Bab. 27. Rahasia.

1505 Words

"Kurang ajar, kau Adiva! Apa yang kau katakan?" Maula marah, dia langsung berdiri menatap Adiva dengan tatapan marah. "Aku sepertinya terlalu memanjakanmu, sehingga kau sekarang berani bicara seperti itu kepadaku, tanpa tahu akibatnya!" Maula kembali bicara masih dengan kemarahannya. Maula berjalan mendekat ke arah Adiva yang masih duduk di sofa, dengan tatapan waspada kepada istri bosnya. Sekertaris Farraz itu langsung berdiri, meraih tangan kanan Maula. "Nona, dengarkan ucapanku dulu! Aku sadar, semua ucapanku pasti membuatmu marah. Tapi, semuanya juga demi kebaikanmu. Jadi, aku harus mengatakannya." Adiva membalikkan tubuh Maula agar mau berhadapan dengannya. Sedangkan Maula menatap sinis ke arah Adiva yang sudah menyinggung perasaannya. "Yang harus kita pikirkan sekarang adalah me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD