Jack memilih diam sejak tadi. Kekhawatiran tak pernah benar-benar pergi dari wajahnya, namun ia berusaha menahannya sebaik mungkin. Ia tahu batasnya. Tatapannya sesekali jatuh pada Mira memastikan gadis itu baik-baik saja. Hanya itu yang ia izinkan untuk dirinya sendiri. Tidak lebih. Namun di dalam hatinya, ada sesuatu yang harus ia tekan dalam-dalam. Perasaan yang tak lagi memiliki tempat. Bukan karena ia berhenti peduli… melainkan karena ia sadar, ia tak lagi berhak. Malam semakin larut. Semua orang akhirnya memberi Mira waktu untuk beristirahat. Mereka memilih menunggu di ruang tunggu privat VVIP Rumah Sakit Sofia, membiarkan keheningan menjadi pelindung bagi gadis itu malam ini. Namun di dalam ruang rawatnya, Mira sama sekali tidak bisa memejamkan mata. Ia berbaring dalam diam,

