“Aku mendapatkan kabar jika Romeo saat ini sedang mencarimu dan ingin bertemu langsung! Tuan Emos Barones menelepon aku beberapa jam yang lalu dan meminta aku untuk menyampaikan padamu!”
“Aku sangat sibuk dan tentu saja aku tak bisa pulang saat ini! Kau melihat sendiri bagaimana pekerjaanku! Kalau memang dia ingin bertemu denganku! Bahkan lubang semut saja akan dia datangi…”
Jors tersenyum! “Tak salah aku memilih dirimu menjadi patner kerja. Susah mencari wanita yang agak gila seperti ini… sejujurnya aku pikir kau sudah berubah seperti penampilan saat ini. Namun…”
“Namun apa? Namu kau tetap sama…? ya Jors aku tetap sama seperti yang dulu. Masih Sharoon yang ceroboh dan pesimis…”
“Jangan katakan itu, aku sangat muak mendengarnya… Hmm, Sharoon… aku dengar Romeo akan menikah…”
Sendok yang Sharoon gunakan jatuh begitu saja! Dia berdiri dari duduknya tiba-tiba dan masuk ke dalam kamar. “Hallo, apa aku salah dengar?” ternyata Sharoon langsung menghubungi Romeo. “Kau tahu dia sakit… bisa saja wanitamu akan-”
“Cup cup cup… tenanglah Sharoon… aku tak bisa begini terus! Papi sudah tua dan saatnya aku kembali ke perusahaan. Mengenai Katie aku sudah mengantisispasi semua. Aku mengerti kau cemas dan tak menyangka dengan apa yang terjadi. Tapi Lauren tidak akan semudah yang Katie pikirkan…”
“Lauren? Apa yang kau maksud Lauren teman sekelasmu…?”
“Siapa lagi kalau bukan dia! Banteng lawannya harus banteng juga! Aku sudah menjebak Lauren dan kami akan menikah.”
“Ya, jangan terus di ulangi kalimat itu karena aku sangat bosan mendengarkan semuanya. Oh Lauren akan masuk ke dalam kehidupan kita. Semoga saja dia akan bertahan dengan semua keadaan ini.”
“Aku mengerti dengan apa yang kau katakan! Kecemasan yang kau buat sendiri sejujurnya akan membuat dirimu patah hati…”
“Lauren seorang pejuang, aku yakin dia mampu menghadapi semua ini…”
"Aku akan selalu mendukungmu bagaimana pun keadaannya! tapi saat ini apa Katie sama sekali tak ada perubahan? apa salah satu dari orang tua kita sudah tau apa yang terjadi,?
Panggilan telepon itu berakhir dan Sharoon hanya bisa bernapas panjang karena perasaannya yang tidak karuan.
Di tempat Romeo sendiri, pria itu sangat yakin apa yang di lakukannya saat ini tidak akan berakhir sia-sia. Kini satu sudut pria itu kini terangkat saat mendengar suara teriakan.
"Aku tak tahu jika kau akan membuat keadaan menjadi sulit Lauren! kenapa harus kabur,? aku menyeretmu dari singapura dan kau kabur seperti anak kecil.
Mata Lauren menatap tajam Romeo. "Akkk, kau gila Romeo, kau gila! aku tidak mau menikah denganmu. Bahkan kita tak pernah bicara! kau datang menyelamatkan aku memberikan penawaran dan mempermainkan aku seperti ini! aku sangat tidak berminat padamu,"
Romeo tidak mengeluarkan kalimat apapun dia malah tersenyum manis menatap wanita yang kini sudah penuh dengan keringat karena main kejar-kejaran dengan anak buahnya. Pria itu melihat Lauren semakin lucu saat dia terus berteriak.
"Kau lucu sekali,"
Grace behenti berteriak dan menatap wajah Romeo dengan kesal. "Apa? lucu? yang benar saja kau, Romeo! aku tidak ingin bersama denganmu!" teriaknya lagi.
"Grace! keluargamu tidak akan mencari atau pun memusingkan dirimu lagi! coba lihat ini! mereka menerima semua uang yang aku berikan," Romeo menunjukkan video yang di rekamnya.
Kening Lauren mengkerut! dia tahu mereka semua membutuhkan uang! tapi jika seperti ini mereka sama saja dengan menjual dirinya. "Kau yang memancing mereka!"
"Tapi mereka yang menghubungi aku terlebih dahulu," Romeo kembali memperlihatkan panggilan kelurga Lauren.
Raasanya pecah! wanita itu ingin menangis tapi air mata tak bisa menetes karena hatinya terlalalu angkuh. Lauren menyentak dua tangan pria bertubuh besar itu! Dia menepuk bajunya dan menatap Romeo.
"Baik, aku akan melakukannya! menikah denganmu, memberikanmu anak! tapi selama waktu itu aku ingin sebuah perusahaan. Kau harus mengusahakan untukku! aku tidak ingin apapun kecuali itu."
Pok pok pok, Romeo menepuk tangan. "Kau pintar sekali! baiklah kita tidak akan panjang lebar lagi. Kita akan mulai semua yang sudah di sepakati mulai besok! bagaimana menurutmu,?"
Lauren melirik ke arah kedua orang yang ada di samping kiri dan kanan! Romeo mengerti maksud wanita itu dan mengibaskan tangan agar mereka pergi! "Keluarlah sebentar! aku ingin bicara dengan wanita ini," Mereka mengangguk dan keluar dari ruangan tersebut.
"Tidak lama setelah ini aku akan masuk ke rumahmu dan sesuai dengan perjanjian kita akan memiliki anak. Berarti aku harus tidur denganmu, bukan?" Romeo mengangguk. "Jadi begini, aku,"
Kalimat itu terputus dan membuat Romeo sedikit penasaran! dia memang tidak tahu detail bagaimana kehidupan Lauren selama ini, dia hanya melihat garis besar dan keseharian wanita itu. Lauren jenis pemberontak! dia bahkan mendalangi sebuah demo besar agar mendapatkan keuntungan dari segi nilai dan beberapa nilai yang bagus.
"Ada apa? katakan dengan benar! jangan membuat aku menunggu,"
"Aku sebenarnya,"
Romeo semakin tidak sabar karena Lauren terlihat sangat gugup. Romeo berdiri dan mengitari meja kerjanya! dia menyibakkan rambut Lauren dan memasukkan sisinya ke belakang telinga. Perlahan Romeo mengangkat dagu wanita itu. "Apa yang kau inginkan? membuat aku penasaran? apa kau ingin mengatakan sudah pernah melakukan hubungan seks dengan pria lain,?"
Grace menggeleng! "Tidak seperti itu! aku hanya,"
"Apa Grac,?
Wanita itu menelan saliva! "Kemarilah," tangannya memberikan kode pada Romeo agar lebih mendekat.
"Apa?" wajah pria itu terlihat terkejut dan berusaha menahan tawanya! "Yang benar saja Lauren," Kembali Romeo manahan tawa hingga tubihnya bergetar.
"Sudah aku bilang jangan tertawa! kau tega sekali jika melakukan semua dengan pAdit. Beri aku waktu satu bulan sebelum kita memulai segalanya,"
Romeo mengangguk! tubuhnya masih bergetar saat memutar meja dan duduk di kursinya. "Baiklah, tak masalah, sekarang kau boleh kembali ke apartemen! ingat jangan kabur lagi karena mereka punya banyak pekerjaan lain,"
Lauren mengangguk! "Baiklah," jawabnya lesu.
Mau kemana juga dirinya lari! bahkan keluarga besar sudahn menjual dirinya seperti ini. Rasanya sakit sekali tapi mau bagaimana lagi! ini adalah perjuangan dirinya untuk jadi lebih baik. Toh di dunia ini ada banyak wanita yang melakukan ini demi uang. Siapa yang tidak tahu jika dunia ini bukanlah di huni oleh manusia bersih saja.
Pintu telah tertutup! Romeo yang masih menopang dagunya dengan kedua tangan kembali menyunggingkan senyum. Dia mengingat apa yang di katakan Lauren tadi.
"Romeo, aku ingin kau tahu beberapa hal sebelum semua menjadi kacau. Pertama, aku tidak pernah ciuman.. kedua aku tidak pernah dekat dengan pria lebih dari teman, ketiga buah dadaku ujungnya sangat kecil sekali! ke empat, bagian intimku botak!"
"Cih, bisa-bisanya dia mengatakan itu dan membuat aku sedikit penasaran! dia lucu, tapi menakutkan. Dia juga agak gila kalau sedang berteriak tidak jelas seperti tadi. Aku memang tak salah memilih wanita.