Mang Jasa nampak sedang duduk santai di bangku yang ada di bawah pohon mangga depan Cafe sambil menjaga parkiran, sesekali asap rokok kretek mengepul dari kedua lubang hidungnya. Kedatangan Mikail dan Cacing menyita perhatiannya saat motor mereka baru saja masuk ke area parkir. Laki-laki berkumis berantakan itu tersenyum saat melihat kehadiran mereka lalu tergopoh menghampiri setengah berlari. “Alhamdulillah, Jang Mikail sudah sehat sepertinya,” sambut laki-laki itu. “Alhamdulillah, Mang. Mamang sehat?” Cacing baru saja menstandarkan motornya saat membalas sapaan lelaki berkumis berantakan itu. Mikail hanya merespons dengan tersenyum datar ke arah Mang Jasa lalu berlalu pergi. “Mamang teh sehat selalu, Hulk. Eta kunaon si Jang Mikail?[1]” “Sedang ada sedikit masalah, Mang. Biasa urusa

