Part 5

1453 Words
‘Ngapain juga aku nangis karena itu saja?’ batin Grizelle ‘Gak ada gunanya juga lagian’ batin Grizelle lagi Grizelle segera kembali ke toilet untuk mencuci mukanya. ‘Mataku jadi bengkak karena menangis’ batin Grizelle Ting! Sebuah pesan masuk dari handphone Grizelle. Grizelle segera membuka dan membalasnya. Bintang : Kelasmu sudah selesaikan? Grizelle : Iya Bintang : Ayo ke karaoke! Grizelle : Haha ayo! Bintang : Yang benar? Kau yang traktirkan? Grizelle : Oke Bintang : Aku akan kabari Shella! Kita bertemu di kampus saja Grizelle : Baiklah Grizelle segera mematikan handphonenya dan keluar dari toilet. Grizelle pergi menuju gerbang kampus dan menunggu teman-temannya itu. Selang beberapa menit, mereka datang. “Ayo!” ajak Bintang Grizelle mengangguk. “Bagaimana kalau ke Mall dulu?” tanya Shella “Ke Mall?” tanya Grizelle “Iya!” jawab Shella “Ay, traktir kami membeli beberapa pasang pakaian” sambung Shella dengan mata yang berbinar-binar “Dengan sepasang sepatu juga boleh” bujuk Bintang dengan mata yang juga berbinar-binar Grizelle tertawa. “Ya sudah ayo!” ajak Grizelle “Beneran?” tanya Bintang “Iya” jawab Grizelle sambil mengangguk. Bintang dan Shella berteriak senang. Mereka segera menuju ke Mall terdekat. Di Mall itu, Grizelle dan teman-temannya mencoba berbagai macam pakaian dan sepatu. Dan jika merasa cocok, Grizelle akan membayar barang itu. Belum puas, Shella juga mencoba berbagai macam aksesoris. “Ini cantik” ucap Shella “Aku juga ingin mencobanya” ujar Bintang “Apa ini bagus?” tanya Shella Grizelle mengangguk. “Kalau aku?” tanya Bintang “Bagus juga” jawab Grizelle “Kalau begitu, belikan kami ini juga” ucap Bintang Grizelle mengangguk. “Kalau begitu, aku akan mengambil beberapa untuk adikku juga” ucap Shella “Oh iya, aku juga akan mengambil beberapa untuk kakakku juga” ucap Bintang Grizelle hanya mengangguk dan membayar semua belanjaan mereka. “Sedang lihat apa kak?” tanya Kaila “Tidak ada” jawab Gerald Gerald dan Kaila kebetulan berada di Mall yang sama dengan Grizelle. “Tidak jadi belanja?” tanya Gerald “Tunggu, sebentar lagi kak Kiara datang” jawab Kaila “Kau mengajaknya?” tanya Gerald Kaila mengangguk. “Untuk apa sih?” tanya Gerald “Perempuan itu belanjanya lama tahu, kau tidak akan mengerti. Jika aku bertanya nanti, kau pasti hanya bilang semua bagus. Jadi, aku mengajak kak Kiara. Dia itu perempuan, jadi dia mengerti” jelas Kaila Gerald menggeleng-gelengkan kepala tak mengerti dengan pemikiran adiknya ini. Gerald kembali menatap Grizelle dan teman-temannya yang masih ada di tempat yang sama. Gerald melihat Grizelle yang membayari belanjaan teman-temannya. ‘Perempuan bodoh’ batin Gerald “Haii” sapa Kiara setelah sampai dan menghampiri Kaila dan Gerald “Kakak lama sekali” keluh Kaila “Aku berdandan sebentar tadi” ujar Kiara “Maaf ya” sambung Kiara Kaila tersenyum. “Tidak apa-apa, pasti karena ada kak Gerald kan? Kakak memang harus tampil cantik di depan calon, hehee” ucap Kaila Kiara tersenyum malu sementara Gerald hanya memandang dengan pandangan malas. “Ayo” ajak Kaila Mereka pun segera pergi belanja. Gerald hanya memperhatikan Kiara dan Kaila yang sedang asik mencoba beberapa baju. Dia merasa bosan. Untuk mengusir rasa bosannya, Gerald berkeliling sebentar dan menemukan tempat makan. Dia memesan sedikit makanan. Saat makanan sudah datang, dia segera mencicipi makanan tersebut dan tak lupa untuk membayar. Sambil makan, dia juga melihat-lihat sekitar. Dia menemukan tiga orang perempuan yang sedang asik berbelanja. Dan segera menuju ke area permainan. Tiga perempuan itu adalah Grizelle dan kedua temannya. “Kakak disini ternyata” ucap Kaila “Udah siap?” tanya Gerald Kaila mengangguk, “Kak, ke area permainan yuk! Aku pengen coba” ajak Kaila “Enggak” tolak Gerald karena dia tidak ingin Grizelle dan Kaila bertemu “Ih kenapa?” tanya Kaila “Jangan kayak anak-anak, Kai” jawab Gerald “I-iya bener, lebih baik ke tempat lain” ucap Kiara “Ih kakak kok jadi bela kak Gerald sih?” tanya Kaila Kiara tersenyum. “Ya udah, kalau gitu aku sendiri yang ke sana” ucap Kaila dan segera berlari ke area permainan itu Gerald memutar bola mata malas. “Biar aku aja yang susul” ucap Kiara “Enggak, aku kakaknya. Kenapa kau yang susul?” tanya Gerald dingin Kiara diam, dia tidak berani membalas ucapan Gerald. Gerald segera menyusul Kaila dan diikuti oleh Kiara. Mereka mencari keberadaan Kaila. “Aku cari sebelah sana ya?” tanya Kiara “Terserah” jawab Gerald dingin dan segera pergi ke sisi yang lain. Mereka berpencar. Gerald menyusuri setiap permainan. Bukannya menemukan Kaila, Gerald malah menemukan Grizelle dan teman-temannya. “Ay, ayo memainkan ini” ucap Bintang “Mainlah, aku sedang tidak mood” tolak Grizelle “Ayo beli koinnya kalau gitu” ajak Shella “Iya, biar kami yang main” sambung Bintang “Ini” ucap Grizelle sambil memberikan beberapa lembar uang. Gerald mencoba untuk tidak peduli dan terus mencari Kaila. Tetapi Gerald malah kembali melihat ke arah Grizelle yang duduk sendirian di tempat yang gelap di dekat permainan yang sudah mati karena sudah tidak dipakai lagi dengan pandangan kosong. Dari belakang, terlihat seorang laki-laki mencoba untuk merogoh tas Grizelle yang terbuka. ‘Jangan peduli! Ayo cari Kaila’ batin Gerald Gerald kembali melihat ke arah Grizelle yang masih menatap dengan pandangan kosong. ‘Dia kenapa duduk di tempat gelap sih?’ batin Gerald kesal dan segera berlari menuju Grizelle “Woi!” teriak Gerald Ketahuan, laki-laki itu tadi segera berlari dan menyelamatkan diri. Grizelle yang sadar uangnya ingin dicuri segera ingin berlari mengejar laki-laki pencuri itu, tetapi sebuah tangan menghalanginya. “Awas! Biar ku kejar pencuri itu!” seru Grizelle “Tidak usah! Dia juga tidak jadi mengambil uangmu kan?” tanya Gerald “Iya sih, tapi kalau seandainya dia mencuri ke orang lain bagaimana?” tanya Grizelle “Dia itu sudah ketahuan, palingan kabur” jawab Gerald “Kalau dapat pun, kau akan apain dia?” tanya Gerald “Apa lagi menurutmu? Aku akan mematahkan tangannya yang-“ Grizelle berhenti bicara setelah sadar mengucapkan kata-kata yang seharusnya tidak pantas disebutkan oleh seorang perempuan Hening. Tidak ada lagi yang bicara di antara mereka. Gerald segera melangkah pergi tapi terhenti dengan ucapan Grizelle. “Terima kasih” ucap Grizelle Gerald menoleh. “Ya, jangan termenung lagi” ucap Gerald Grizelle mengangguk. “Kau sedang apa di sini?” tanya Grizelle “Mencari seseorang” jawab Gerald “Siapa?” tanya Grizelle “Apa aku harus memberitahumu?” tanya Gerald dingin “E-enggak sih” jawab Grizelle “Ya sudah” ucap Gerald dan segera pergi meninggalkan Grizelle. ‘Dingin sekali, ibunya ngidam apa sih dulu? Es batu?’ batin Grizelle kesal Dering handphone Gerald berbunyi, Kaila menelponnya. “Aku sudah menemukan Kaila” “Di mana?” “Kau tahu permainan masukkan bola ke ring kan? Kami di situ” “Aku akan ke sana” “Iya” Gerald mematikan panggilan tersebut dan menuju ke tempat tersebut. Sesampainya di sana, dia melihat Kaila dan Kiara yang sedang bermain basket mini di sana. “Ayo pulang” ucap Gerald “Wah kakak memang tidak seru” ujar Kaila “Aku juga sudah lelah, ayo kita pulang” ajak Kiara “Apaan, kan baru sebentar. Kak Kiara kok nurut banget sih sama kak Gerald” ucap Kaila sambil cemberut “Ayo pulang!” ajak Gerald lagi “Yaudah deh kalau gitu” ucap Kaila lesu “Oh ayolah! Aku akan membelikan mu ice cream, bagaimana?” tanya Gerald “Sungguh?” tanya Kaila dengan mata yang berbinar-binar seperti anak kecil Gerald tertawa kecil. “Iya” jawab Gerald lembut “Janji?” tanya Kaila “Iya, aku janji” jawab Gerald Kaila tersenyum dan mereka segera pulang. ‘Memang cuma Kaila yang bisa mudah membuat Gerald tersenyum maupun tertawa seperti itu’ batin Kiara ***** “Kalian belum mau pulang?” tanya Grizelle “Sebentar lagi” jawab Bintang “Memangnya ke karaokenya gak jadi?” tanya Grizelle “Kapan-kapan saja” jawab Shella “Besok juga boleh” ujar Bintang “Aku ada kelas besok” ucap Grizelle “Dari pagi sampai sore?” tanya Shella “Iya” jawab Grizelle sambil mengangguk “Ya ampun, padahal kami besok kosong lagi loh” ucap Shella “Wah kelas kalian enak banget” ucap Grizelle “Enak gimana? Galak woi dosennya” ujar Shella “Tapi ya itu sih, jarang masuk karena dia gampang sakit gitu. Tapi sekali masuk, materi banyak banget, terus tugas numpuk” jelas Bintang Grizelle tertawa. “Aku sudah capek, pulang sajalah kalau begitu” ucap Shella “Sama, aku juga” ucap Bintang “Kalau begitu, ayo pulang” ajak Grizelle Shella dan Bintang mengangguk. Mereka segera pulang sambil membawa semua belanjaan mereka.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD