“Ya kagak donk, ceritaku kan selalu happy ending. Hihi.. Namanya juga alasan penting. Lanjut dulu, ya. Karenanya dengan berat hati, Alisandra mengundurkan diri dari pekerjaannya yang sangat bagus itu untuk membantu adik tirinya merawat Ibunya di Amerika. Setelah kondisi Ibunya membaik, Alisandra tetap kembali ke Jakarta walau Darius Hartadi sudah memiliki asisten baru. Dia ingin mencari pekerjaan baru di Jakarta agar bisa dekat dengan kekasih hatinya, Angel, yang hatinya ternyata tidak sebagus namanya.” jawab Morin.
Ketiga wanita yang mendengarkan cerita Morin memutar bola matanya. Kudu apa dijelaskan sampai ke sifat si manusia fiktif yang satu lagi?
“Alisandra akhirnya melamar di MM Corp sebagai asisten Jackson Martinez untuk menggantikan asisten pria itu yang tiba-tiba berhenti. Setelah menandatangani kontrak dengan MM Corp, Alisandra mengetahui kalau Angel ternyata berselingkuh saat dia berada di Amerika, mereka bertengkar dan putus. Namun karena dia sudah menandatangani kontrak kerja, dia tidak bisa berhenti hingga habis masa kontraknya.”
“Kenapa harus ada si Angel?” tanya Lisa dengan wajah stress. Menurutnya cerita Morin masih sangat panjang dan bertele-tele, ditambah ada mahluk jejadian lain selain dirinya pula yang harus dianggap nyata keberadaannya.
“Itu alasan jika kau ditanya macam-macam, seperti, kenapa kembali ke Jakarta? Kenapa tidak kerja di Amerika yang bisa menghasilkan uang lebih banyak? Jadi kau harus jadi pria bucin yang tidak bisa jauh dari Angel yang ternyata Evil itu.” jawab Morin memberikan alasan logis yang tidak bisa dibantah siapapun. Usia Ali memang bisa masuk kategori pria muda kasmaran.
“Lalu kenapa si Angel harus berubah jadi Evil?” tanya Lisa lagi.
“Alasan untuk Alisandra nanti minta berhenti kerja. Dia patah hati dan berniat untuk bekerja di Amerika saja untuk melupakan si Evil. Plus menjaga Ibunya yang sakit-sakitan dan sering kumat sakit parahnya lagi,”
“Kenapa gak langsung pake alasan mak yang sakit lagi saja?”
“Tar kau disuruh balik lagi ke Jakarta setelah mak sudah sehatan. Gimana donk kalau nanti Jackson benar-benar jatuh cinta padamu dan menunggumu kembali setelah merawat makmu. Jadi harus ada alasan kuat,”
“Kau menyuruhku merayu Jackson Martinez dan kau juga menyuruhku punya pacar wanita. Bagaimana sih?” tanya Lisa yang mulai pusing.
“Kan kau bisa seperti Mario Darlie, kiri kanan oke. Kau harus membuat Jackson merasa kalau dia harus berebut dirimu dengan orang lain. Kau tahu kan perasaan senang karena berhasil rebutan itu menaikkan ego. Dia akan merasa dirinya hebat jika bisa menaklukanmu,” jawab Morin dengan senyum culasnya.
“Kalau dia sudah membuatku berpaling padanya dari si Angel Evil itu, kenapa juga aku harus kembali ke Amerika?” tanya Lisa.
“Ceritanya, kan, kau masih cinta sama si Angel Evil itu, namanya juga kiri kanan oke, seperti Mario Darlie itu. Lalu kau mengatakan pada Jackson kalau kau harus menjauh dulu dari semua ini untuk membenahi perasaanmu sendiri.”
“Bagaimana kalau dia bilang akan menungguku?”
“Yah, kalau kau sudah kembali ke Amerika, sudah tidak ada lagi Alisandra Purnama, adanya hanya Alisandra Putri Permana. Selesai sudah semuanya. Matikan nomor ponsel yang baru kami berikan, tutup emailmu dan semua akses dia pada Alisandra Purnama, jadi tidak ada jejak apapun tentang Alisandra Permana, hanya tersisa di hati Jackson Martinez,” jawab Morin dramatis.
"Kau melupakan satu hal penting, Morin. Aku tidak bisa berhenti begitu saja, aku kan terikat kontrak kerja," Lisa mengoreksi rencana Morin.
"Kau minta saja pada Sissy uang penalti pembatalan kerja sepihaknya," jawab Morin santai dan Sissy langsung mengangguk setuju. Dia akan membayar berapapun uang penalti yang harus dibayar nanti.
“Perasaanku saja atau sekarang rencanamu lebih terstruktur dan mematikan?” tanya Lisa yang merasa rencana Morin kali ini tidak memiliki celah, dulu dia dan Rose merupakan dua orang yang sering merevisi dan menyempurnakan rencana Morin.
“Suamiku tidak tega melihatku begadang membuat rencana untuk kalian, jadi dia berinisiatif membantu. Suamiku menyuruhku melihat dari beberapa sudut pandang agar target tidak memiliki jalan keluar. Seperti bermain catur, kau harus menggiring bidak pion musuh agar sang raja masuk perangkap kita dan …, skak mat. Jadi sekarang cara pandangku saat membuat rencana bukan hanya selangkah di depan target, tapi beberapa langkah, agar tidak bisa dikejar. Aku memiliki guru yang sempurna di bidang apapun,” jawab Morin dengan senyum manisnya yang mengandung racun.
“Kupikir Om Darius akan meluruskan otakmu yang kurang waras itu, ternyata kau malah membuatnya jadi tidak waras,” kata Lisa sambil menatap horor pada Morin yang malah menyeringai mendengar perkataannya. Wanita itu akan menjadi semakin pintar memanipulasi orang dengan si jenius Darius Hartadi yang selalu membantunya.
“Tapi memang itu ide yang cemerlang, Lis.” seru Sissy senang dan Jisoo mengangguk menyetujui ide itu.
“Bagaimana kalau ternyata Jackson tidak tertarik padaku?” tanya Lisa.
“Jangan meremehkan pesonamu sendiri, Alisandra Putri Permana. Dari penampilan saja kau sudah lebih tampan dan menarik daripada Mario Darlie, belum lagi sifat cuekmu yang suka membuat orang penasaran itu, kujamin Jackson Martinez akan bertekuk lutut padamu.” jawab Morin dan kedua temannya yang lain mengangguk membenarkan. Lisa sekarang memang sangat tampan bak oppa korea. Dan sikap cuek bebek Lisa itu bisa membuat orang penasaran setengah mati. Saat masih sekolah dan kuliah, banyak pria yang mencoba mendekati Lisa, walau tomboy, Lisa itu cantik dan kecuekannya itu membuat para pria sangat penasaran padanya.
“Bagaimana kalau aku yang jatuh cinta pada Jackson Martinez,” tanya Lisa dan semua temannya terdiam karena tidak menyangka Lisa akan berkata seperti itu.
“Kau yakin bisa jatuh cinta pada laki-laki?” tanya Sissy.
“Bukankah bagus kalau kau akhirnya bisa jatuh cinta pada pria?” seru Jisoo senang.
Sedangkan Morin hanya terdiam sambil memperhatikan Lisa, tiba-tiba sebuah ide terlintas di kepalanya dan dia tersenyum. Untungnya, senyum licik itu tidak terlihat oleh Lisa yang sedang menatap kedua temannya yang lain.
“Siapa tahu,” jawab Lisa cuek. Dia hanya sedang ingin mengerjai teman-temannya. Tidak tahu saja dia kalau dia baru saja memberikan bahan pada ibu baru pengangguran itu untuk membuat rencana lain.
Urusan tentang perencanaan mereka sudah selesai, jadi mereka menghabiskan sisa waktu pertemuan mereka untuk bertukar cerita dan melepas rindu, menanyakan kehidupan Lisa selama gadis itu di Amerika dan petualangan Lisa menjadi laki-laki disana. Seru rasanya mendengarkan cerita dari sudut pandang pria.
****