Bab 113. Shera 68

1095 Words

Shera Fuji Lesmana "Shera ..." Terdengar suara Ibu memanggil saat aku baru saja menutup pintu kamar, tempat Axel beristirahat. "Dalemmmm," jawabku setengah berteriak sembari berlari menuju dapur. Dapur rumahku lantainya masih berupa tanah, dan tidak menggunakan ubin apalagi keramik, karena kebanyakan warga di sini, masih menggunakan tungku dan kayu bakar untuk aktifitas dapur. Sebenarnya di sini juga ada kompor gas. Tapi jarang digunakan kalau bukan untuk memasak air, karena entah kenapa masakan Ibu akan terasa lebih enak jika dimasak menggunakan tungku. Tampak Ibu sedang mengeluarkan berbagai macam bahan dari dalam kantong kresek untuk dimasak. "Banyak amat ini, Bu. Shera kan belom ngasih uang." Biasanya setiap bulan, aku mengirim sebagian gajiku yang sedikit itu, untuk Ibu dan B

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD