Alan mencoba menghubungi Tika setelah kedatangan Raka barusan.
Meski waktu sudah malam namun Alan juga harus memastikan keadaan Tika baik baik saja.
Itu adalah perintah dari Ambar ibunya Raka.
"Hallo." jawab tika di ujung sana.
"Kamu belum tidur? Sedang apa?"
Alan mengenal tika lama.
Alan pun menganggap tika adalah temannya.
Apa lagi sekarang alan di tugaskan menjaga tika oleh ambar mertua tika.
"Belum. Ini lagi cari cari lowongan pekerjaan. Ada apa malam malam telfon mas?"
"Begini. Sebaiknya kamu tunda dulu rencana kamu untuk mencari pekerjaan. Kamu sebaiknya diam saja dan jangan keluar dari kos'san kamu."
"Memangnya Kenapa? Kalo aku gak kerja aku harus makan apa?" tika bingung. Kenapa dia tidak boleh bekerja.
"Tika. Raka sedang mencari keberadaan kamu. Dia baru saja dari tempat aku dan menanyakan keberadaan kamu."
"Untuk apa mas raka masih mencari aku? Apa dia pikir aku akan menguasai harta Nyonya Ambar? Dan lagi, sudah ada cinta pertamanya di sampingnya. Kenapa masih mencari Pembantu seperti aku."
Tika terpancing emosi saat tau raka mencarinya.
"Aku tidak tau pasti tujuan raka mencari kamu. Tapi aku melihat mungkin sebenarnya raka mencintai kamu. Hanya saja dia tidak tau harus bersikap seperti apa padamu."
"Maksud kamu apa mas? Jelas jelas kita menikah karna perintah dari Nyonya Ambar. Bukan karna ada perasaan lain di antara kita."
"Kalau mengenai pernikahan memang benar semua atas perintah Ibunya raka. Tapi untuk perasaan, aku tau raka menyimpan perasaan lain padamu sejak dulu. Hanya saja raka gengsi untuk mengakui itu."
"Kalau memang dia ada perasaan padaku sejak lama, kenapa dia bermain perempuan di rumah saat ada aku di sana? Kalau memang dia mencintai aku kenapa dia berselingkuh dengan wanita lain selang beberapa menit setelah dia berjanji untuk tidak menyentuh wanita lain."
Tika menjeda ucapannya sejenak.
Dan alan masih setia diam mendengar ungkapan kekesalan tika pada raka.
"Apa karna aku belum siap melayaninya di atas ranjang sehingga dia dengan mudahnya melupakan janjinya yang dia ucapkan sebelum wanita itu datang? Apa Mas Alan tau bagaimana rasanya menikah dengan orang yang gemar berganti perempuan di atas ranjang? Apa Mas Alan tau rasanya saat baru saja bangun di pagi hari dan langsung di suguhi oleh ruang tamu yang berantakan akibat pergulatan panas Suami aku dengan wanita lain. Apa gunanya sekarang kalau Mas Alan memberi tau aku bahwa Mas Raka mencintai aku. Apa yang akan Mas Alan lakukan jika ada di posisi sepertiku."
Tika menangis tersedu di balik ponselnya.
Suara tangis tika menyayat hati alan.
Alan merasa sangat bersalah sekarang.
Tapi alan hanya mengatakan apa yang alan tau dan alan lihat.
Alan tau raka menyukai tika sejak lama.
Hanya saja raka terlalu sibuk bersembunyi di balik perasaan yang masih tersimpan untuk cinta pertamanya. Sella.
Alan tau kebusukan sella.
Dan alan tau sesuatu yang di sembunyikan sella dari raka.
Alan bertekad untuk membuka kebusukan sella di depan raka besok.
"Maaf tika. Maaf sudah membuat kamu menangis. Lupakan lah perkataan aku jika memang kamu tidak ingin tau tentang perasaan raka padamu. Aku hanya mengatakan yang aku tau. Tapi bukan berarti aku membela dan membenarkan yang raka lakukan. Tidurlah. Jangan keluar kemana mana. Selamat malam."
Alan memutus panggilan tersebut.
Alan harus merancang strategi supaya raka percaya dengan ucapannya saat membuka kebusukan sella selama ini.
Di villa.
Raka baru saja pulang.
Raka terlihat begitu lusuh.
Sella menghampiri raka yang kini tengah duduk di soffa.
"Aayang kemu ke mana aja? Kok baru pulang jam segini. Aku takut di sini sendirian."
Sella bergelayut manja di lengan raka.
Raka menatap sella tanpa expresi.
"Tidurlah. Ini sudah malam." perintah raka.
Namun sella enggan beranjak.
"Temenin. Emang kamu udah gak kangen sama aku? Kita bertahun tahun gak ketemu loh sayang. Kamu gak pernah nyari'in aku ya?"
Raka berdecih mendengar pertanyaan dari sella.
"Aku mencari kamu bertahun tahun sella. Sekarang katakan padaku di mana kamu bersembunyi selama ini?"
"Aku ikut Papa aku di lombok sayang. Kamu nyari aku ke mana kok bisa gak ketemu? Aku pikir kamu udah lupain aku."
"Aku mencari kamu ke berbagai belahan dunia. Tidak tau nya kau bersembunyi di negara sendiri. Aku pikir kau pergi ke luar negri. Bukankah papa kamu di luar negri?"
Dahi raka mengernyit mendengar sella tidak tinggal di luar negri. Setaunya saat ini pun orang tua sella di luar negri.
Kenapa dia bilang tinggal di lombok.
"A Hh Anu Emh iya sayang. Aku tinggal di luar negri dengan papa. Terus aku pindah ke lombok gitu."
Sella merasa bodoh karna sudah salah bicara.
"Sayang aku ngantuk. Aku bobo dulu ya. Kamu mandi gih abis itu bobo juga."
Sella segera berlari masuk ke dalam kamar untuk menghindari pertanyaan dari raka.
Raka merasa ada yang di sembunyikan sella.
Tapi raka tidak tau itu apa.
Raka memainkan ponselnya.
Membuka galeri fotonya lagi.
Melihat wajah cantik istrinya.
Raka merindukan tika.
Tapi di sisi lain raka pun bahagia bisa bertemu dengan sella kembali.
"Di mana kamu sekarang? Apa yang sedang kau lakukan di sana?" raka bertanya pada gambar istri nya, mengusap lembut gambar istri nya.
"Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan sekarang tika. Kau bahkan sudah berniat menggugatku lebih dulu ke pengadilan."
Raka terus bergumam sambil terus menatap gambar istrinya di ponsel.