“Terus bagaimana kalau nanti Jackson Martinez mengecek dimana aku tinggal, nona-nona cantik?” tanya Lisa gemas.
“Oh, iya!” seru mereka serempak.
“Kalau gitu di Volle Apartment atau Hotel saja. Aku bisa langsung memberikan kuncinya padamu,” kata Morin memberi ide. Dia tinggal minta suaminya memberikan salah satu apartemen atau kamar hotel mereka untuk dipinjamkan pada Lisa untuk sementara waktu.
“Terlalu mewah untuk gaji seorang asisten miskin dari kampung,” jawab Lisa dan mereka semua terdiam. Keluarga mereka terlalu kaya dan tidak punya hotel ataupun apartemen kelas menengah, semuanya yang elit dan mahal.
“Ya, kau inep di hotel standar aja deh, yang bintang tiga gitu, bisakah?” tanya Sissy tak enak hati karena merasa harus menurunkan standar hidup Lisa. Dia lupa kalau Lisa memang harus menurunkan standar hidupnya selama menjadi asisten Jackson.
“Tidak masalah,” jawab Lisa yang memang sejak dulu tomboy dan tidak pernah tertarik pada barang mahal, yang dia sukai hanya makanan mahal dan enak.
“Baiklah, kalau begitu sudah tidak ada masalah lagi. Setelah ini kita tidak bisa bertemu seperti ini lagi sampai rencana berhasil karena bisa mengundang kecurigaan. Besok Jisoo dan Sissy akan mulai menjalankan rencana untuk mengompori Fenny Rosa.” kata Morin. Sissy dan Jisoo mengangguk setuju dengan pengaturan itu.
“Ini KTP, kartu keluarga dan akta lahir atas nama Alisandra Purnama. Yang ini sertifikat kelulusan Alisandra Purnama dari Volle University dengan predikat cumlaude. Yang ini adalah sertifikat dari Volle Guard untuk kemampuan beladirimu dan yang ini surat ijin menggunakan senjata dari Volle Guard. Yang ini surat referensi kerja dari suamiku yang menandakan kalau kau adalah asisten yang berkualitas. Suamiku sangat jarang memberikan referensi bagus untuk stafnya, jadi ini pasti sangat membantu saat nanti kau harus bersaing dengan kandidat lain sebagai asisten Jackson Martinez.” Morin menunjukkan semua dokumen palsu yang sudah dia buat untuk Lisa dengan nama Alisandra Purnama.
Tentu saja dokumen itu aspal, tapi semua dilegalisir resmi karena yang mengeluarkan memang pihak Volle, dimana di sistem mereka sekarang memang sudah ada nama Alisandra Purnama.
Morin hanya perlu meminta dan Darius Hartadi akan melakukan apapun untuk istri belianya ini. Ini pertama kalinya Darius membuat surat referensi kerja palsu yang dia tandatangani sendiri. Belum ditambah pria itu juga harus menyisipkan data siluman Alisandra Purnama di daftar mahasiswa yang lulus dengan predikat cumlaude di Volle University, yang membuat Alisandra Purnama bisa langsung bekerja sebagai salah satu asisten pribadi Darius Hartadi.
Begitu juga dengan surat keterangan kalau Alisandra Purnama telah lulus ujian sebagai pengawal di Volle Guard sampai mendapat ijin menggunakan senjata. Bagian yang ini tidak sulit dilakukan karena Darius tidak berbohong. Lisa memang sudah lulus semua itu saat dilatih oleh Rosaline, Ibunya Darius. Hanya saja namanya tetap siluman karena orang yang namanya tertulis di sertifikat tidak pernah benar-benar ada.
Semua kerepotan itu dilakukan Darius hanya untuk membantu istrinya. Ayah wanita itu yang juga merupakan adik Darius sampai tidak bisa mengatakan apapun pada kebucinan Kakaknya. Bukannya menghalangi istrinya membuat rencana absurd, Darius malah membantu Morin membuat rencana, dengan alasan khawatir Morin akan sakit kalau kelelahan mengejar deadline membuat rencana.
“Skenario hidup Alisandra Purnama sudah kurangkum kurang lebih mirip dengan Lisa, untuk menjaga jangan sampai Lisa kelepasan bicara dan ketahuan. Aku akan membacakannya dan disimak baik-baik, ya. Berikan masukan jika ada yang kurang atau salah,” kata Morin.
“Orang tua Alisandra Purnama telah bercerai, sejak kecil Alisandra tinggal di Surabaya bersama dengan Ayahnya dan kakak sepupunya yang bernama Alex siapalah terserah padamu nama keluarganya. Alisandra anak yang baik hati, dia juga pintar dan selalu menjadi juara kelas. Ayahnya sangat bangga padanya,” Morin mulai menceritakan kisah hidup siluman Alisandra Purnama.
“Kudu sampai dijelaskan si Ayah yang sangat bangga pada anaknya?” tanya Lisa yang merasa Morin sudah eror walau baru mulai.
“Namanya juga narasi, kan supaya jelas dan lengkap gitu. Lanjut, saat kelas sembilan, Alisandra mendapatkan beasiswa untuk sekolah di Volle High School Jakarta dan karenanya dia merantau ke Jakarta untuk bersekolah di International School kaum hedon itu, dengan harapan bisa memberikan Ayahnya yang telah begitu menyayanginya dan mengurusnya dengan baik, kehidupan yang lebih baik,” lanjut Morin.
“Ayah lagi?” ulang Lisa mencemooh.
“Ya, kan namanya juga tujuan hidup. Itu baru tujuan hidup yang pertama. Sudah donk, jangan dipotong mulu.” keluh Morin dan Sissy langsung menyikut Lisa, menyuruh sahabat satunya itu diam. Morin memang suka membuat rencana seperti mengarang cerita drama, tapi anehnya, mereka selalu bisa menjalankan rencana itu. Yah, itu sebenarnya karena mereka semua sebelas dua belas juga absurdnya dengan Morin.
“Tidak mudah untuk Alisandra untuk bergaul di sekolah barunya, apalagi dia bisa masuk kesana karena beasiswa, bukan karena kemampuan finansial keluarganya, dimana di Jakarta, dia juga hanya sanggup untuk menyewa kamar kos dan bekerja sambilan setelah pulang sekolah untuk bertahan hidup di Jakarta yang biaya hidupnya mahal, agar tidak terlalu menberatkan ayahnya ayahnya.”
“Disinilah Alisandra bertemu dengan kalian, Sissy dan Jisoo. Kalian mau berteman dengannya karena Alisandra pernah menolong kalian saat diganggu preman sekolah. Ini untuk jaga-jaga kalau saja nanti kalian ke gap sedang bersama, jadi ada alasan, kalian cukup dekat waktu sekolah karena Alisandra menjadi bodyguard kalian, plus karena pintar, jadi suka memberi kalian contekan,”
“Bisa dipersingkat, tidak?” tanya Lisa yang mulai bosan.
“Tidak. Kau harus mendengar ini, Lis, jadi terekam di otakmu. Jika hanya kukasih dalam bentuk dokumen, kau akan lebih mudah lupa. Lanjut, ya. Untuk mempertahankan beasiswanya, Alisandra belajar sangat giat, sehingga di Volle High School pun dia selalu menjadi juara kelas. Ini juga sudah masuk ke data Volle High School, jadi tenang saja, jika Jackson berniat mengecek ke Volle High School, ada nama Alisandra Purnama juga disana.” kata Morin sambil mengacungkan jempolnya.
“Karena kepintarannya itulah, Alisandra juga mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di Volle University. Dia lulus dari Volle University dengan predikat cumlaude dan mendapatkan referensi dari kampus untuk bekerja di Volle Group. Saat itu kebetulan Darius Hartadi, selaku CEO Volle Group, baru saja menikahi istri yang sangat dicintainya dan memutuskan untuk tinggal di Jakarta untuk sementara waktu untuk menemani istrinya yang sedang hamil, karenanya, dia membutuhkan asisten baru. Alisandra berhasil lulus dari begitu banyak tes untuk menjadi asisten Darius Hartadi.”
Ketiga wanita yang lain melengos mendengar penjabaran Morin yang kudu banget menjelaskan kalau suami wanita itu sangat bucin padanya.
“Walaupun pekerjaannya sangat berat, tapi Alisandra bisa menjadi asisten yang sesuai dengan keinginan Darius Hartadi. Setengah tahun kemudian, Alisandra dihubungi oleh adik tirinya yang tinggal di Amerika, yang mengatakan kalau Ibunya sakit parah dan ingin bertemu dengan Alisandra.”
“Lu nyumpahin mak gue mati?” tanya Lisa terbelalak. Walau dia tidak suka pada Ibunya sendiri, tapi dia juga tidak mengharapkan hal buruk terjadi pada wanita yang telah melahirkannya itu.
****