Mata coklat yang bulat dengan bulu mata lentik! Wajahnya terlihat kemerahan dengan bibir tipis yang masih sangat alami karena pria satu ini tak merokok!
Ketika seorang wanita masuk ke dalam rumah bersama pria asing, mata itu hanya menatap saja tanpa berkata apapun. Dan seolah di hunus pedang tajam sang wanita tersebut hanya bisa menahan diri karena dia tidak bisa berkata apapun.
Hanya katak yang sok akrab! Maju menyapa pria tampan dengan senyum tak ramah itu. “Hallo, apa kau Romeo…” ucapnya dengan senyum lebar karena berharap suatu saat hubungan dirinya dan Katie akan lebih baik dan otomatis Romeo akan menjadi iparnya.
Tidak ada jawaban dari Romeo dia malah menatap ke arah Katie dengan sinisnya. “Apa kau tak ingin menyapaku…?”
Katie tak enak sekali mendengar itu dari mulut Romeo. Dengan jantung yang berdebar di maju ke arah sang kakak dan mengulurkan tangannya. “Apa kabar kak…”
“Baik…” jawabnya yang langsung berdiri meninggalkan mereka tanpa mengapikkan Eon Goroses sama sekali. “Jangan lupa kalian makan malam…” ucapnya tanpa membalik badan.
Rasanya Eon Goroses sangat terhina melihat pria itu karena terlalu angkuh, setidaknya dia memiliki sopan santun yang harus di lakukan pada orang yang lebih tua. Lagipula orang tuanya lebih kaya dari pada keluarga Barones.
Eon Goroses yang merasa kesal tak lagi menyapa Katie! Dia langsung pergi menuju kamar! Tak di pungkiri semua sikap itu terasa aneh bagi Katie. Wanita itu yakin Eon Goroses sangat kesal dengan apa yang Romeo katakan.
Dia mengepalkan tinju! Tak ada orang di rumah saat ini dan dia akan menyapa dengan benar kakaknya yang satu itu. Ceklek! Katie membuka pintu kamar dan berjalan masuk.
“Kau selalu bisa membuka pintu itu! Apa kau seorang pesulap? Katakan padaku yang sebenarnya…” Romeo berkata tanpa menatap wajah Katie sama sekali.
Katie tak peduli jika dirinya sekarang tidak dia apikkan. “Kau kembali…” ucapnya sambil memeluk Romeo dari belakang.
Romeo tidak menjawab, dia menahan tangan Katie yang sejak tadi meraba dadanya. “Aku kembali karena akan menikah…” jawabnya dan itu sukses membuat Katie semakin kesahangan.
Dia meremat d**a Romeo dengan kuat. “Menikah? Apa kau bisa melakukan semua ini setelah tidur dengan adikmu sendiri?”
“Semua kakak pernah tidur dengan adiknya… apa yang terjadi bukankah kau yang mengatur? Aku tahu kita tidak pernah melakukan hubungan seks! Bahkan aku sudah sangat teliti sebelum kembali kesini…”
Wajah Katie mengeras, dia tahu semua ini pasti ulah Sharoon. Pasti wanita itu yang mengatakan semua pada Romeo padahal Katie sudah mengancam tapi tetap saja tidak di dengarkan.
“Apa kau ingin membuktikan apa aku berbohong…?”
“Apa kau akan menjebakku? Kita aku mengetesmu maka apa yang terjadi? Jika sebelumnya adalah sebuah kebohongan maka saat ini akan menjadi kenyataan untukmu, bukan? Aku tidaklah sebodoh itu! Dulu aku gegabah karena aku pikir telah menyakiti adikku sendiri. Tapi aku bodoh bisa berpikir seperti itu… benar bukan?”
“Yah kau bodoh kak! Selamanya kau akan menjadi kakakku yang bodoh… aku takut jika kau menjadi pintar…”
Romeo tersenyum kecut dan meraih tangan Katie! “Aku akan menikah! Jaga sikapmu…”
“Kau bercanda…?”
Romeo meraba wajah Katie. “Anak baik… jangan melakukan hal bodoh! Kau bisa masuk penjara! Apa kau ingin membunuhku sekarang?”
“Hah… aku tak akan membunuhmu! Aku akan membunuh semua orang yang mendekati dirimu… apa kau lupa bagaimana aku menghabisi nyawa hewan peliharaanmu? Bahkan aku menghabisi mereka tanpa menyisahkan sedikitpun celah.”
“Kau bahkan melakukannya hanya karena cemburu tak aku sapa! Luar biasa sekali adikku yang satu ini…”
“Terimakasih karena sudah memuji diriku seperti ini! Setidaknya aku tahu jika kau masih perhatian…” ucapnya sambil tersenyum jahat pada Romeo.
Cup, Katie mencium punggung tangan kakaknya dan berlalu pergi dari kamar tersebut.
"Katie..."
“Ya?” jawab wanita tersebut berbalik.
“Ingat, kau bisa masuk penjara…”
Dia tersenyum! “Papi tidak akan membiarkan aku membusuk! Lagipula selama ini aku selalu rapi… menabrak Via! Mendorong Christi, bahkan meracuni Lastina sudah aku lakukan dan kau tahu itu semua…” dia melipat kedua tangannya menatap Romeo dari jarak jauh. “Kau yang membuat aku jadi seperti ini! Jika kau melarangku makan semua ini tak akan terjadi! Kenapa? Karena kau sangat peduli padaku…”
“Ya, aku sangat peduli padamu karena kau adalah adikku! Aku sangat menyesal karena selalu membiarkan dirimu setelah melakukan kesalahan. Tapi, saat ini aku sudah menyesal dan tak mungkin melepaskan dirimu jika terulang kembali…”
“Aku tidak pernah memintamu untuk melindungiku!” jawabnya menutup pintu kamar tersebut dengan kuat.
Romeo menyandarkan dirinya! Dia tidak tahu lagi bagaimana cara menghadapi Katie. Semua orang kesulitan karena adik bungsunya itu.
Dia mengambil ponselnya lalu menghubungi wanita yang ada di seberang telepon. “Ada apa menelponku malam-malam seperti ini!”
“Apa aku mengganggu? Bukankah aku sudah membayarmu penuh untuk melakukan semua ini! Jadi terserah padaku ingin menghubungi dirimu kapan. Sesuai dalam kontrak kita, kau tak bisa berbuat sesuai dengan yang kau inginkan! Semua harus dengan caraku…”
“Kontrak pernikahan ini selama lima tahun! Aku pikir kau gila Romeo, aku tak bisa menerima semua jika kau tak membatalkan semuanya.”
“Semua sudah jadi bubur!”
“Kau menjebakku b******k…” Romeo tidak lagi bertanya ataupun berkata-kata di seberang telepon tersebut. "Hey b******k aku tak akan lakukan apa yang kau inginkan! aku juga bisa mendapatkan uang yang lebih banyak dari itu selama 5 tahun."
"Apa kau sedang bernegosiasi denganku? jangan buat aku tertawa karena pada dasarnya semua yang kau lakukan saat ini atas dasar kesadaran."
"Iya aku sadar setelah menit berikutnya! aku sadar ketika aku membaca isi kontrak tersebut. Kau sangat permainkanku. Aku tidak bisa jika 5 tahun,"
"Aku tidak bisa merubah apapun saat ini,"
"Hapus point di mana aku harus memberikan kamu anak! kau gila, kau gila,"
Romeo menarik nafasnya panjang Karena penangkal celotehan wanita ini hanya diam.
Gracia adalah teman sekelas Romeo saat studi magister di London. Wanita tersebut sangat pintar dan tak bisa di bodohi.
Gracia berasal dari keluarga yang kaya raya! tapi sayang dia hanyalah anak dari wanita simpanan Tuan kaya tersebut.
Sikap Gracia yang berani membuat Romeo ingin memilikinya!
Hanya wanita yang seperti itu yang bisa bertahan dengan Katie. Mereka sama-sama licik jadi ini akan sangat menyenangkan.
"Kau sudah mengambil uangku! aku tak bisa dibiarkan pergi begitu saja!"
"Aku tidak bisa melakukan ini! memiliki anak denganmu berarti aku harus tidur denganmu, bukan? kau b******k Romeo! aku ingin kau mengubah semuanya,"