Istri nya. Atau cinta pertama nya.

805 Words
Raka memeluk gadis cantik yang bertahun tahun dia cari cari keberadaannya. Sella. Dia adalah cinta pertama raka. Gadis yang terpakasa harus berpisah meninggalkan raka karna perseteruan ayahnya dengan ibunya raka yang di sebabkan oleh persaingan bisnis. Sella dan menjalin hubungan dari SMP sampai SMA. Namun karna permusuhan di antara bisnis keluarga membuat mereka berpisah. Beberapa tahun setelah sella meninggalkan negaranya raka mencarinya tanpa henti. Namun tak membuahkan hasil. Sella menghilang bak di telan bumi. Itu salah satu penyebab raka menjadi liar dan gemar berpetualang di atas ranjang. "Sayang kamu apa kabar?" tanya sella menatap wajah laki laki yang di rindukan. "Aku baik. Kamu kemana aja selama ini?" raka mengecup kening sella lama. Raka benar benar merindukan gadis cinta pertamanya ini. Hingga ia melupakan wanita yang sudah halal untuknya kini tengah memasak makan malam untuknya. "Aku sudah kembali." sella berkata dengan senyum manis yang membuat raka semakin lupa daratan. Raka memeluk erat wanita yang begitu sangat ia rindukan. "Sayang, kenapa malam malam begini ada yang masak.?" Tanya sella. "Iya aku lapar belum makan malam." Raka menggandeng sella duduk di salah satu kursi meja makan. Sedangkan tika masih melanjutkan memasak nasi goreng di temani ifah. "Biar saya yang lanjutkan Bu." ucap ifah merasa tak tega melihat majikannya yang lagi lagi di khianati. "Gak apa apa fah. Kamu beresin dapur aja fah. Biar aku yang sajikan di meja makan." "Tapi bu." "Udah gak apa apa." Ifah mengalah membiarkan tika membawa satu mangkuk nasi goreng dan dua piring di tangannya. Tika berjalan membawa nasi goreng dan piring di tangannya dengan jantung yang bergemuruh ingin meledak. Melihat suaminya yang ingkar dengan kata katanya. Belum ada dua jam laki laki itu berjanji padanya. Tapi nyatanya. Semua hanya lah Dusta. "Silahkan. Makanannya sudah siap." Tika menata piring untuk raka dan juga sella. Seketika itu raka yang tengah mengusap rambut sella dengan lembut sadar. Dia melakukan kesalahan. Segera raka menarik tangannya dari kepala sella dan menatap wajah tika istrinya yang nampak tanpa ekspresi. "Waah, nasi goreng. Baunya enak. Eh, kamu bukannya Tika pembantu Raka yang dulu bukan si?" tanya sela yang ingat dulu pernah bertemu dengan tika. "Iya Non. Saya tika pembantunya Tuan Raka." jawab tika dengan senyuman manis pada sella. "Silahkan di makan Tuan, Nona, Saya permisi dulu. Selamat malam." Raka masih tak bergeming di tempat duduknya. Tidak tau apa yang harus di lakukan sekarang. Di satu sisi Tika adalah istrinya. Tapi di satu sisi lagi Sella adalah cinta yang selama bertahun tahun di carinya. Raka berdiri berniat mengejar tika. Namun tangannya di tarik oleh sella. "Sayang mau kemana? Tadi katanya laper. Buruan makan. Ini udah hampir tengah malam lo. Gak baik makan malam malam." Sella menyendokkan nasi goreng ke atas piring raka dan juga piringnya sendiri. Sedangkan raka hanya menatap datar nasi goreng buatan istrinya namun ia menikmati makanan itu dengan cinta pertamanya. "Sayang buruan makan." ucap sella lagi. Raka hanya mengangguk dan menyendok nasi goreng itu. Mencoba untuk memakannya. Di pavilliun. Tika mengemas pakaiannya ke dalam koper. Sesuai janjinya yang di ucapkan beberapa jam lalu. Tika akan pergi jika ada wanita lain di kehidupan raka. Sakit. Itu yang saat ini tika rasakan. Setelah selesai berkemas tika bergegas tidur. Dia tidak mungkin pergi sekarang. Sedangkan raka yang saat ini tengah makan merasa sulit sekali menelan nasi di mulutnya. Hingga akhirnya raka menyerah tak bisa menghabiskan makan malamnya. "Sel. Kamu gak pulang? Ini sudah sangat malam." tanya raka pada sella yang kini tengah duduk bersandar di bahunya. Sella menoleh menatap raka. Lalu dengan cepat sella berbalik naik ke atas pangkuan raka dan memeluk raka. "Aku kangen banget sama kamu." ucap sella sembari terus memeluk raka. Raka pun membalas pelukan sella. Karna memang raka juga merasakn rindu yang teramat dalam pada sella. Sella menangkup kedua pipi raka dan melumat bibir laki laki itu. Mereka berciuman. Bibir mereka saling melumat dan mencecap dengan gairah yang membara. Mereka lupa daratan. Terutama raka yang lupa dengan keberadaan tika. Ciuman mereka sangat dalam dan menuntut. Tangan raka sudah berkeliaran kemana mana. Sella yang saat itu memakai dress mini dengan tali spagethi di pundaknya membuat raka dengan mudahnya menurunkan dress itu. Dan dengan mudahnya kedua buah melon milik sella keluar dari sangkarnya. Raka neremas gemas dua buah melon sella. Memainkan pucuknya. Dan raka mulai mencecap dan menjilat pucuk buah melon sella. "Uh, sayang." rancau sella saat merasakan hisapan dari mulut raka di pucuk buah melonnya. Raka terus meremas dan menghisap pucuk buah melon itu. "Sayangh, emh, sayang." sella mendongak tak kuasa dengan rasa nikmat yang raka berikan. Raka menidurkan sella di sofa ruang tamunya. Melepaskan dress tika secara paksa. Raka pun melepas pakaiannya. Raka naik merangkak di atas tubuh sella. Memainkan buah melon sella yang tak begitu besar namun cukup menantang. Menghisap pucuk buah melon itu dengan nafsu yang sudah di ubun ubun. "Sayang, emh, sayangh." sella tak bisa menahan suara seksinya. Dan itu membuat raka semakin bernafsu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD