Endra tampak sibuk mondar-mandir di kamarnya. Ia merasa tak tenang sebab kabar yang diberikan sang kakak. Tadinya, setelah dikabari bahwa Abi tak diperbolehkan terbang, ia sudah bersiap hendak menjemput. Sayangnya, Abi menolak dengan tegas. Lantas, hari makin gelap sebab mendung bergelayut disertai angin dan kilat. Kini, Endra khawatir sebab ponsel sang kakak tak bisa dihubungi. Guntur kembali bergemuruh hebat, seolah-olah tengah marah pada keadaan. Dengan cepat, Endra keluar kamar. "Ibu! Ayah!" Endra berderap tergesa ke ruang keluarga. Ada Hanum dan Hadinata di sana. "Kakak ... ponselnya tak bisa dihubungi." Hanum yang sedang membaca buku pun tersenyum, lantas menggeleng pelan. "Kamu ini lupa atau gimana? Abi berangkat kerja, kan? Mana bisa ponselnya dihubungi kalau sudah terbang?"

