29. KELEGAAN YANG DATANG

1515 Words

"Bawa gadis itu sekarang juga lewat terowongan bawah tanah. Jangan lengah. Awasi setiap pergerakan musuh, terutama pemimpin mereka," perintah Alberto. Nada suaranya tetap tegas, tetapi ketenangan yang biasanya menyelimutinya mulai retak. Jemarinya mengepal di atas meja, rahangnya mengeras, seolah sedang menahan gelisah yang tak ingin ia tunjukkan. "Rozer akan menunggu kalian di ujung terowongan." Salah satu pengawal menatapnya ragu. "Apakah Tuan akan pergi lebih dulu?" Alberto tidak langsung menjawab. Ia membiarkan pertanyaan itu menggantung di udara, menyesakkan ruangan yang sudah dipenuhi ketegangan. "Lakukan saja tugasmu," ucapnya dingin. "Baik, Tuan." Para anak buahnya segera menundukkan kepala. Begitu Alberto berlalu tanpa menoleh sedikit pun, mereka bergerak cepat, menggiring

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD