Shera Fuji Lesmana Aku baru saja membuka pintu, bermaksud untuk berangkat kerja ke Hotel. Tapi kemudian, langkah ku terhenti begitu sosok seorang pria yang paling nggak ingin kutemui malah muncul. Dia berdiri di sana dengan tangan terangkat. Persis seperti orang yang akan mengetuk pintu. Kurasa dia datang bertepatan di saat aku akan pergi. Tak ada yang terjadi selain sepasang mata kami yang saling menatap. Meski terlihat agak lesu. Kurasa setelah beberapa hari ini kami tidak bertemu, keadaannya sudah jauh lebih baik. Syukurlah, dengan begini aku akan lebih mudah untuk meninggalkannya. Tentu saja, ini adalah rencana, serta janjiku. Rencanaku adalah, saat bertemu lagi dengan Adrian setelah aku melewati pintu rumah Leana untuk pulang, maka aku akan memutuskan hubunganku dan Adrian yang ba

