14 Pembalasan

1785 Words

“Siang, Maaf, mas ini yang namanya Pak Faisal kan?” suara berat seorang pria asing membuatku menengadahkan kepala seketika. “Iya, saya. Mas ini ...yang namanya Hendri dari Amarilys kan?” tanyaku memastikan karena tak ingin salah sasaran. Pria dengan rambut klimis itu tersenyum singkat sambil mengangguk samar. “Iya, saya Hendri Darsono.” jawabnya penuh percaya diri seraya mengulurkan tangan. Oh.. jadi benar, ini si banci yang ringan tangan melukai Sita beberapa hari lalu. “Saya Faisal Ayub.” sahutku singkat enggan membalas uluran tangannya. Tangan yang sudah kurang ajarnya memukul Sita, ciih… najis!! Sekilas wajah Hendri berubah jadi kaku ketika aku datar-datar saja tak menyambut uluran tangannya. Bodo amatlah sama mukanya yang B aja, jauh banget lah kalau dibanding wajahku yang manis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD