Bab 14

1051 Words
“Apa kau yakin semua itu akan mengubahnya untuk lebih baik? Bahaya sekali jika Katie kita biarkan seperti ini! Papi bukan tidak ingin membantu, Papi hanya takut Katie malah merasa sendiri dan semakin menjadi-jadi. Tapi jika semua terus berlanjut… kau isi sendiri Romeo! Bagaimana pun dia adikmu sendiri…” Romeo mengangguk! “Aku juga tidak mengerti apa yang Katie pikirkan! Tapi setidaknya dia bisa berbicara dengan kita jika ada masalah! Aku memang sangat dekat dengannya, lagipula umur kami tak berbeda jauh… apa papi ingin menyalahkan aku lagi… Papi selalu menghindari fakta jika Katie mengalami kelainan…” Tuan Emos Barones hanya menatap wajah Romeo dengan rasa bersalah. “Ya, papi menyesal karena tak percaya apa yang kau katakan…” “Sampai dia ingin meracuni Mami, bukan?” Tuan Emos Barones mengusap wajahnya! “Luar biasa sekali semua yang Katie lakukan! papi sendiri tidak habis pikir dengan apa yang Katie lakukan! Tapi jika Mami tahu maka semua akan berakhir dengan menyedihkan.” Romeo berdiri, kemudian di permisi pada Tuan Emos Barones. “Aku harus pergi memeriksa wanitaku, papi…” “Hahahaa…. wanitamu? Haruskah kau mengatakan itu…?” “Kami akan menikah! Dia akan jadi milikku!” Tuan Emos Barones tersenyum. “Aku tak percaya bahwa kau sangat menyukai wanita itu, Romeo…” Tuan Emos Barones berusaha menahan tawanya tapi sayang tetap lepas begitu saja. “Bisa di bilang aku menyukai sikapnya! Kita lihat saja seberapa kuat dia bertahan menahan Katie… aku sangat berharap banyak hal dari Lauren. Dia terlihat cukup lucu.” Romeo pergi dari tempat itu sambil menyunggingkan senyum. Mobil yang pria itu kendarai berhenti di sebuah gedung tujuh lantai yang sedang di renovasi. Mobil hitam mewah keluaran eropa sangat mempesona apalagi saat seorang Romeo yang menggunakan. “Aku ingin bicara dengan pemimpin perusahaan ini!” ucap Romeo dengan suara baritonya. “Ada apa? Kenapa mencariku!” suara yang terdengar dari belakang tubuh pria itu membuatnya berbalik. Romeo tersenyum saat kedua tangannya masuk ke dalam saku celana. “Wah, aku melihat seorang pimpinan perusahaan… luar biasa sekali manusia satu ini…” Romeo menggoda Jors yang saat ini menggunakan setelan jas hingga membuatnya terlihat sangat rupawan. “Kau dan Sharoon sama saja! Kalian sangat cocok jika menggoda orang lain! Apa kabarmu! Aku dengar kau akan menikah dalam waktu dekat…” Romeo mengangguk! “Aku akan menikah dengan Lauren!” “Grec…” Jors melakukan gerakan dengan tangannya. “Maksudmu Lauren yang anak brandal itu…?” Romeo mengangguk! “Sejak kapan kau meliriknya? Ini bukanlah Romeo yang aku kenal!” pria itu mencondongkan tubuhnya! “Katakan apa terjadi sesuatu di antara kalian…? atau karena malam perpisahan itu…? sangat dia memuntahimu karena mabuk berat…? oh I see… I know…” “Apa sih kamu Jors!” Romeo meninju pelan d**a pria itu… ayo ikut aku latihan menembak! Dan besoknya golf! Bagaimana menurutmu…?” Jors mengangkat kedua bahunya. “Bukan aku tak sopan, hanya saja ini terlalu beresiko untukku! Aku tak ingin Nyonya marah karena aku lalai melAditnakan tugas! Kami akan melakukan pembukaan perusahaan dua minggu lagi. Maaf Romeo aku tak bisa…” “Hah… kau masih saja bertepuk sebelah tangan! Kalau begitu bawa aku ke ruangan kalian. Aku ingin bicara, lagi pula statusku adalah tamu…” Jors tersenyum ramah. “Baiklah tuan-ku apa yang engkau inginkan…” “Wahai pengasuh, aku ingin bertemu ratu dari kerajaan ini…” Romeo menunduk bak film kerajaan. “Bisakah aku menemui dirinya saat ini…?” “No, no, no… sayang sekali Tuan ini bukan waktunya untuk anda bertemu ratu. Beliau sedang sibuk memakan permen yang ada di laciku… jika dirimu tak percaya periksa sendiri… silahkan masuk Tuan…” Pintu terbuka! Tepat sekali di sana ada Sharoon dengan bungkus permen di hadapannya. “Hey, Romeo… kau-” “Peluk aku… dan peluk lagi… saa…. yang….” Romeo mengatakan itu dengan kalimat penuh nada dan notasi. “Untuk apa kau kemari…?” Brak! “Tentu saja aku menemuimu! Untuk apa lagi pikirmu, hm…?” Wajah Sharoon berubah… “Aku senang sekali bertemu denganmu…” dia membuka kedua tangan dan memeluk pria itu dengan erat. “Apa kau sudah bertemu dengannya?” Romeo mengangguk! “Banyak perubahan dalam dirinya dan itu makin parah saja…” "Jangan terlalu banyak memikirkan dia! Selama ini dia selalu melakukan apa yang menurutnya benar. Kita bukan siapa-siapa bagi dia," Romeo duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut. Sedangkan Jors yang tidak ingin mengetahui banyak permasalahan memilih untuk keluar dari ruangan. "Aku dengar dia mengganggumu? aku hanya kasihan melihat Mami jika terjadi apa-apa pada Katie. Aku lihat dia merayu kekasihmu," "What? Eon Goroses bukan kekasihku," "Tapi semua orang mengatakan hal itu! Jika kau tak memiliki perasaan padanya aku sangat bersyukur. jujur saja Dia bukanlah seseorang yang pantas untuk diperjuangkan." "Para orang tua yang melakukan hubungan itu. Aku tidak berjumpa dengannya karena disengaja. Orang tua menginginkan yang terbaik bagiku. Tapi tetap saja Eon Goroses bukan orang yang tepat. Aku sungguh tak berminat padanya." "Aku bisa mengerti Mami menginginkannya terbaik. Dan kelihatannya ia sangat berminat pada pria itu. Berikan Eon Goroses untuk Katie." Sharoon membungkuk, lalu menarik sedikit roknya. "Baiklah Tuan lebih baik mengorbankan manusia tak berguna pada seorang penyihir. Daripada kehidupan kerajaan menjadi terguncang," Kekeh Sharoon yang sejak tadi tertawa melihat tingkah Romeo. Pria satu ini sangat humoris! tapi dia selalu menampilkan hal sebaliknya kepada orang lain. Mereka berdua tertawa sangat puas hingga akhirnya terdiam kembali. “Kapan semuanya akan berakhir!” Romeo terdiam dan memandang ke arah lain. “Aku tidak tahu Sharoon… aku menyayangi Katie sama seperti aku menyayangi dirimu… jika kalian bertengkar aku selalu membelanya karena dia adik kita yang paling kecil. Walaupun aku tahu jika dialah yang salah tetap saja kita harus mengalah, bukan?” Romeo memandang jauh ke arah jalanan yang membentang di depan gedung tersebut. “Apa aku terlalu berlebihan selama ini…?” “Jangan menyalahkan dirimu… hatinya memang terbendung oleh penyakit hati! Hanya saja Aku tak bisa memaafkan diriku sendiri jika sesuatu terjadi pada Mami… hanya itu saja Romeo.”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD