Desahan lusi

810 Words
Di kantor Alan sekertaris sekaligus sahabat Raka tengah di buat pusing oleh perempuan ranjang Raka. Lusi,tiba tiba datang ke kantor mencari Raka. Dan dengan gaya sosialita nya masuk dengan sombong seolah ia adalah pemilik kantor tersebut. Sedangkan Raka saat itu belum sampai di perusahaan tersebut karna terjebak macet. "Raka apa kamu tidak bisa sedikit lebih cepat untuk sampai ke kantor?" keluh Alan saat Raka baru saja menerima panggilan telfonya. "Apa kau pikir ini jalan milik pamanmu Alan?." jawab Raka mengejek "Tapi teman ranjangmu ini membuatku pusing. Dia bertingkah layaknya bosku. Dia memerintahku dan karyawan lain se enaknya." keluh Alan lagi karna Lusi selalu saja bertingkah layaknya bos di situ. "Apa hari ini aku ada meeting penting?." tanya Raka tanpa menghiraukan keluhan Alan. "Ada meeting sore nanti dengan perusahaan Indo Corp." jawab Alan dengan kesal karna Raka tak menanggapi keluhanya. "Baiklah. Ini masih pagi masih ada banyak waktu sampai meeting sore nanti. Katakan pada Lusi untuk pergi ke Hotel AA, aku akan menunggunya di sana. Dan kau selesaikan pekerjaanku di kantor dan urus urusan kantor sampai aku selesai mengurus Lusi." terang Raka panjang lebar dan itu sukses membuat Alan menarik nafas panjang. "Raka aku dengar semalam Ana menginap di rumahmu, tidak mungkin kau tidak melakukan itu dengan nya. Dan sekarang kau menyuruh Lusi datang ke hotel AA. Apa kau sudah gila Raka?." Alan merasa heran dengan petualangan bosnya itu dan kebetulan juga dia adalah sahabatnya. "Apa kau baru mengenalku dua hari Lan?." jawab Raka terkekeh dan langsung mematikan panggilan Alan. Alan dan Raka adalah sahabat baik sejak mereka SMP. Apapun yang Raka lakukan Alan pasti tau. Dan menurut Raka, Alan adalah orang yang paling tau dan memahami nya. Dari persahabatan itu lah akhirnya Alan menjadi orang kepercayaan Raka di kantor dan merangkap sebagai sekertaris untuk Raka. Awalnya Raka hanya menjabat di bagian keuangan perusahaan, namun melihat Raka yang hobi berganti perempuan Alan berfikir tidak semestinya sekertaris Raka adalah perempuan. Bisa bisa sekertaris itu tak fokus bekerja dan hanya melayani nafsu gila Raka saja. Akhirnya Alan mengajukan diri untuk menjadi sekertaris Raka. Di hotel. Lusi sudah sampai di hotel AA namun Raka belum juga datang karna jalanan yang macet. Berbeda dengan jalan dari arah kantor Raka ke hotel AA lancar jadi Lusi lebih dulu sampai di hotel tersebut. Sesampainya di hotel Lusi langsung check in, dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuk. Lusi berfikir ia akan memberi kejutan pada Raka nanti saat Raka sampai di kamarnya. Dan Lusi segera bersiap dengan kejuttanya. Tok tok tok. Suara ketukan pintu kamar Lusi yang di ketuk oleh Raka. Raka sedikit terkejut saat Lusi membuka pintu itu. Namun senyum sumringah langsung mengembang di bibir Raka. "Welcome baby." Lusi merentangkan tangan nya setelah membuka pintu. Dan yang mengejutkan adalah Lusi membuka pintu tanpa memakai pakaian. Raka yang melihat itu pun langsung menghadiahi Lusi sebuah kecupan di bibirnya dan remasan di ke dua buah melonnya. "Manis sekali." ucap Raka tersenyum dengan sambutan Lusi. Raka langsung menyatukan bibir mereka lagi dan mendorong tubuh langsing Lusi sampai di depan meja rias yang terdapat kaca lebar yang mampu menapilkan bayangan tubuh mereka yang menempel satu sama lain. Raka langsung mengangkat Lusi untuk duduk di meja rias tersebut dan tangan Raka langsung meremas gemas buah melon milik Lusi. Mulut raka sedang bekerja sangat baik di di puncak buah melon milik Lusi. Mencecap,menghisap dan sesekali menggigit kecil puncak tersebut. Lusi merasakan hisapan Raka pada ke dua buah melonnya. Raka tak bersuara. Dia tengah menikmati apa yang di suguhkan Lusi padanya. tangan raka mulai mencari lembah basah milik Lusi. Dan sukses membuat Lusi blingsatan di atas meja Rias. Sebenarnya Raka sedang lelah, karna pagi tadi baru saja melakukanya dengan Ana. Namun Raka juga susah menolak suguhan Lusi untuknya. Kali ini Raka hanya ingin bermain cepat dengan Lusi. Karna harus segera ke kantor. Raka segera membuka celana nya dan pakaian yang melekat di tubuhnya. Tanpa nenunggu waktu lama Raka langsung memasukan milik nya yang sudah menegang sejak sambutan yang Lusi suguhkan. "Auch" Des4h ana saat milik Raka masuk memenuhi lembah milik Lusi. Dan seketika saat itu Raka mencabut milik nya dr lembah Lusi dan membalik tubuh lusi menatap kaca. Pantulan tubuh mereka terpanpang jelas di depan. Raka dengan gemas meremas buah melon milik Lusi. Dan Lusi melihat dan merasakan remasan tangan Raka pada buah melon nya itu membuat mulutnya ingin sekali berteriak. Ana mendes4h saat merasakan milik Raka masuk kembali ke lemb4h Ana. Dengan posisi membelakangi Raka. "Aaw auch emh shh akh." des4h lusi saat raka terus menghujamnya dari belakang dan tangan raka yang tidak berhenti meremas dan memilin pucuk buah melon milik Lusi. "Emh, auch, uh." Raka mempercepat hujam4n di lemb4h Lusi. "Sayaang." "Aush." Lenguh Raka panjang saat mencapai puncaknya Raka tidak perduli dengan Lusi yang belum mencapai puncaknya. Raka segera mencabut milik nya dan membuang Pengaman yang ia pakai. Raka selalu memakai Pengaman dengan siapapun dia melakukan hubungan ranjang. Dia tidak ingin kecolongan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD