Tadinya Anaphalis memegang pemikiran yang sederhana. Dia pikir hanya dengan dekat dengan Deanova sudah cukup membuatnya bahagia, menambal rasa rindu yang bertahun-tahun dia pendam sendirian. Namun faktanya dia malah terjebak dengan perasaan yang lebih pelik lagi. Ana jadi semakin tahu bahwa hidup Deanova teramat baik-baik saja setelah melupakannya, bukan berarti Ana mengharapkan Deanova menderita. Namun menyadari bahwa Deanova bahkan bisa kembali jatuh cinta pada orang lain, di saat Ana sendiri terjerat dengan ingatan tentang pria itu, membuat hatinya sedikit tidak rela. Hubungan Deanova dengan gadis itu memang sudah lama kandas, apalagi Deanova tampak sudah tidak mungkin untuk kembali pada gadis itu. Tapi kenangan yang sudah terlanjur ada di antara mereka tidak mungkin akan terlupakan

