Bab 106. Shera 64

1158 Words

Shera Fuji Lesmana "Axel, ayo angkat Axel. Ini anak biasanya dia telpon sendiri kok kalau gue lagi nggak butuh. Sekarang pas gue butuh, kenapa dia nggak angkat-angkat juga telponnya?" gumamku dalam hati. Adrian mengangkat sebelah alisnya. Ia menatapku dengan tatapan seolah mengejek, sembari melipat kedua tangannya di depan d**a. Ini buruk sekali. Sekarang pria itu pasti sedang bersorak dalam hati. Dan pada akhirnya, meski nomor ponsel Axel aktif. Tetap tidak ada jawaban dari sana. Sial! kok jadi begini sih. "Aku sedang menunggu, Sher," ucap Adrian. Membuat jantungku mulai terasa panik. "Dia ... pasti lagi sibuk di cafe. Secara, Axel itukan pengusaha muda, dia owner cafe. Cabangnya juga banyak. Jadi pasti lagi fokus kerja. Bukan seperti kamu yang hanya bisa mengandalkan harta orang tua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD