"Dokter Iqbal, aku sudah percaya padamu sejak 7 tahun ini. Kau yang selalu memeriksa kandunganku." Maula menjeda ucapannya, menatap Iqbal dengan tatapan dingin. Wanita itu mengambil cek dan juga bulpoin dan diberikan ke dokter kandungan. "Asalkan kau bisa menyembuhkan kemandulanku, aku akan bayar berapapun yang kau minta," ucap Maula dengan wajah agkuhnya. Dokter Iqbal menggeleng pelan dengan tatapan serius. "Nona Maula, kemandulanmu itu bersifat bawaan sejak lahir. Kamu juga melewatkan usia terbaik untuk pengobatan. Mau aku berjuang keras pun, tetap tak ada hasilnya." Tatapan Maula berubah marah, wanita itu juga meremas kedua tangannya sendiri. Nafasnya mulai memburu dengan wajah setengah merah. "Selama ini aku selalu berhati-hati dalam bertindak, tapi kenyataannya, aku harus kalah

