Part 17

1318 Words
Grizelle keluar dari kelasnya dengan cepat setelah selesai pembelajaran untuk menghindari Kiara. Grizelle segera mencari Gerald namun tak kunjung jumpa. Grizelle segera mengambil handphonenya untuk menelepon Gerald. “Halo” “Kau di mana?” “Di taman” “Jangan bohong! Aku tadi udah ke sana dan kau tidak ada” “Makanya lihat dengan benar” “Aku sudah melihat dengan benar” “Kemarilah, aku benar-benar ditaman dari tadi” “Oke, aku segera ke sana” Grizelle segera memutuskan panggilan tersebut dan pergi ke taman. Sesampainya di taman, mata Grizelle menelusuri setiap orang yang ada di taman hingga akhirnya menemukan Gerald. Baru saja melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah Gerald, Grizelle melihat Kiara berjalan mendekati Gerald. Mereka terlihat saling berbicara. Grizelle perlahan mendekati mereka berdua untuk mendengar pembicaraan mereka. Tapi sayangnya tidak bisa, karena tempat mereka terlalu terbuka. Grizelle tidak bisa mendengar percakapan mereka. Hingga akhirnya Kiara pergi. Grizelle segera menghampiri Gerald. “Ngomong soal apa dia?” tanya Grizelle “Kau ke kampus?” tanya Gerald “Iya” jawab Grizelle “Udah benar-benar merasa sehat?” tanya Gerald lagi Grizelle mengangguk. “Kenapa? Khawatir?” tanya Grizelle Gerald diam. “Kalau engg-“ “Iya khawatir” potong Gerald Grizelle terdiam sejenak. Pipinya merah. “Aku akan selalu khawatir kalau ada sesuatu yang terjadi padamu” sambung Gerald “Diam kau, aku baper tau” ujar Grizelle Gerald terkekeh pelan. Gerald mendekatkan wajahnya dengan wajah Grizelle. Grizelle reflek segera memundurkan wajahnya. “Aku serius” ucap Gerald Pipi Grizelle makin memerah. Ia tak tahan dan segera mendorong Gerald agar menjauh darinya. Gerald tersenyum saat melihat Grizelle. Setelah menenangkan hatinya, Grizelle segera menatap Gerald dengan tatapan serius. “Kenapa?” tanya Gerald “Bicara apa kau dengan Kiara tadi?” tanya Grizelle “Dia hanya bertanya apa dia bisa main kerumahku hari ini atau tidak” jawab Gerald “Jadi kau jawab apa?” tanya Grizelle “Tidak” jawab Gerald Grizelle menghembus nafas lega. “Baguslah. Karena aku ingin main ke rumah mu” ujar Grizelle “Gak bisa” tolak Gerald “Kenapa? Kau bilang boleh, gimana sih?” tanya Grizelle kesal “Jangan hari ini, besok aja sekalian dengan Kiara” jawab Gerald “Kau bercanda? Mana mau aku ketemu dengan dia” tolak Grizelle “Aku mau hari ini” sambung Grizelle “Tidak” tolak Gerald “Gak peduli. Aku akan pergi sendiri ke rumahmu” ucap Grizelle Gerald menggeleng-gelengkan kepalanya maklum. Grizelle memang keras kepala. Mau tak mau, Gerald menuruti Grizelle dan mereka segera menuju rumah Gerald. ***** “Eh, kamu beneran datang? Ayo, sini masuk!” ajak Rachel saat melihat Grizelle berada di depan pintu rumahnya Grizelle mengangguk dan segera masuk disusul dengan Gerald. “Hmm, kita masak apa ya?” tanya Rachel “Masak kue biasa aja dulu, gimana bunda?” tanya Grizelle “Boleh” jawab Rachel “Kamu beneran udah sehat kan?” tanya Rachel “Iya bunda” jawab Grizelle Tak mau ikut campur, Gerald segera menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya. Grizelle dan Rachel segera menyiapkan alat dan bahan untuk membuat kue itu. Mereka memulai pekerjaan mereka. 1 jam terlewati, Gerald keluar dari kamarnya dan memperhatikan ibunya dan Grizelle yang sedang sibuk membuat kue. Gerald tersenyum tipis saat melihat Grizelle yang berjuang dalam membuat kue. Dia bisa menebak, kalau gadis itu pasti belum pernah membuat kue sebelumnya. Beberapa jam kembali berlalu dan kue pun akhirnya selesai. Gerald dipanggil untuk mencoba kue tersebut. “Lumayan” ucap Gerald “Kue pertama buatan Grizelle” ujar Rachel “Gak aku semua kok yang ngerjain” ucap Grizelle pada Gerald Gerald hanya mengangguk paham dan segera pergi berlalu duduk di sofa dan mulai memainkan handphonenya. “Kamu duduk aja ya, biar bunda yang beresin” ujar Rachel “Aku aja bunda” ucap Grizelle dan segera membereskan peralatan tersebut dan memulai mencuci setiap alat yang digunakan. Rachel tersenyum saat melihat Grizelle. Setelah selesai, Grizelle segera duduk tepat di samping Gerald yang sedang bermain game. Merasa bosan, Grizelle menjahili Gerald hingga kalah di dalam game itu. “Ah gara kau” ucap Gerald kesal Gerald menatap Grizelle tajam. Tak takut, Grizelle juga ikut menatap tajam Gerald bahkan sampai memelototi Gerald. “Apa? Kau pikir aku takut?” tanya Grizelle menantang Gerald tidak menggubris ucapan Grizelle. “Ini sayang, kamu bawak kuenya sebagian” ucap Rachel “Iya, terimakasih bunda” ucap Grizelle Rachel mengangguk. “Bunda, Grizelle bentar lagi harus kerja. Pulang sekarang gak apa-apa kan bund?” tanya Grizelle Rachel mengangguk. “Antar Ay sana!” perintah Rachel ‘Ay? Sejak kapan bunda sedekat itu sama Grizelle?’ batin Gerald Gerald mengangguk dan segera mengantar Grizelle. “Antar langsung ke minimarket ya” ucap Grizelle Gerald hanya mengangguk. Sesampainya di minimarket, Grizelle menyerngitkan dahinya bingung. “Kau kenapa? Marah ya?” tanya Grizelle Gerald menggeleng. “Terus kenapa diam aja dari tadi?” tanya Grizelle “Gara game tadi ya? Maaf deh kalau gitu” sambung Grizelle Gerald hanya mengangguk. “Jawab! Dingin banget kayak es. Gak seru ih” ucap Grizelle “Jadi aku harus gimana?” tanya Gerald Grizelle mengerucutkan bibirnya. Gerald tersenyum tipis. “Oke. Aku akan selalu tersenyum untukmu” ucap Gerald “Sungguh?” tanya Grizelle Gerald mengangguk. “Tak akan bersikap dingin lagi?” tanya Grizelle “Iya, gak akan” jawab Gerald “Oke” ucap Grizelle sambil tersenyum Grizelle segera pamit dan masuk ke minimarket tersebut. ***** Grizelle tiba di kosnya pulul enam sore, Grizelle segera merebahkan dirinya di kasur. Dia lelah. Grizelle bangkit dari tempat tidur dan segera membersihkan dirinya dengan mandi. Setelah selesai, grizelle kembali meletakkan tubuhnya di kasur miliknya itu. Dia bermain handphone sejenak. Waktu terus berlalu hingga pukul sepuluh malam. Merasa bosan, Grizelle meletakkan handphonenya dan menatap atap kamarnya itu. Dia benar-benar merindukan kedua orangtuanya. Ada banyak waktu yang Ia lewatkan saat ada kesempatan untuk bersama kedua orangtuanya. Grizelle selalu menghabiskan waktunya dengan orang yang dia anggap teman padahal orang yang dianggap temannya itu adalah musuh yang sebenarnya. Air mata Grizelle menetes. Dia benar-benar ingin waktu terulang kembali. “Andai waktu bisa terulang lagi, aku ingin memperbaiki semuanya” ucap Grizelle lirih “Mama sama papa kangen aku gak?” tanya Grizelle sambil menahan tangisnya Grizelle merasa sangat sakit. Dadanya terasa sesak. Dia benar-benar menangis. Hingga lelah menangis, Grizelle terlelap dengan sendirinya. Pagi kembali tiba, Grizelle membuka matanya secara perlahan dan menemukan atap yang berbeda dengan yang Ia pandang tadi malam. Dia langsung bangkit berdiri saat melihat keadaan kamarnya. Ini bukan kos nya. Ini seperti kamarnya yang dulu. Bukan. Dia benar-benar berada di kamarnya. Lebih tepatnya berada di rumahnya yang dulu. “Apa aku mimpi ya?” tanya Grizelle Grizelle segera mencubit tangannya untuk membuktikan ini mimpi atau tidak? “Aw!” Grizelle meringis kesakitan saat Ia mencubit tangannya “Ternyata aku tidak mimpi” ujar Grizelle Tunggu. Apa waktu kembali terulang seperti yang Ia pikirkan tadi malam? “Enggak mungkin!” ucap Grizelle “Apa jangan-jangan semua yang aku alami selama ini hanya mimpi?” tanya Grizelle “Bisa jadi” jawab Grizelle menjawab pertanyaannya sendiri “Tunggu! Kayaknya mimpi itu dimulai dari aku bangun dihari papa dan mama ketemu paman dan bibi deh” ujar Grizelle Grizelle segera berlari keluar kamar untuk mencari kedua orangtuanya. Dan benar saja, Grizelle bisa menemukan kedua orangtuanya. “Kamu udah bangun?” tanya Natasya “Lihat tuh udah jam berapa! Kamu nolak terus dibangunin dari tadi” sambung Natasya Grizelle melihat jam yang sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Grizelle tak bisa menahan air matanya. Ia segera memeluk erat ayah dan ibunya itu. “Ay kangen sama mama dan papa” ujar Grizelle Romi dan Natasya saling melirik satu sama lain karena tidak biasanya Grizelle seperti ini. Grizelle kembali menampar pipinya sendiri untuk memastikan apakah ini nyata atau tidak. Romi dan Natasya menghentikan Grizelle yang terus memukul dirinya. “INI BENERAN NYATA” teriak Grizelle
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD