Bab 10

1129 Words
Prang, Vas bunga itu pecah tepat di kepala Eon Goroses. Dia pun melihat Eon Goroses terbaring di lantai dengan lemas. Untunglah kepalanya tidak berdarah, kalau itu terjadi maka akan sulit bagi dia dihadapan keluarganya nanti. Dengan tergesa-gesa Katie berlari dari kamar Eon Goroses setelah meletakkan pria itu di atas ranjang! "Katie," Gumamnya hingga membuat wanita tersebut terkejut.   Jors dan Sharoon sudah sampai di gedung yang akan mereka bangun menjadi sebuah perusahaan. Di lantai paling atas mereka berdua akan tinggal bersama. "Mundur jika tak yakin Sharoon," "Silahkan mau jika kepercayaan dirimu penuh saat ini!" jawab Sharoon sambil menaikkan sedikit sudut bibirnya. "Aku akan buktikan tak harus perusahaan Barones! aku sangat percaya diri Jors," "Penting sekali bagiku percaya dirimu Sharoon! aku akan bertumpuh padamu! bermanja padamu dan-" "Numpang makan masakanmu," jawab Sharoon sambil menjauhkan kepala Jors yang sudah ada di pundaknya. Tidak ada yang mudah saat ini! Hampir semua orang beranggapan bahwa untuk membangun sebuah perusahaan besar, mutlak dMamituhkan biaya yang besar pula. Oleh karena itu, tidak heran jika makin banyak juga orang yang mengurungkan niatnya untuk membangun perusahaan. Jangankan membangun perusahaan yang besar, untuk membangun perusahaan kecil saja mereka akan berpikir panjang. Sharoon menatap gedung megah yang sudah terlihat meyakinkan dari luar. "Kau akan kesulitan setelah ini Sharoon, Aku akan jadi direktur utama dan kau akan jadi direktur perencanaan sesuai dengan keinginanmu," Ada binar mata di mata Sharoon! semangat itu tercermin di hatinya! Jors yang melihat itu menyunggingkan senyum. "Jangan melihatku terus! bisa-bisa aku malu," seru Sharoon sambil menarik kopernya. " Sharoon, Kesuksesan bisa membangun perusahaan besar dengan modal minim bukan hanya isapan jempol semata. Beberapa miliader dunia bahkan telah membuktikannya. Salah satu contohnya adalah Greg Steltenpohl dengan perusahaan jus Odwalla dan Califia Farms di Amerika Serikat." "Aku percaya padamu Jors! gedung tujuh lantai ini akan menjadi belasan lantai! bagaimana menurutmu? AKu berharap sangat besar! pembuktian akan sangat penting untuk usaha kita kali ini." Jors mengangguk! dia merasa lebih bersemangat karena Sharoon adalah moodboster yang sudah tertanam dalam hatinya sejak kecil. "Aku juga percaya padamu! aku akan menjadi yang terbaik pagi perusahaan pertama kita Sharoon," Jors mengepalkan tinju menatap Sharoon penuh semangat. "Saat ingin mendirikan perusahaan, harus diakui bahwa uang memang sangat penting. Akan tetapi, uang bukanlah satu-satunya hal yang harus utamakan." "Ini akan menjadi rumah kita, aku harap kau akan menjadi rekan kerja terbaik, Sharoon," Jors menghidupkan lampu pathouse tersebut." "Waw, di sana akan ada taman, rumah kaca juga! bagaimana menurutmu?" Sharoon berlonjak karena sangat bersemangat. "Aku kan membuat kitchen set di sana!"  Jors hanya tersenyum sambil meletakkan barang-barang  milik gadis tersebut di dalam kamar tidur. Bisa di bilang Pathouse ini bukanlah seperti yang kalian bayangkan. Tapi saat Sharoon melihatnya dan ingin memberikan sentuhannya pada titik tertentu membuat Pathouse ini menjadi istimewa bagi Jors. Belum lagi semangat Sharoon yang sangat menular membuat wanita tersebut bak oksigen. "Sharoon," Jors menangkap tangan wanita itu. Wanita tersebut berbalik dan menatap pria yang tengah memanggilnya dengan lembut. Sharoon tak memiliki perasaan apapun dengan Jors! mereka tak lebih dari persahabatan. Tapi Sharoon tahu Jors tak akan pernah menyerah. "Apa Jors?" dia bertanya sambil mencubit pipi pria tersebut. Jors membalas senyum Sharoon! "Thank you, hanya itu yang bisa aku katakan saat ini," ucapnya yang mendekat dan berusaha memeluk Sharoon dengan erat. "Kau adalah semangatku! aku akan selalu berusaha menjadikan semua ini terbaik bagimu," Sharoon menurunkan kedua bahunya sambil tersenyum menatap Jors. "Kita akan berusaha sampai akhir Jors! jangan putus asa karena kau lah yang membawaku kemari! tidak ada kata mundur karena aku akan selalu membantumu," Bagai hawa sejuk yang berada di tengah panas. Semua yang Sharoon katakan sungguh membuat dirinya merasa nyaman dan segar. "Aku tidak akan menyerah," Di saat Sharoon tengah bersemangat dengan kehidupan barunya. Saat ini Katie masih terlentang di atas ranjang! walaupun Eon Goroses tak masuk ke dalam lubang milik Katie, tetap saja wanita itu habis di hisap olehnya. Ya, Eon Goroses tidak dapat di cegah tapi Katie berhasil menyelamatkan keperawanan yang ada pada dirinya. "Mas, bangun! kita harus pulang sekarang," panggil Katie dengan lembut pada Eon Goroses yang masih tertidur dengan pulas. “Kau mau pulang sekarang Katie…? aku masih ingin denganmu di sini! Aku dengar Mami sudah kembali jadi kita tidak akan bisa bermesraan seperti biasa karena rumah akan sangat ramai. Aku ingin kita tetap berada di sini." "Mas enggak bisa! nanti Papi malah curiga sama kita terus menyalahkan Mas. Ingat Mas, Papi pasti akan nanya masalah Sharoon nanti. Setidaknya Mas harus siap." Eon Goroses tersenyum! dengan tubuh polosnya dia memeluk Katie yang sama telanjangnya. "Aku sangat  menyukai kamu Katie, manis sekali," dia berbisik dengan lembut di telinga Katie. "Mas, ayo," Tangan Katie di tahan oleh pria itu! "Kita mandi bersama? bagaimana,?" Katie menggigit bibirnya sendiri! "Tapi Mas aku," "Katie," ucap Eon Goroses yang tangannya mulai meraba tubuh wanita tersebut dengan b*******h. Perlahan tangan Eon Goroses sudah sampai ke bawah buah dadanya. Jantung pria itu berdebar tapi tidak dengan sia. Tampaknya Eon Goroses sangat gigih dan ingin masuk lebih dalam ke tubuh Katie. "Mas, aku-" belum selesai bicara tubuh wanita itu sudah di angkat oleh Eon Goroses hingga sampai ke bawah pancuran air shower yang hangat. "Aku tidak akan melakukan hal yang lebih jika kau belum siap Katie! tapi aku mohon tetaplah di sini bebeh," Eon Goroses mengeluarkan bendanya dan menekan bahu Katie hingga di terduduk di lantai, ", Katie," ucapnya dengan penuh penekanan. Katie pun menggapai benda tersebut! menggosok pelan dan membaut Eon Goroses mendesah! Suara racauan Eon Goroses terdengar sangat kuat di telinga Sia! seolah saling bergema di antara dinding.  "Huek,"Katie ingin muntah saat Eon Goroses terus dengan pAdit menekan kepalanya agar melayani bagian bawah pria tersebut dengan panas,: "Ugh!" suara yang keluar dari bibir Eon Goroses bertanda dia sedang menikmati situasi ini. "Akh, Katie, telan! telan Katie," teriak dan perintah Eon Goroses pada wanita yang kini  wajahnya sudah memerah. Mata Katie membulat karena tidak tahan saat benda yang besar itu masuk ke dalam rongga mulutnya hingga penuh. Eon Goroses meminta Katie untuk menikmati semua yang dia lakukan dan itu bukanlah hal yang bisa dia lakukan saat ini. Menikmati? bagaimana bisa? Dengan b*******h Eon Goroses mengumpulkan rambut panjang Katie dan menjambaknya kuat karena tubuh pria tersebut sudah mengejang tak bisa di tahan gairah yang menjalar ke seluruh darahnya.  Katie memukul Eon Goroses berkali-kali! dia tak ingin lebih lama lagi berada di posisi menyakitkan seperti ini. "Jangan seperti ini," Sharoon berkata dengan terbata karena benda yang masih berada dalam mulutnya.. "Li, Katie, ah," CROT s****a itu keluar dengan deras menguasai mulut wanita yang kini sudah tak bisa berkata apa-apa lagi. Wanita itu terlemas! begitu juga dengan Eon Goroses yang tidak bsia berkata apa-apa lagi karena pelepasan yang begitu nikmat baginya.  Tubuh sepasang anak manusia terseler tidak berdaya! Eon Goroses mendekat pada Katie dan menyusu pada wanita itu! semua terasa nikmat bagi pria yang berpikir Katie adalah miliknya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD