Bab 9

1105 Words
Sharoon yang sudah bersiap langsung menuju lantai bawah. Dia setidaknya akan berpamitan dengan Nyonya Fransisca! Sharoon tak ingin Nyonya Fransisca tahu di mana dirinya tinggal nanti. “Nyonya aku akan pergi bersama Jors! Kami ada pekerjaan…” “Oh ya…” jawab Nyonya Fransisca yang bingung karena Sharoon membawa banyak barang miliknya. Padahal setahu wanita itu dia pergi bersama anaknya untuk pertemuan tentang proyek yang akan di jalankan. “Bagaimana dengan Eon Goroses!” Sharoon tak menjawab dan hanya tersenyum. “Kak Nyonya Fransisca… ingat kak Mayangsari enggak? Jors ini anak kak Mayangsari…” jawab Nyonya Emanuela dengan tersenyum polos. Nyonya Fransisca yang mendengar hal tersebut menatap Tuan Emos Barones yang langsung menggindikkan bahunya. “Sharoon pergi ya…” ucap wanita itu lagi Jors pun membantu Sharoon membawa kopernya. “Apa…? dia anak Mayangsari…? Mayangsari…” “Iya kak! Mayangsari yang kakak kenal…” Nyonya Emanuela menjawab Nyonya Fransisca dengan senyum sumringah. “Kakak masih ingat kak Mayangsari, bukan?” Nyonya Fransisca mengerutkan keningnya. “Bagaimana aku bisa lupa pada wanita yang menjadi sumber ASI suami-mu Nyonya Emanuela! Polos boleh aja, tapi kalau bodoh jangan…” ucap Nyonya Fransisca kesal atas sikap Nyonya Emanuela yang membiarkan saja Mayangsari masih ada di sekitar Tuan Emos Barones. “Kenapa kakak marah?” Nyonya Emanuela menarik tangan Nyonya Fransisca. "Aku marah karena kau membiarkan suamimu berada di sekitar wanita yang sudah sering tidur dengannya. Aku tahu kau orang baik, Nyonya Emanuela. Tapi hal ini tidak patut untuk dicontoh! Aku merasa kasihan dengan dirimu jika kau melakukan ini." "Tapi mereka tak ada hubungan lagi kak," "Siapa yang akan menjamin itu?" "Cinta," Jawab Tuan Emos Barones sambil menunjukkan wajah konyol. "Cinta palakmu! Yang benar saja, apa kau gila! Kepala atas beda jauh sama kepala bawah pola pikirnya. Aku bukan ingin mengatur atau menggurui keluarga kalian. Tapi ini fakta yang tak bisa disembunyikan, Tuan Emos Barones." "Tenang saja Mayangsari sudah memiliki suami dan menetap di Paris. Keluarga mereka sangat bahagia. Dan aku pun begitu!" "Tapi dia tidur denganmu,?" "Kak, apa bedanya dengan kakak? Bukankah kakak juga melakukannya dengan Mas Ranggason saat itu." "Selesai!" Goda Tuan Emos Barones pada kedua wanita tersebut sambil berlari. Akhirnya Nyonya Fransisca kena batu sendiri. Nyonya Fransisca yang berada di sana langsung tak enak hati. Bagaimanapun dia juga sempat mengejar-ngejar Tuan Emos Barones dan tidur dengannya. Bahkan Nyonya Fransisca pernah memohon pada Tuan Emos Barones untuk sebuah hubungan seks dengan dirinya. Nyonya Emanuela menyentuh tangan Nyonya Fransisca, "Kak apapun itu adalah masalalu," Nyonya Fransisca tak bisa lagi menjawab dan hanya mengangguk saja! sedangkan Tuan Emos Barones yang berada di lantai dua tersenyum melihat tingkah istrinya yang begitu polos. "Inilah yang membuat aku sangat mencintaimu," Di tempat lain ada Katie dan Eon Goroses! Mereka sedang meminum wine kesayangan dengan senyum sumringah. "Selamat ya Mas proyeknya tembus," "Semua ini berkat ide cemerlang kamu yang membawa orang IT datang ke sini! Semua masalah dapat terpecahkan! Luar biasa desain yang dMamiat oleh Sharoon. Penjabarannya sangat lengkap jadi mudah dipahami," Seketika Katie ya yang ada disana terdiam menatap wajah Eon Goroses. "Iya, Sharoon memang selalu sempurna melakukan pekerjaannya. Bagaimana kalau aku tidak usah menggantikan wanita itu. Datanglah kepadanya dan memohon," "Bu, bukan seperti itu maksudnya, tapi apa yang kamu katakan lebih baik jika aku pikirkan kembali! Bagaimana menurutmu?" "Terserah saja!" jawab Katie yang berusaha melepaskan diri dari pelukan Eon Goroses. Hahahaha,. Pria itu terus tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Katie yang mendadak jadi dia. "Kau marah karena aku berkata seperti itu? Yang benar saja Katie. Aku takkan pernah mungkin memintanya kembali ke sini! Karena yang aku butuhkan adalah dirimu," Jawabnya sambil menatap mata Katie dan mencium bibir wanita tersebut. Tangan Eon Goroses sudah berhenti di rangkaian kancing baju Katie. Wanita itu menggerakkan tubuhnya seolah dia terangsang dengan apa yang dilakukan oleh Eon Goroses. Tangan Eon Goroses perlahan turun ke area sensitif Katie. Dia menjamah dan memainkan di titik sempurna milik wanita tersebut. "Kau milikku Katie," Katie tersenyum melihat wajah Eon Goroses yang b*******h. Wanita itu meraih bibir Eon Goroses melumatnya. Terasa sangat bahagia di hati pria tersebut seolah Liia membalas keinginannya. Eon Goroses berdiri dan membuka resleting celana. Katie menyambut dengan senang hati. Mengocok dengan kedua tangan, hingga mengulum di dalam mulut wanita tersebut. "Aku suka caramu membuat aku melayang," Goda Katie pada Eon Goroses yang saat ini sedang memerah. Pria itu mabuk! Katie senang karena dia tak harus berakhir dengannya malam ini. Eon Goroses meraba d**a Katie, pria tersebut memainkan ujung buah dadanya hingga wanita itu terpekik. "Lepaskan aku Mas," Pinta Katie dengan suara parau dan sedikit memohon. Eon Goroses yang mabuk seolah tak mendengarkan apa yang dia katakan! "Kau seksi Katie, Kau terus menggodaku,." Ucapnya sambil membalikkan posisi wanita tersebut hingga berada di bawah tubuh Eon Goroses. Katie menelan saliva karena dirinya ini sudah terkunci dan tidak bisa bergerak lagi di bawah tubuh yang besar dan tegap. "Akh," Erangnya saat mendapatkan pucuk buah d**a Katie dan melumat seperti bayi. Dengan geram Eon Goroses menggigit ujungnya kecil-kecil hingga Katie berteriak histeris. "Lepaskan aku," "Kenapa? Bukankah kau menginginkan ini sejak tadi? Bahkan saat rapat kau masih menggoda ku Bebeh,." "Lepas,"Katie mulai memohon. "Kenapa harus aku lepas? sangat sulit bagiku untuk menggenggam dirimu sampai seperti ini sayang," "Lepas Mas jangan seperti ini," Eon Goroses tersenyum puas! di bawah pengaruh alkohol pria tersebut membuka celananya lagi hingga membuat Katie ketakutan. "Kau yang mengatakan padaku akan melakukan apapun yang aku inginkan!" Basik Eon Goroses di telinga Katie. "Tapi tidak seperti ini mas,"Katie berusaha melepaskan tangan pria tersebut dari tubuhnya. Eon Goroses meraba bagian sensitif itu, lalu memasukkan satu jarinya ke dalam dan mengocok dengan kuat. "Enak,?" Katie menggeleng! "Lepaskan aku Mas! Aku belum pernah melakukannya seumur hidupku." Wanita itu mulai menangis. "Ssst, Jangan menangis! Bukankah kau mencintaiku? Aku juga begitu! Aku pikir ini semua karena kita suka sama suka," Eon Goroses semakin mempercepat gerakan tangannya hingga kaki Katie terangkat ke atas. Pria itu pun menegapkan tubuhnya! Kemudian dia membuka celana hingga menyeluruh! Tampaklah dengan jelas benda yang berdiri sangat kokoh. "Mas," "Katie, Kita tidak akan melakukan seks jika kau belum siap. Aku lupa jika kita harus melakukan semua itu ketika telah menikah." Ucapnya dengan gaya mabuk. "Mas," Eon Goroses merangkak ke atas ranjang! Lalu dia mengangkangi Katie! Dengan cepat pria itu pun memasukkan bendanya hingga Katie hampir saja tersedak. "Buka mulutnya Katie," Wanita itu tak bisa menjawab karena Eon Goroses sudah mendorong masuk benda tersebut akan kuat. "Huek,"Katie hampir termuntah. Wanita tersebut berusaha meraih vas bunga yang ada di atas nakas. Dia tahu Eon Goroses tak akan seperti ini, jika bukan dalam keadaan mabuk. "Katie," Pekiknya saat semakin mempercepat goyangan pinggul. "Maafin aku Mas,"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD