
Setelah selesai bersiap-siap, Grizelle segera mengambil tas kecilnya dan segera pergi menuju ke minimarket tersebut.
Sesampainya di minimarket, Grizelle menemukan seorang perempuan yang berdiri seperti sedang menunggu seseorang.
“Kamu pegawai barunya?” tanya seseorang tersebut
Grizelle mengangguk.
“Kalau gitu, ayo! Aku akan menjelaskan tugas-tugasmu” ujar perempuan itu
“Kalau boleh tau kau siapa ya? Soalnya setauku pegawainya cuma dua” ucap Grizelle
“Ah aku anak pemiliki minimarket ini, terkadang aku jadi pegawainya juga” jelas perempuan itu
“Oh gitu” ucap Grizelle
Mereka pun masuk, perempuan itu menjelaskan apa saja tugas-tugas Grizelle selama bekerja di minimarket. Mulai dari bagaike mana cara menjadi kasir, bagaike mana scan harga barangnya, dan juga tugas lainnya.
Merasa sudah cukup mengerti, perempuan itu mengatakan minimarketnya sudah bisa dibuka. Grizelle mengangguk dan mengucapkan terima kasih pada perempuan itu. Perempuan itu hanya tersenyum dan segera pergi.
Setelah minimarket dibuka, seorang laki-laki masuk dan menjadi pelanggan pertama Grizelle.
“Selamat dat-“ ucapan Grizelle berhenti saat melihat laki-laki itu
“Gerald” seru Grizelle
Gerald menoleh.
“Saat bekerja di sini, pura-puralah tidak mengenalku” ujar Gerald
Grizelle tertawa.
Gerald segera mengambil barang yang ingin Ia beli dan segera menuju meja pembayaran.
“Kau jadi pelanggan pertama ku hari ini” ujar Grizelle senang sambil memindai barang belanjaan Gerald
Gerald melirik ke arah Grizelle yang tengah tersenyum ke arahnya.
“Apa nanti kau akan datang lagi?” tanya Grizelle
“Apa kau pikir kerja ku hanya ke minimarket?” jawab Gerald
“Ya aku kan hanya bertanya” ucap Grizelle sambil memberikan sebungkus plastik kecil yang berisi barang belanjaan Gerald
Gerald tidak menanggapi, Gerald segera keluar dan pergi dari sana.
Grizelle hanya bisa menatap dengan pandangan kesal kepergian Gerald.
Pelanggan berikutnya datang dan Grizelle pun berusaha untuk tersenyum sambil mengucapkan kata ‘selamat datang’.
*****
Beberapa menit sebelumnya.
“Oh! Kakak mau ke mana pagi-pagi begini?” tanya Kaila yang melihat Gerald yang sudah berpakaian rapi dan menuju keluar rumah
Gerald diam.
Kaila memiringkan kepalanya.
“Mau kuliah? Bukannya masuk siang?” tanya Kaila lagi
“Tidak” jawab Gerald sambil menggeleng
Kaila menyerngitkan dahinya heran.
“Jadi, mau ke mana?” tanya Kaila
“Minimarket” jawab Gerald
“Ha? Pagi-pagi begini? Tumben sekali” ujar Kaila
Gerald diam.
“Mau beli apa?” tanya Kaila
“Minuman” jawab Gerald
“Ha? Minuman apa?” tanya Kaila
Gerald tidak menanggapi dan segera pergi. Sementara Kaila menatap kakaknya itu dengan pandangan curiga.
Kaila terus menunggu Gerald di depan rumah.
“Sedang apa berdiri di situ?” tanya Rachel, ibu Gerald
“Oh, bunda! Sedang menunggu kak Gerald” jawab Kaila
“Loh, emang Gerald ke mana?” tanya Rachel
“Ke minimarket” jawab Kaila
“Loh, tumben sekali” ujar Rachel
“Iyakan bunda? Biasanya harus Kaila ajak dulu baru mau, lah ini kemauan sendiri” ucap Kaila
“Mungkin barang yang ingin dibeli penting” ucap Rachel
“Minuman doang kok bund, di dalam lemari pendingin kan sudah banyak minuman” ucap Kaila
“Sudahlah, mungkin kakakmu ingin membeli minuman yang tidak ada di rumah” ucap Rachel sambil berlalu pergi
Kaila menyerngitkan kembali dahinya, perasaannya mengatakan hal yang sebaliknya.
Gerald kembali dan melihat Kaila yang berdiri sedang menunggunya dan menatapnya curiga.
“Tatapan apa itu?” tanya Gerald
“Aku hanya ke minimarket, kenapa kau sampai menatapku seperti itu?” tanya Gerald
“Ya soalnya kau tidak biasanya ke minimarket” jawab Kaila
Gerald memutar bola mata malas. Ia malas menanggapi dan memilih segera masuk ke dalam rumah. Kaila memandang kesal ke arah Gerald yang mengabaikannya.
****
Grizelle telah selesai bekerja dan kembali pulang. Dia merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Dia merasa lelah, untuk pertama kali seumur hidupnya bekerja untuk bertahan hidup.
‘Aku lelah’ batin Grizelle
Ting!
Sebuah pesan chat terdengar dari handphonenya. Grizelle mengambil handphone miliknya itu dan melihat siapa yang mengirim pesan.
Senyum Grizelle mengembang saat melihat kalau Gerald lah yang mengirim pesan tersebut.
Gerald Kyler : Selamat sore
“Pfftt” Grizelle menahan tawanya saat melihat isi dari chat Gerald
‘Sopan sekali salam pembukanya’ batin Grizelle
Grizelle Aileen : Selamat sore juga pelanggan pertamaku, ada apa?
Gerald Kyler : Aku sudah memberikan tugas kita tadi siang
Grizelle Aileen : Baiklah
Grizelle melihat chat terakhir mereka yang hanya di read oleh Gerald. Grizelle mendengus dan mulai mengetik pesan lagi.
Grizelle Aileen : Saat gajian nanti, aku akan mentraktirmu
Gerald Kyler : Untuk?
Grizelle Aileen : Sebagai perayaan kau yang menjadi pelanggan pertamaku, hehe
Gerald Kyler : Bayar dulu utangmu
Grizelle Aileen : Ih iya loh! Aku kan sudah berjanji untuk membayarnya
Gerald Kyler : Hm.
Grizelle Aileen : Sialan! Aku berniat baik, tapi tanggapan macam apa itu?
Gerald Kyler : Emang aku harus menanggapinya bagaike mana lagi?
Grizelle Aileen : Ya maksudmu bagaike mana lagi? Terima atau tolak gitu misalnya
Gerald Kyler : Kalau gitu, jawabanku tidak
Grizelle Aileen : Iiih, kau menyebalkan
Grizelle bertambah emosi saat melihat pesannya hanya di read kembali oleh Gerald.
‘Laki-laki es ini benar-benar akan menguji kesabaranku’ batin Grizelle kesal
‘Aaaa dia sangat menyebalkan’ batin Grizelle semakin kesal saat mengingat jawaban singkat dari Gerald
******
Grizelle tiba di kampusnya, kali ini dia ada kelas pagi. Dan akan mulai sekitar lima belas menit lagi. Saat menuju kelasnya, Grizelle melihat di depannya ada seorang laki-laki dan seorang perempuan yang sedang berjalan bersama ke arah yang sama pula.
Perempuan itu terlihat sedang tersenyum malu-malu sementara laki-lakinya hanya menatap perempuan itu datar. Mereka adalah Gerald dan Kiara.
‘Ah sial!’ batin Grizelle kembali kesal saat melihat Gerald yang membuatnya teringat kembali chat mereka semalam
Grizelle berjalan cepat dan menyenggol lengan Gerald dengan sengaja dan segera pergi.
Gerald menatap kesal ke arah Grizelle yang sudah berlalu pergi jauh.
“Kayaknya dia sengaja deh” ucap Kiara
Gerald diam. Dia juga merasa seperti itu.
“Kalian ada bertengkar?” tanya Kiara
Gerald mengedikkan bahunya dan pergi meninggalkan Kiara.
‘Apa sih mereka, kayak udah punya hubungan aja pakai bertengkar segala’ batin Kiara kesal
*****
Kelasnya sudah selesai, Grizelle segera keluar dari kelas dan menemukan Gigi dan Yeri yang sedang menuju ke arah kantin. Grizelle memanggil mereka dan segera menghampiri mereka.
“A-ada apa ya kak?” tanya Gigi
“Aku tidak tau kalau Kaila udah bilang ke kalian apa belum,. Tapi walaupun udah, aku harus tetap mengatakan ini” ujar Grizelle
Gigi dan Yeri saling menatap satu sama lain.
“Maaf ya, maafkan sikapku selama ini” sambung Grizelle
“Aku tau minta maaf gak cukup, tapi aku janji gak bakalan ganggu kalian lagi” sambung Grizelle lagi
“Ah iya gak apa-apa kok kak, Kaila juga udah bilang ke kami soal kakak yang minta maaf padanya” ucap Yeri
“Iya kak, kami sudah maafin kok” ucap Gigi
“Beneran?” tanya Grizelle
“Iya, lagian kami tahu kok. Kalau kak Shella yang selalu memulai semuanya” jawab Gigi
“Pokoknya sekali lagi aku minta maaf” ucap Grizelle
Mereka mengangguk.
“Kalau gitu, kami ke kantin dulu ya kak” pamit Gigi
Grizelle mengangguk. Gigi dan Yeri pun segera berlalu pergi.
Grizelle melanjutkan langkahnya dan melewati taman kampus. Grizelle kembali melihat Gerald yang sedang duduk sambil memainkan handphone di tangannya.
Grizelle menghampiri Gerald dan kembali memijak kaki kiri Gerald.
Gerald meringis dan menatap kesal ke arah Grizelle.
“Maaf, gak sengaja” ucap Grizelle
“Hei, aku tau kau sengaja” ucap Gerald
“Oh ya? Kalau begitu maaf, aku sengaja” ucap Grizelle
“Kau kenapa sih?” tanya Gerald
“Kenapa kau bilang? Aku masih sakit hati dengan tanggapan mu semalam. Kenapa tanggapanmu dingin begitu sih?” tanya Grizelle
Gerald memutar bola matanya malas.
“Jadi aku harus apa?” tanya Gerald
“Kau harus terima atau tola- Ah enggak! Kau harus menerimanya tanpa penolakan” jawab Grizelle
“Baiklah kalau gitu” ucap Gerald mengalah
Grizelle tidak tahu kenapa, dia semakin kesal saat melihat Gerald meresponnya seperti itu.
“Kau-“
“Jangan marah lagi” potong Gerald dengan nada lembut
Grizelle mematung saat mendengar itu.
“O-oke, aku akan memaafkanmu” ucap Grizelle
“Ah gak jadi! Aku akan memaafkanmu jika kau mentraktirku membeli ice cream” ujar Grizelle
“Kau sedang memerasku ya?” tanya Gerald
Grizelle kaget saat mendengar itu.