**** "Sudah. Sekarang d4r4hmu tidak akan mengalir sederas tadi." Suara Mira lirih, penuh kehati-hatian saat jemarinya merapikan balutan darurat di lengan Matteo. "Aku khawatir kau bisa mengalami pend4r4han yang membahayakan nyawamu." Ia menelan ludah, lalu melanjutkan dengan suara yang semakin pelan. "Lagipula… kau datang untuk menolongku. Seharusnya kau tidak perlu menyelamatkanku sampai membahayakan dirimu sendiri. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kalau kau terluk4 parah karenaku…" Di ujung kalimat itu, kepala Mira menunduk. Rasa bersalah menyesakkan dadanya begitu hebat sampai ia bahkan tidak sanggup menatap wajah pria di hadapannya. Matteo menatapnya beberapa detik tanpa bicara. Lalu, perlahan, tangannya terangkat. Ujung jarinya menyentuh dagu Mira, mengangkatnya lembut namun

