Axel Yudhistira Mataku yang masih amat lengket ini berusaha untuk segera terbuka. Tapi rasa lelah, agaknya membuat segalanya jadi sukar. Tanganku meraba ke segala arah dan menyadarkanku kalau ada sesuatu yang berbeda. Ahhh iya, aku hampir saja lupa. Ini bukan apartemen tempat tinggalku. Ini rumahnya Shera, rumah calon istrimu Axel! Meski hanya baru calon, aku harus tetap optimis. Setelah mataku dapat terbuka, barulah aku bangkit dan beranjak dari tidur. Ku lirik jam dinding berbentuk Mickey mouse, rupanya sekarang sudah sore. Pasti tidurku sangat nyenyak. Tapi hasilnya, sekarang aku malu karena untuk keluar kamar, karena terlalu lama tidur. Namun, panggilan alam ini berusaha keras memaksaku membuat pilihan. Pergi ke luar, atau stay dan menunggu kebocoran terjadi. Dan itu tidak lucu, ka

